Belum Bisa Berangkat Haji? Inilah Amalan Pengganti yang Pahalanya Setara Ibadah Haji!

Sumber Foto Dari: BimbinganIslam.com

Ibadah haji merupakan penyempurna rukun Islam yang untuk melaksanakannya membutuhkan persiapan tidak mudah. Selain kecukupan materi, calon jamaah haji juga mesti memastikan jika fisik dan kualitas keimanannya cukup sebagai bekal bertamu ke rumah Allah. Sebab tidak sedikit manusia yang hajinya hanya sia-sia karena tidak diniatkan semata-mata panggilan Allah, melainkan untuk ditinggikan derajatnya di hadapan sesama manusia.

Tersebab biaya yang tidak sedikit, banyak di antara kita yang berkeinginan kuat, tetapi apa daya belum mampu mencukupi kebutuhan dana. Meski pada sebagian kasus ada juga yang sesungguhnya tidak siap secara keimanan, namun karena kelebihan keuangan maka menjadi terlihat lebih mudah. Tidak perlu khawatir, Maha Baik-nya Allah telah menempatkan haji sebagai ibadah yang diwajibkan hanya bagi yang mampu. Di samping itu, bagi yang belum berkesempatan bertamu langsung ke Baitullah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetap menyediakan kesempatan bagi kita untuk mendapatkan pahala sebagaimana pahalanya menunaikan ibadah haji.

Berikut beberapa amalan yang jika dikerjakan dengan sungguh dan semata-mata berharap keridhaan Allah, maka ganjarannya setara dengan ibadah haji.

(1) Shalat berjamaah di masjid. Telah banyak dijelaskan perihal keutamaan shalat berjamah di masjid. Selain ganjaran yang bernilai 27 derajat, ternyata Allah juga akan menghadiahkan pahal serupa dengan ibadah haji. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, “Barang siapa yang berjalan mengarah shalat fardhu berjamaah, maka ia serupa haji. Dan bagi siapa yang berjalan mengarah shalat sunat, maka ia serupa umrah sunah.”

(2) Berbakti pada kedua orangtua. Sudah menjadi sebuah kewajiban seorang anak untuk senantiasa mengupayakan baktinya pada kedua orangtua. Pada ibunya, ibunya, ibunya dan ayahnya. Tiada pintu surga lebih dekat, dari apa yang sudah disediakan Allah di dalam rumah kita. Teramat dekat ia, meski seringkali kita lalai mengupayakannya. Ialah orangtua, yang ridha Allah ada padanya, dan murka Allah juga ada pada murka keduanya.

Tidak banyak manusia tahu, jika berbakti pada kedua orangtua juga dapat menghadirkan pahala sebagaimana pahala seorang haji. Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, “Sesungguhnya saya mau sekali berjihad, namun saya tidak mempunyai keahlian buat itu. ” rasulullah setelah itu bertanya, “apakah masih terdapat yang hidup di antara kedua orang tuamu? ” lelaki itu menanggapi, “ibuku”, rasul setelah itu bersabda, “bertakwalah kepada allah dengan berbuat baik kepada ibumu. karena bila engkau melaksanakan itu, engkau merupakan jamaah haji, umrah dan juga mujahid (orang yang berjihad). ”

(3) Menghadiri majelis ilmu. Amalan yang sebenarnya mudah, tetapi mengandung banyak keutamaan ini seringkali diabaikan manusia. Semakin berjalan ke massa akhir dunia, hasrat mengaji dan mengkaji ilmu seperti seiring memudar. Lebih banyak manusia yang gemar di tempat-tempat umum daripada di masjid. Lebih mudah memadati pusat perbelanjaan daripada rumah Allah. Lebih nyaman menghabiskan usia dengan dosa daripada duduk menimba ilmu.

