Dapatkan 5 Pengajaran dalam Berkurban yang Wajib Diketahui!

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Setiap tahun dalam Islam selalu diperingati dua hari raya besar, yakni hari raya idul fitri dan hari raya idul adha. Adapun hari raya idul adha selalu dilaksanakan setiap tanggal 10 Dhulhijah dan tiga hari tasyrik setelahnya yakni 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Terdapat sejarah panjang dalam hari raya idul adha yang kerap kali ummat Islam laksanakan. Bermula dari kisah di zaman Nabi Adam Alaihi Salam yang memerintahkan kedua putranya yakni Qabil dan Habil untuk berkurban dengan harta terbaiknya.

Kisah selanjutnya terjadi pada zaman Nabi Ibrahim Alaihi Salam yang harus mengorbankan putra semata wayangnya yang sangat dikasihi dan disayanginya. Maka singkat cerita karena keimanan dan ketaatan yang ada pada Nabi Ibrahim dan putranya berserah dirilah mereka kepada Allah. Lalu karena ketaatan mereka inilah Allah ganti putranya dengan seekor domba yang besar. Maka disembelihlah domba tersebut.

Adapun hikmah pengajaran yang dapat kita ambil dalam peristiwa berkurban tersebut, yang dikutib dari Ustad Nurul Huda yakni pengasuh Pesantren Motivasi Indonesia. Akan dijelaskan dalam paragraf-paragraf selanjutnya.

Baca Juga : Kesungguhan Kakek Untuk Naik HajiMembuat Terharu

Hikmah pengajaran yang pertama, dengan adanya berkurban maka kita diajarkan untuk berserah dan berpasrah sepenuhnya hanya pada Allah Subhanallahu wa Ta’alla. Karena dalam berkurban, diwajibkan harta yang terbaik atau hewan kurban yang terbaiklah yang dikurbankan.

Selanjutnya hikmah pengajaran yang kedua, berkurban juga mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang taat tanpa tapi. Hal ini menunjukkan bahwa tidak akan terdapat alasan untuk menunda ketaatan.

Pengajaran yang ketiga yakni berkurban mengajaran agar kita hidup dalam pikiran yang bahagia, lepas, dan damai. Ada banyak orang yang memiliki harta, sedang hartanya itu mengikat pikiran dan hatinya. Mengikat pikiran dan hati tersebut maksudnya, amat sulit bagi orang yang memiliki harta tersebut untuk mengeluarkan hartanya meskipun sedikit, karena ia merasa takut akan kekurangan. Akibatnya, tersiksalah orang tersebut karena harta yang dimilikinya. Dengan berkurban sebaliknya, orang yang memiliki harta akan memiliki hati dan pikiran yang bahagia, lepas, dan damai karena telah mengeluarkan hartanya demi memenuhi perintah agama dan membantu kemaslahatan ummat.

Adapun pengajaran selanjutnya, mengajarkan kita tentang kebebasan dan kemerdekaan karena sejatinya peraturan hanyalah untuk penghambaan diri kita pada Sang Pencipta. Maksudnya adalah ketika seseorang berkurban, maka bebas dan merdekalah hatinya dari sifat kikir dan penyakit hati lainnya.

Hikmah pengajaran berkurban yang terakhir yakni mengajarkan kita untuk bersyukur. Bersyukur ini dapat dirasakan manfaatnya bagi yang melaksanakan berkurban maupun yang diberikan kurban. Orang yang berkurban akan bersyukur karena diberikan kesehatan dan kemampuan harta untuk berkurban. Sedangkan yang menerima daging kurban akan bersyukur karena diberikan nikmat merasakan makan daging, padahal mereka belum tentu mampu membelinya.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Sudah Jadi Muslim Tapi Sulit Ibadah Sunnah? Inilah Penyebabnya!

Originally posted 2017-08-12 03:31:11.