Inilah Amalan yang Seringkali Terlupa di Bulan Dzulhijjah!

Sumber Foto Dari: cahyamadina.com

HIJAZ.ID – Bulan Dzulhijjah merupakan satu dari dua bulan yang utama dalam Islam. Tiada bisa dipungkiri, dalam dua bulan itulah terdapat dua hari raya besar yang menjadi perayaan umat Islam, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Jika Idul FItri utama tersebab ramadhannya, maka Idul Adha istimewa pada 10 hari pertamanya.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ath Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Ibnu Abbas, yang dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, ““Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.”

Betapa teramat istimewa di sisi Allah, orang-orang yang mengerjakan amalan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Bahwa penggambaran Rasulullah sampai pada kalimat tidak ada satu amal shaleh yang melebihi amalan yang dikerjakan pada hari-hari itu. Sungguh berapa Maha Pemurah Allah memberikan kesempatan untuk meninggikan bekal.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Melakukan Amalan di 10 Hari Ini Sangat Dicintai Allah

Adapun amalan-amalan yang sekiranya bisa kita upayakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

(1) Berpuasa. Sebagian kita mungkin masih mengetahui jika syariat puasa di bulan ini hanya jatuh pada tanggal 9 saja. Padahal sebenarnya, Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam mensyariatkan berpuasa sejak hari 1 hingga hari ke-9 nya. Dalam sebuah hadist riwayat Abu Daud, yang dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani, ““Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya.”

Rasulullah senantiasa berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, lengkap dan tidak putus-putus. Hanya saja, beliau memberikan keringanan kepada umat yang merasa tidak mampu untuk hanya mengerjakan di tanggal 9-nya saja. Betapa mudahnya beragama, Rasulullah tidak memaksanakn sebuah syariat untuk dikerjakan. Hanya saja, tiadakah rasa malu di dalam hati kita, Rasulullah saja yang telah dijaminkan surganya dengan bersungguh-sungguh menjalankan tiap-tiap syariat tanpa jeda, maka bagaimana kita? Sedang ganjaran berpuasa di hari 9 nya saja setara dengan diampuni dosa-dosa setahun lalu dan setahun kemudian.

(2) Memperbanyak amal shaleh. Tersebab 10 hari ini amat istimewa bagi Allah, hingga amalan-amalan yang dikerjakan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Maka tidaklah seorang muslim melewatkan tiap-tiap waktu di 10 hari itu tanpa upaya untuk memaksimalkan amal shaleh. Memperbanyak sedekah, meningkatkan bacaan QUr’an. Sungguh merugi seorang muslim, jika 10 hari itu dilewatkan hanya sebagaimana hari-hari biasanya.

Tidakkah kita ingin agar amal kebaikkan jauh bertumpuk melampaui dosa-dosa. Tidakkah kita menginginkan surga kelak di akhirat? Maka apakah surga itu bisa didapat hanya dengan santai tak berbuat?

(3) Bertaubat. Tiada manusia tanpa dosa. Tiada kita pernah benar-benar mengetahui seberapa banyak dosa yang tertumpuk pada buku catatan kehidupan. Tersebab itulah manfaatkan 10 hari di bulan Dzulhijjah ini untuk sebenar-benarnya memohonkan ampunan. Agar Allah dengan Ke-Maha Agungannya bersedia memaafkan. Agar kelak saat tiba di massa pertanggung jawaban, kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang diberatkan langkah menuju surga, sebab dosa yang masih banyak tersisa.

Sadarilah dosa-dosa, akuilah kesalahan. Mengemislah pada Allah agar dilimpahkan pengampunan dan keberhakan di sisa usia kehidupan. Agar diringankan langkan menuju kualitas diri yang beranjak lebih baik. Hingga kelak dipanggil pulang dalam keadaan yang suci, khusnul khatimah.

Baca Juga: Inilah Puasa Satu Hari Yang Mampu Menggugurkan Dosa Setahun Lalu dan Setahun Kemudian!

Originally posted 2017-08-14 11:13:15.