Bagi yang Mempunyai Sikap ini, Akan Dicukupkan Pahala Tanpa Batas

 

Sumber foto dari sabarhadi.com
HIJAZ.ID Allah Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang telah memberikan bagi setiap makhluk-Nya untuk berbuat kebaikan, dan di dalamnya tentu pula terdapat balasan suatu pahala dan kebaikan. Namun seringkali seorang makhluk kurang bisa memanfaatkan kesempatan tersebut, sehingga kebaikan-kebaikan yang telah Allah sediakan tidak dimanfaatkannya secara maksimal. Terdapat pula sikap makhluk yang Allah sangat cintai diantaranya, lalu sifat apakah yang dimaksud? Berikut simak ulasannya.
Allah Sangat Mencintai Orang yang Sabar

Allah sangat mencintai orang yang sabar, sabar dalam menghadapi ketentuan yang Allah berikan dan senantiasa tetap husnudzon kepada Allah. Dalam suatu ayat Al Quran disebutkan bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”. (QS. Az-Zumar: 10)

“Dan, Allah mencintai orang-orang yang sabar”. (QS. Ali Imran: 146)
Dalam ayat lain dijelaskan, bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan, orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan, mereka itulah orang-orang yang benar (imannya), dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (QS. Al-Baqarah:177)

“Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung. Jikalau Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan) -Nya bagi setiap orang yang bersabar dan banyak bersyukur”. (QS. Asy-Syura : 32-33)

Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan menguji orang-orang yang beriman, semakin beriman seseorang (agamanya baik), maka semakin berat pula cobaan yang dialami, karena dengannya Allah akan membersihkan dosa-dosa pada orang tersebut dan memberikan keutamaan-keutamaan, namun tentunya cobaan tersebut masih dalam kemampuan makhluk-Nya untuk menangani. Dalam hadits disebutkan dari Sa’id bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

“Aku pernah bertanya : Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling keras cobaannya ?. Beliau menjawab. Para nabi, kemudian orang pilihan dan orang pilihan lagi. Maka seseorang akan diuji menurut agamanya. Apabila agamanya merupakan (agama) yang kuat, maka cobaannya juga berat. Dan, apabila di dalam agamanya ada kelemahan, maka dia akan diuji menurut agamanya. Tidaklah cobaan menyusahkan seorang hamba sehingga ia meninggalkannya berjalan di atas bumi dan tidak ada satu kesalahan pun pada dirinya”.( Isnadnya shahih,ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 1509, Ibnu Majah, hadits nomor 4023, Ad-Darimy 2/320, Ahmad 1/172)

Dari Shuhaib Radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”. (Ditakhrij Muslim, 8/125 dalam Az-Zuhud)
Dalam ayat lain dijelaskan bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.” (QS. Muhammad:31)

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaahaa:132)

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.” (QS. Al-Kahfi:28)

Baca Juga: Syafaat Pada Hari Kiamat dapat Diperoleh dengan Amalan ini!
Keutamaan Sikap Sabar

Dalam ayat-ayat  berikut dijelaskan pula bahwasanya sabar memiliki banyak keutamaan, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan, sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. (QS. An-Nahl : 96)

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negeri kalian) dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian beruntung.” ( QS. Ali ‘Imraan:200)

Dalam suatu hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Cobaan tetap akan menimpa atas diri orang mukmin dan mukminah, anak dan juga hartanya, sehingga dia bersua Allah dan pada dirinya tidak ada lagi satu kesalahanpun”. (Isnadnya Hasan, ditakhrij At-Tirmidzy, hadits nomor 2510. Dia menyatakan, ini hadits hasan shahih, Ahmad 2/287, Al-Hakim 1/346, dishahihkan Adz-Dzahaby)

Dari Abi Sa’id Al-Khudry dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhuma, keduanya pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang Mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya”. (Ditakhrij Al-Bukhari 7/148-149, Muslim 16/130)

Dalam hadits lain dijelaskan pula, bahwasanya dari Anas bin Malik, dia berkata:

”Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Allah berfirman.’Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan kebutaan) pada kedua matanya lalu dia bersabar, maka Aku akan mengganti kedua matanya itu dengan surga”

Dalam suatu ayat Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah:155)

“Tetapi orang yang bersabar dan mema`afkan sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syuuraa:43)

Abud-Darda’ Radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Apabila Allah telah menetapkan suatu taqdir,maka yang paling dicintai-Nya adalah meridhai taqdir-Nya”. [Az-Zuhd, Ibnul Mubarak, hal. 125]

Allah telah menetapkan suatu ketentuan dalam bentuk takdir, maka sebagai seorang makhluk tugas kita adalah husnudzon terhadap takdir tersebut, bahwa Allah telah menyiapkan pahala dan keutamaan yang besar apabila kita mampu menjalani takdir tersebut dengan sebaik-baiknya, termasuk didalamnya ujian.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga: Hukum Meminta Rajah dan Ajimat Menurut Islam

Originally posted 2017-08-11 00:03:42.