Selain akan di doakan oleh para Malaikat dan semua makhluk di muka bumi, para pejihad ilmu juga akan diberikan oleh Allah ganjaran yang nilainya setara dengan menunaikan ibadah haji. Tertuang jelas dalam hadist riwayat Ath-Thabrani, “Barang siapa yang berangkat ke masjid, dia tidak menginginkan perihal itu kecuali untuk belajar kebaikan ataupun mengajarkannya. maka ia menemukan pahala serupa pahala orang yang menunaikan ibadah haji, sempurna hajinya. ”

Baca Juga: Ingin Kaya Raya di Dunia, Amalkan Do’a Nabi Sulaiman Ini!

(4) Berdzikir di masjid sehabis subuh hingga melaksanakan shalat isyraq. Tidak hanya dijanjikan pahala berlipat-lipat ganda, hingga jika kita tahu betapa ganjarannya, meski dengan merangkak pun pasti akan dilakukan. Shalat subuh yang teramat sulit bagi sebagian manusia adalah satu di antara kesempatan berharga kita untuk sebanyak-banyaknya mengumpulkan tabungan. Selain dua rakaat fardhu yang sudah mengandung banyak keutamaan, di antara waktu subuh hingga terbitnya matahari juga merupakan waktu-waktu terbaik untuk mendulang ganjaran.

Bagi siapa yang berdiam di masjid, berdzikir hingga tiba waktu terbit matahari (syuruq), kemudian ia mendirikan shalat dua rakaat, maka Allah akan limpahkan kepadanya pahala setara ibadah gaji dan umrah yang sempurna. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist dari Anas bin Malik radiallahu ‘anha, yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Barang siapa shalat subuh berjamaah, setelah itu dia duduk (menunggu) sembari berdzikir sampai terbit matahari, kemudian dia melakukan shalat 2 rakaat, maka baginya pahala haji dan juga umroh, sempurna, sempurna, sempurna. ”

(5) Berdzikir sehabis shalat fardhu. Kesempatan untuk mendapatkan ganjaran setara dengan ibadah haji yang terakhir ini sebenarnya teramat banyak di depan mata kita. Hanya lagi-lagi, tersebab ketidaktahuan atau pun kelalaian manusia membuatnya tertinggal sia-sia. Padahal untuk mengerjakannya, tidak membutuhkan waktu lebih dari 10 menit, hanya sedikit. Meski begitu, sesungguhnya kualitas mengerjakannya harus diimbangin dengan kuantitas. Tidak hanya berhenti pada basahnya lisan saja, tetapi sebisa mungkin dalam menerobos ke lorong-lorong hati.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Mutafaqun ‘alaihi, diceritakan bahwa suatu ketika seorang fakir dari kaum Muhajirin datang menghadap Rasulullah, kemudian berkata, “Orang-orang kaya berangkat memba derajat yang besar dan juga tempat yang bergelimang nikmat. ” Nabi bertanya, “Apa itu? ” Mereka setelah itu mengatakan, “Mereka shalat sama serupa kami shalat dan juga mereka berpuasa sama serupa kami berpuasa.

Hanya saja (kelainannya) mereka mempunyai kelebihan harta sampai – sampai mereka dapat menunaikan ibadah haji, umroh, berjihad dan juga bersedekah (dengan hartanya, sedangkan kami tidak dapat karna miskin).”

Lalu rasulullah bersabda, “Apakah kamu mau saya ajari suatu yang (bila kamu amalkan) kamu mampu mengungguli orang – orang yang mendahului kamu dan juga mengalahkan orang – orang sehabis generasi kamu? dan juga tidak terdapat seseorang juga yang lebih utama dari kamu, kecuali orang yang mengamalkan perihal yang sama serupa yang kamu amalkan? ”

Mereka mejawab , “Ya, wahai rasulullah. ” Beliau bersabda, “Kalian bertasbih, bertahmid dan juga bertakbir tiap tuntas shalat (tiap – tiap) sebanyak 33 kali.”

Baca Juga: Mau Makan yang Mendatangkan Pahala? Begini Caranya!

 

Originally posted 2017-08-12 11:46:04.