Apa Hikmah Berpuasa Sebelum Dilaksanakannya Shalat Idul Adha?

Sumber Foto Dari: www.sisidunia.com

HIJAZ.ID – Perkara ini mungkin belum banyak diketahui oleh masyarakat kita. Sebab ketidakharusan mengerjakannya, syariat yang tentu bukan tanpa sebab ini banyak dilupakan. Menjadi asing bagi sebagian kita, mendengar ada syariat berpuasa sebelum melaksanakan shalat Idul Adha. Padahal Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakannya. Tersebab hadi raya Qurban merupakan satu dari dua hari istimewa, maka sepantasnyalah kita bersikap sebagaimana hamba-hamba yang mengupayakan keistimewaan itu.

Pada hari raya Qurban, umat muslim disyariatkan untuk berpuasa atau tidak menyantap makanan sebelum dilaksanakannya shalat dan penyembelihan hewan Qurban. Berbeda dengan hari raya Idul Fitri, yang justeru disunnahkan untuk makan – terkhusus kurma – sebelum berangkat untuk menunaikan shalat sunnah Id. Perbedaan ini tentu dipengaruhi oleh syariat yang mengikutinya.

Saat Idul Fitri, masyarakat muslim sudah lebih dulu menjalankan puasa penuh satu bulan. Sehingga sebagai pembeda dari hari-hari di satu bulan itu, Rasulullah menyarankan agar kita makan di pagi hari sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Begitu pula dengan Idul Adha, sebab pada hari-hari sebelumnya tidak ada kewajiban untuk berpuasa, maka awalilah hari kemenangan ini dengan berpuasa sebagai pembeda dari hari-hari biasanya.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Tirmidzi, yang sanadnya dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak keluar pada hari raya Fithri sehingga beliau makan dan tidak makan pada hari raya Adha sehingga beliau selesai shalat.” 

Baca Juga: Inilah Amalan yang Seringkali Terlupa di Bulan Dzulhijjah!

Hikmah dan keutamaan lain yang bisa didapat dari perayaan hari Qurban ialah memakan hidangan utama yang diambil dari sembelihan hewan Qurban. Ibadah Qurban merupakan sebuah bukti rasa tunduk kita pada Allah. Sebuah ritual yang teramat dalam pemaknaannya sebagai bentuk seorang hamba yang rela berkorban. Sebab itulah hendaknya makanan yang utama disantap pada hari itu ialah hewan qurban.

Sebagaimana sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Baihaqi menerangkan, Apabila Rasulullah kembali ke rumahnya, beliau makan dari hati hewan kurbannya.”

Imam Al-Shan/ani dalam kitab Subulus Salam menjelaskan hikmah lain, yakni menunjukkan kemurahan Allah bagi hamba-hamba-Nya untuk menyembelih hewan qurban. Sehingga yang paling utama adalah makan pada hari itu dari sembelihan hewan, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat qurban yang terkandung di dalamnya kebaikan dunia dan akhirat.

Terkhusus bagi yang memiliki hewan qurban, Rasulullah mengajarkan untuk mengakhirkan makan. Setelah melaksanakan shalat Id, maka segeralah kembali dan sembelihlah hewan qurbannya. Kemudian sarapanlah dengan hasil sembelihan itu. Sedangkan bagi yang tidak memiliki hewan qurban, maka tidak ada dampak apa-apa meski ia makan terlebih dahulu. Demikian yang dijelaskan oleh Ibnu Qudamah.

Berkata lagi Ibnu Qudamah, Ahmad berkata, ‘Dan pada Idul Adha, ia tidak makan sehingga pulang (dari shalat) apabila ia memiliki sembelihan, karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam makan dari sembelihannya. Jika ia tidak memiliki sembelihan (kurban), maka tidak apa-apa ia makan (sebelum berangkat shalat).’”

Lebih jelas, Ibnu Hazm menjelaskan, “Dan jika ia makan pada hari Idul Adha sebelum berangkat ke tempat shalat maka tak apa-apa. Dan jika ia tidak makan sehingga makan dari daging hewan kurbannya maka ini yang baik. Dan pokoknya tidak halal berpuasa pada keduanya (Idul Fitri dan Idul Adha).”

Ini adalah himbauan bagi saudara-saudara yang diberikan kemudahan rezeki sehingga mampu memiliki hewan qurban. Agar hendaknya menjaga agar tidak makan pada hari perayaan Idul Adha hingga selesai proses penyembelihan dan ia makan dari hasil sembelihannya itu. Sungguh tidak ada syariat yang tanpa ganjaran di sisi Allah. Semoga dengan puasa itu kita tergolong ke dalam hamba-hamba yang bersyukur sebab dilimpahkan kelebihan rezeki dan masih dijaga keimanan untuk menyadari kewajiban.

Sebab teramat banyak manusia yang dilimpahkan kelebihan, tapi masih terasa sulit mengeluarkannya di jalan-jalan kebaikan. Berpuasa hingga tersedianya makanan dari hewan sembelihan ialah satu bentuk rasa syukur yang insyaAllah mendapat balasan terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Baca Juga: Bolehkah Menyimpan Daging Qurban Lebih Dari Tiga Hari?

Originally posted 2017-08-17 02:40:39.