“Menahan Amarah, Salah Satu Kunci Masuk Surga”

iradiofm.com
HIJAZ.ID Marah merupakan hal yang seringkali terjadi pada seseorang, tingkat kesabaran manusia yang sering fluktuatif ketika dipicu oleh permasalahan seringkali menimbulkan gejolak amarah dalam diri. Lantas bagaimana hukum dalam Islam terkait dengan amarah?  Serta bagaimana dengan keutamaan menahan amarah? Berikut simak ulasannya.

Dalam suatu hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah bersabda kepada seorang sahabatnya:

“Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga”.(Shahih. HR Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Ausath (No. 2374) dari Sahabat Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahîh al-Jami’ish Shaghîr (No. 7374) dan Shahih at-Targhib wat-Tarhib (No. 2749))

Keutamaan lain dari menahan amarah yaitu, beliau Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barangsiapa menahan amarah padahal ia mampu melakukannya, pada hari Kiamat Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk, kemudian Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia sukai”.( HR Ahmad (III/440), Abu Dawud (No. 4777), at-Tirmidzi (No. 2021), dan Ibnu Majah (No. 4286) dari Sahabat Mu’adz bin Anas al-Juhani Radhiyallahu anhu. Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ish Shaghir (No. 6522)

Dalam hadits lain juga disebutkan bahwa orang yang beruntung adalah orang yang dapat menahan amarahnya. Umar Radhiyallahu ‘anhu berkhutbah, ia berkata dalam khutbahnya:

“Orang yang beruntung di antara kalian adalah orang yang terjaga dari ketamakan, hawa nafsu dan amarah.”

Baca Juga: Apakah Dilarang Berbohong Meskipun Bercanda?

Berkaitan dengan anjuran untuk menahan amarah, terdapat hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam:

“Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR Al-Bukhari)

Karena dalam marah terdapat godaan setan, sehingga  dalam suatu ayat, Allah Subhanahu  wata’ala berfirman:

“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui”. (QS.Al-A’râf: 200)

Dalam hadits dijelaskan pula adab yang hendaknya dilakukan ketika marah, yaitu bahwasanya:

“Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring”.(Shahih. HR Ahmad (V/152), Abu Dawud (No. 4782), dan Ibnu Hibban (No. 5688) dari Sahabat Abu Dzarr Radhiyallahu ‘anhu)

Adab lain ketika sedang marah diterangkan pula dalam hadits bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda;

Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR. Ahmad).

Dalam suatu hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah”.(Shahih. HR. Al-Bukhari (No. 6114) dan Muslim (No. 2609) dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu anhu)

Amarah dapat menghancurkan sedangkan sabar adalah kebaikan yang mampu mempertahankan sehingga sebagai orang muslim yang hendaklah mengetahui keutamaan-keutamaan dari menahan amarah, selain menjauhkan dari kemungkinan keburukan juga di dalamnya dapat menuai kebaikan.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Haramkah Jika Menerima Lamaran Nikah Dua Kali?

Originally posted 2017-08-16 05:32:15.