Benarkah Meninggal di Hari Senin Termasuk Istimewa?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Kematian merupakan suatu kepastian dan setiap orang pasti akan mengalaminya, walaupun secara waktu kedatangan, tak ada satupun yang dapat menebak ataupun meramalnya. Karena, pengetahuan atas waktu ajal tiba hanyalah di sisi Allah Ta’alaa.

Tugas kita sebagai seorang muslim adalah mempersiapkan diri, supaya ketika waktunya telah tiba, kita meninggal dalam keadaan khusnul khatimah. Kemudian, berbicara mengenai waktu kematian, biasanya di tengah masyarakat, seringkali diyakini bahwa hari meninggal seseorang merupakan pertanda baik. Seperti salah satunya dipercayai bahwa meninggal di hari senin termasuk ke dalam kategori meninggal di waktu istimewa. benarkah?

Mengenai hal ini, perhatikanlah penjelasan dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal berikut ini. Aisyah menjenguk Abu Bakr as-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu menjelang ayahnya wafat. Lalu beliau bertanya,

فِى كَمْ كَفَّنْتُمُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم؟

Berapa lembar kain yang kalian gunakan untuk mengkafani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Jawab Aisyah,

“Tiga lembar kain putih jenis Sahuliyah, tanpa ada baju maupun imamah (tutup kepala).”

Abu Bakr bertanya lagi,

فِى أَىِّ يَوْمٍ تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم؟

Hari apa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat?

Jawab A’isyah, “Hari Senin.”

Abu Bakr tanya lagi,

فَأَىُّ يَوْمٍ هَذَا؟

“Sekarang hari apa?”

Jawab Aisyah, “Sekarang senin.”

Baca Juga : Hal-Hal yang Menyebabkan Shalat Menjadi Batal

Lalu Abu Bakr mengatakan,

أَرْجُو فِيمَا بَيْنِى وَبَيْنَ اللَّيْلِ

“Saya berharap mati sebelum malam ini.”

Lalu beliau kain yang sedang beliau pakai, yang ada bekas minyak za’faran. Lalu beliau mengatakan,

اغْسِلُوا ثَوْبِى هَذَا ، وَزِيدُوا عَلَيْهِ ثَوْبَيْنِ فَكَفِّنُونِى فِيهَا

“Cucikan kain ini, dan tambahkan 2 lembar kain yang lain, lalu gunakan untuk mengkafaniku.”

Kata Aisyah,

“Kain ini sudah usang.”

Jawab Abu Bakr,

إِنَّ الْحَىَّ أَحَقُّ بِالْجَدِيدِ مِنَ الْمَيِّتِ ، إِنَّمَا هُوَ لِلْمُهْلَةِ

“Yang hidup lebih layak untuk memakai yang baru dari pada yang mati. Kafan hanya untuk membungkus nanah dan cairah mayat.”

Aisyah mengatakan,

Senin sore harinya, Abu Bakr meninggal dan dimakamkan sebelum subuh. (HR. Bukhari 1387)

Dalam hadis ini, Abu Bakr as-Shiddiq berharap bisa meninggal hari senin. Agar sama seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ini dijadikan dalil sebagian ulama tentang anjuran mati hari senin.

Al-Hafidz Ibnu Hajar menukil keterangan Ibnul Munayir,

قال الزين بن المنير: تعين وقت الموت ليس لأحد فيه اختيار، لكن في التسبب في حصوله مدخل كالرغبة إلى الله لقصد التبرك، فمن لم تحصل له الإجابة أثيب على اعتقاده

Zain Ibnul Munayir mengatakan, “Menentukan kapan akan mati, di luar pilihan siapapun manusia. Hanya saja, ada ruang dalam bentuk berusaha mencari sebab. Seperti berharap kepada Allah, dengan tujuan mendapatkan  berkah. Jika ternyata tidak diijabahi, dia mendapat petunjuk karena keyakinannya.” (Fathul Bari, 3/253).

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Utsman bin Affan Radhiyallahu ‘Anhu, Hartawan yang Sangat Dermawan

Originally posted 2017-08-14 12:02:36.