Bersalaman Setelah Selesai Shalat Berjamaah, Adakah Dalilnya?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID Shalat berjamaah tentu menyumbang banyak sekali pahala kebaikan bagi yang melakukannya. Anjuran ini tentunya diberikan kepada laki-laki, dimana ketika melakukan shalat berjamaah maka Allah Ta’aa telah berjanji akan memberikan pahala yang berlipat ganda.

Namun, meskipun sudah diiming-imingi pahala berlipat, selalu masih saja ada yang mengabaikan hal tersebut dengan melaksanakan shalat di rumah atau bahkan mengulur-ulur waktu shalat bahkan ada yang sampai tidak melaksanakan shalat. Na’udzubillah.

Pada pembahasan kali ini, ada yang akan diuraikan mengenai kebiasaan berjabat tangan selesai salam dalam shalat berjamaah, adakah dalil yang mengkhususkannya? Mengenai hal ini, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal memberikan penjelasan sebagai berikut.

Hal yang pertama kali harus ditekankan bahwa berjabat tangan di dalam Islam tentu ada tuntunannya apalagi ketika bertemu bahkan di dalamnya terdapat keutamaan yaitu akan diampuni dosa. Dari Al Bara’ bin ‘Azib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصَافَحَانِ إِلاَّ غُفِرَ لَهُمَا قَبْلَ أَنْ يَفْتَرِقَا

Tidaklah dua muslim itu bertemu lantas berjabat tangan melainkan akan diampuni dosa di antara keduanya sebelum berpisah.” (HR. Abu Daud no. 5212, Ibnu Majah no. 3703, Tirmidzi no. 2727. Syaikh Al Albani menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Jadi misalnya ketika kita bertemu, lalu berjabat tangan, itu adalah suatu hal yang baik. Begitu pula ketika bertemu di masjid baik sebelum shalat dimulai ataukah sesudah shalat, lalu berjabat tangan saat itu karena baru bersua lagi, itu termasuk amalan baik.

Baca Juga : Terlambat Shalat Karena Rapat, Bagaimana Hukumnya?

Namun satu hal yang patut dipahami untuk masalah ibadah shalat, apakah ada kekhususan berjabat tangan setelah itu yaitu setelah salam? Jawabnya, tidak ada kebiasaan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum berjabat tangan setelah salam seperti itu. Yang ada, mereka punya kebiasaan berdzikir setelah salam, yaitu dengan membaca istighfar sebanyak tiga kali dan dzikir-dzikir lainnya.

Namun patut dipahami bahwa ada dua keadaan yang dibolehkan untuk berjabat tangan setelah salam:

  • berjabat tangan karena baru bersua lagi dengan kerabat, teman atau rekan kerja, lalu berjabat tangan setelah salam bukan karena kebiasaan setelah salam, namun karena baru berjumpa kembali.
  • meladeni orang yang menyodorkan tangannya setelah salam karena yang melakukannya tidak tahu akan hukumnya. Hal ini dilakukan demi melembutkan hatinya karena dakwah dibangun dengan kesantunan dan kelemahlembutan.

Dalam hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasa menyalami para sahabat nya jika bertemu dan para sahabat juga jika saling bertemu mereka bersalaman. Anas bin Malik radhiallahu’anhu dan Asy Sya’bi mengatakan:

كان أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم إذا تلاقوا تصافحوا وإذا قدموا من سفر تعانقوا

“para sahabat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam jika saling bertemu mereka bersalaman, dan jika mereka datang dari safar mereka saling berpelukan”

Wallahu a’lam bish shawab.

Originally posted 2017-08-15 04:45:16.