Membunuh Semut, Islam Melarang?

Sumber foto dari sains.me

HIJAZ.ID Semut merupakan binatang yang sangat dekat dengan kehidupan manusia, jumlahnya pun sangat banyak hampir di setiap titik tempat. Namun adakalanya binatang yang satu ini disebut sebagai binatang pengganggu, sehingga tak jarang manusia membunuhnya dengan sengaja atau malah membakar sarang semut tersebut. Lalu bagaimanakah hukumnya dalam Islam? Apakah diperbolehkan? Yuk simak ulasannya.

Semut merupakan makhluk Allah yang selayaknya juga berhak untuk hidup. Dan karena istimewanya binatang kecil tersebut, sampai-sampai Allah menciptakan surah An-Naml yang memeiliki makna semut. Dan suatu ayat menyebutkan, bahwasanya Allah berfirman:

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, ‘Hai semut-semut masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya sedangkan mereka tidak menyadarinya.” (QS. An-Naml: 18)

Baca Juga: Masih Sering Selfie Ketika Beribadah? Hati-Hati Terjangkit Penyakit Riya’!

Suatu hadits lain menjelaskan diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam melarang membunuh empat binatang, yaitu semut, lebah, burung hud-hud, dan burung suradi. (HR. Abu Daud no. 5267, Ibnu Majah no. 3224 dan Ahmad 1: 332. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam suatu hadits juga dijelaskan tentang jenis hewan yang boleh dibunuh karena fasik atau mengganggu. Bahwasanya dari ‘Aisyah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,

Ada lima jenis hewan fasik yang boleh dibunuh ketika sedang ihram, yaitu tikus, kalajengking, burung rajawali, burung gagak dan kalb aqur (anjing galak).” (HR. Bukhari no. 3314 dan Muslim no. 1198)

Dalam Suatu hadits lain dijelaskan pula, bahwasanya:
Seekor semut menggigit seorang Nabi di antara nabi-nabi, lalu Nabi tersebut menyuruh membakar sarang semut itu, lalu dibakarlah. Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewahyukan kepadanya: Apakah karena seekor semut yg menggigitmu, lalu engkau musnahkan suatu umat yg selalu membaca tasbih. (HR. Muslim, No. 4157)
Tentang larangan membakar semut, telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id; Telah menceritakan kepada kami Al Mughirah yaitu Ibnu ‘Abdur Rahman Al Hizami dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Seorang Nabi suatu hari berhenti di bawah pohon lalu dia di sengat seekor semut. Kemudian Nabi tersebut menyuruh mengeluarkan makanan dan mengeluarkan semua semut dari sarangnya setelah itu menyuruh membakarnya. Kemudian Allah mewahyukan kepadanya: “Apakah karena seekor semut kamu kemudian membakarnya.” (HR. Muslim, NOo. 4158)

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Suatu ketika, Sulaiman keluar untuk mencari minum. Ia lalu melihat seekor semut terbaring terbalik dengan mengangkat kaki-kakinya ke langit dan mengucapkan, ‘Ya Allah, sesungguhnya kami adalah makhluk dari makhluk-Mu, kami tidak dapat hidup tanpa pemberian minum-Mu, Nabi Sulaiman pun berkata ‘Kembalilah kalian, sesungguhnya kalian telah diberi minum berkat doa selain kalian’.” (HR. Ahmad)

Sungguh Maha Pengasih Allah bahkan telah mengatur kehidupan makhluk-Nya yang amat kecil yang bahkan menurut kita binatang tersebut bukanlah apa-apa. Dengan demikian memperlakukan makhluk Allah dengan sebaik-baiknya merupakan suatu keharusan yang mana diterangkan dalam dalil-dalil tersebut.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Satu-Satunya Air yang Mampu Menjadi Penawar Penyakit Serta Memiliki Banyak Keutamaan

Originally posted 2017-08-12 22:47:51.