Rahasia Sahabat Ahli Puasa dan Shalat Malam Ustman bin Mazh’un

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Setiap hamba Allah mendapatkan takaran cobaannya masing-masing. Manusia yang paling berat takaran cobaannya ialah para nabi, kemudian disusul orang sahabat, dan para ulama yang membawa beban dakwah. Kuat dan lemahnya sebuah tekad dalam berjuang sangat bergantung pada iman yang terdapat dalam diri seseorang. Karena pada dasarnya, fitrah manusia itu bersih, suci, dan mulia, dan Islam merupakan agama yang ingin mengembalikan manusia kepada fitrahnya.

Ustman bin Mazh’un termasuk orang yang selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah dan berdakwah. Beliau masuk agama Islam setelah 13 orang masuk Islam sebelumnya. Di masa jahiliyahnya beliau telah mengharamkan khamar untuk dirinya. Beliau sering memakai pakaian yang terbuat dari kain yang kasar. Begitu juga dalam hal makan-makanan, beliau menyukai makanan yang terbuat dari bahan yang kasar.

Utsman bin Mazh’un pun banyak mengalami penderitaan dan penyiksaan, sehingga mengharuskannya untuk segera berhijrah ke Habasyah bersama Saib anaknya, Abdulullah, dan Qudamah saudaranya. Dalam sebuah riwayat mengatakan Utsman bin Mazh’un sebagai pimpinan rombongan orang-orang yang juga ikut berhijrah bersamanya.

Baca Juga : Gelar “Syahid yang Hidup” Untuk Sahabat Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu ‘Anhu

Setelah dua tahun menetap di Habasyah, Utsman bin Mazh’un mendapat berita sehingga beliau dan rombongannya kembali ke Mekah. Namun, ketika mengetahui bahwa berita itu bohong, maka Utsman bin Mazh’un berniat hendak kembali ke Habasyah. Singkat cerita sebelum beliau kembali Habasyah, beliau pergi mengunjungi sahabat dan tetangganya setelah berziarahi Baitul Haram. Namun, setelah sampai di Mekah Walid bin Mughirah menjebak beliau dengan bujukan menawarkan perlindungan kepadanya. Maka disiksalah Utsman bin Mazh’un oleh beberapa kaumnya.

Ketika Perang Badar dengan segera Utsman bin Mazh’un ikut serta untuk berjihad dengan segenap jiwa raganya. Setelah perang usai, beliau pulang dalam keadaan selamat. Beberapa waktu kemudian, beliau menghembuskan nafas terakhirnya di Madinah. Setelah berita wafatnya sampai pada Rasulullah, maka Rasulullah bergegas menuju rumah Utsman bin Mazh’un. Rasulullah disambut oleh istri Utsman bin Mazh’un yang tampak teramat sedih, kemudian Rasulullah mendekati jenazah Utsman seraya mengusap dan menciumnya dengan meneteskan air mata, serta bersabda,

“Wahai Abu Sa’ib (Utsman bin Mazh’un), semoga Allah merahmatimu. Kau meninggalkan dunia tanpa terkena fitnah dunia.” (HR. Ath-Thabrani dan Abu Nu’aim).

Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika Utsman bin Mazh’un wafat, istrinya berkata, “wahai Abu Sa’ib, selamat menikmati surga.” Kemudian Rasulullah bertanya kepadanya, “Dari mana kau mengetahuinya?” Dia menjawab, “Wahai Rasulullah, dulu dia berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari.” Rasulullah bersabda, “Sebenarnya kalau kau katakan bahwa dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, itu sudah cukup.”

Wallahu ‘Alam Bisshowab

Baca Juga : Nabi Nuh ‘Alaihissalam dan Banjir Terdahsyat Sepanjang Masa

Originally posted 2017-08-17 04:57:59.