Inilah Hasil Mengejutkan dari Percobaan Mahasiswa Al-Azhar Untuk Membuktikan Ayat Rezeki!

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Setiap orang pasti memiliki cerita, begitu juga dengan kisah mahasiswa Al-Azhar yang tergolong unik. Mahasiswa terkenal dengan pemikirannya yang kritis lagi logis, dan sering terlibat dalam perdebatan baik dengan mahasiswa maupun dengan Dosennya. Kali ini perdebatan terjadi di kalangan mahasiswa, yang memperdebatkan ayat tentang rezeki. Sehingga keduanya sepakat melakukan percobaan untuk membuktikan ayat tentang rezeki ini.

Dikutib dari salah satu media muslim yakni Tarbiyah yang memaparkan tentang kisah percobaan untuk membuktikan ayat tentang rezeki tersebut. Bermula dari pedebatan kedua orang mahasiswa yang saling mempertahankan pendapatnya masing-masing. Keduanya memiliki argumen dan dalil shahih yang benar adanya.

Mahasiswa yang pertama berpendapat bahwa manusia tidak perlu melakukan usaha untuk mendapatkan rezeki, karena rezeki sudah dijamin oleh Allah Subhanallahu wa Ta’alla. Mahasiswa ini berdalil dengan kalamullah yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Hud ayat 6 yang artinya:

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.

Baca Juga : Benarkah Tidak Boleh Memotong Kuku dan Mencukur Rambut Saat Haid?

Sedangkan mahasiswa kedua beragumen yang berbeda yakni rezeki memang sudah ditentukan oleh Allah, namun manusia wajib berusaha untuk mendapatkan rezeki tersebut. Mahasiswa ini mempercayai kewajiban untuk berikhtiar sebagaimana firman Allah yang artinya:

“Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah : 10)

Dan diperkuat lagi oleh dalil dalam Al-Qur’an surat Al-Mulk ayat 15 yang artinya:

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Kedua bersikukuh dalam pendapatnya dan tidak kunjung mendapatkan titik temu diantara keduanya. Oleh karena itu mahasiswa yang pertama memutuskan untuk melakukan percobaan untuk membuktikan bahwa rezeki tidak dicari dan pasti akan datang sendiri.

Percobaan ini dilakukan dengan cara, mahasiswa pertama bersembunyi di salah satu ruangan masjid. Dengan kepercayaan dirinya, ia percaya bahwa nanti muhsinin yang membawa makanan akan datang membawakan makanan ke masjid ini dan rezeki itu juga akan mendapati mahasiswa pertama itu pikirnya. Ide ini kemudian disetujui oleh mahasiswa kedua.

Singkat cerita dilakukanlah percobaan tersebut. Di hari pertama dan kedua setiap kali muhsinin membagikan makanan kepada orang-orang yang dilihatnya. Muhsinin tidak tahu kalau ada seseorang di dalam satu ruangan masjid. Maka muhsinin tidak membagikannya makanan kepada mahasiswa pertama yang bersembunyi.

Setelah dua hari berlalu, mahasiswa pertama yang bersembunyi tidak juga mendapatkan makanan. Rasa laparpun semakin meraja lela di dalam tubuhnya. Hingga pada hari ketiga rasa lapar semakin tidak tertahankan. Ketika muhsinin berada dekat dengan ruangan tempatnya bersembunyi, mahasiswa pertama itu pun berdehem. “Ehem, ehem.” Akhirnya sang muhsinin mengetahui keberadaan mahasiswa tersebut dan memberikannya makanan.

Mahasiswa kedua yang mengetahui kejadian tersebut segera mengambil kesimpulan dan berkata, “Nah, apa aku bilang. Rezeki itu harus dicari meskipun hanya dengan “ehem ehem”.”

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Inilah 10 Tips Agar Selalu Istiqomah yang Harus Diketahui