Abu Bakar Ash-Shidiq Mukmin yang Paling Sempurna Imannya

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Diantara orang-orang yang mulia, ada mereka yang lebih mulia dari yang lainnya. Hal terjadi karena tingkat dan derajat keimanan yang tumbuh dalam hati setiap orang berbeda-beda. Hal ini juga diumpamakan dengan tingkat ketinggian benda-benda langit di luar angkasa yang berbeda-beda.

Kemuliaan seorang mukmin hanya Allah yang mengetahuinya. Kita dengan segala keterbatasan yang ada hanya dapat meraba-raba, dan mengetahui sebagian kecil kemuliaan lewat sebuah kisah. Dari berbagai kisah yang berhasil dikumpulkan dalam berbagai hadits dan dalil shahih yakni Al-Qur’an. Inilah rahasia biografi Abu Bakar Ash-Shidiq mukmin yang paling sempurna imannya.

Prof. Dr. Muhammad Bakar Isma’il dalam bukunya mengukir jejak-jejak bukti keluhuran kepribadian Abu Bakar Ash-Shidiq sebagai mukmin yang sempurna imannya.  Dalam bukunya menyebutkan bahwa sebuah riwayat mengatakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengomentari tentang Abu Bakar Ash-Shidiq yang artinya,

“Jikalau keimanan Abu Bakar ditimbang dengan keimanan umat Islam seluruhnya, niscaya keimanan Abu Bakar masih unggul.”

Baca Juga : Sang Mu’adzin Pertama Sepanjang Sejarah, Bilal Bin Rabah Radhiyallahu ‘Anhu

Maka jika riwayat itu memang benar adanya, dengan bukti riwayat tersebut sangat pantaslah Abu Bakar diberi gelar “Ash-Shidiq”. Meski bertolak dari riwayat tersebut, sejarah kembali membuktikan bahwa Abu Bakar terkenal dengan kepribadiannya yang baik, maka Beliau diberi gelar “Ash-Shidiq” artinya orang yang benar sejak zaman jahiliyah sampai zaman Islam.

Di zaman jahiliyah orang-orang Arab menjadikan Abu Bakar sebagai hakim dalam memutuskan sebuah denda. Abu Bakar sangat dipercayai dengan sifat keadilan, kecerdasan otak, dan kebersihan jiwanya. Terlebih lagi, pada masa Islam gelar “Ash-Shidiq” pada diri Abu Bakar menjadi lebih tersohor lagi, ketika ia membenarkan cerita tentang peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Selain mendapatkan gelar “Ash-Shidiq”, dalam sejarah Islam Beliau juga diberi julukan sebagai Abu Bakar yakni laki-laki dewasa yang paling pertama masuk islam tanpa ada rasa bimbang dalam hatinya. Hal tersebut selaras dengan sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang artinya;

“Tidaklah aku menyodorkan agma Islam kepada seseorang, melainkan masih ada keraguan pada dirinya kecuali Abu Bakar. Sesungguhnya dia tidak pernah bimbang dalam perkataannya.”

Abu Bakar merupakan umat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang memiliki sifat akhlak yang mulia serupa dengan Rasulullah. Sifatnya yang ramah, penyayang, dan mencintai masyarakat, serta baik, tawadhu, dan lemah lembut, tidak pernah bersikap sombong terhadap siap pun sejak zaman jahiliyah sampai setelah Islam berjaya.

Abu Bakar sangat senang melakukan banyak hal dengan sendiri. Hal ini dikarenakan kadar ketawadhuannya sangat tinggi dan takut terjatuh pada sifat riya atau yang sejenisnya.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Dapatkan 5 Pengajaran dalam Berkurban yang Wajib Diketahui!

Originally posted 2017-08-16 01:59:22.