Hal ini yang Terjadi Pada Ruh Setelah Terjadi Kematian

jingganyasenja.wordpress.com
HIJAZ.ID Kematian merupakan hal yang pasti terjadi dan pasti dialami oleh setiap makhluk, tergantung waktu kapan Allah akan mendatangkan hari berpisahnya jiwa dan ruh tersebut. Kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal kehidupan di alam yang lain yang lebih nyata, alam barzah. Lantas bagaimana dengan keadaan ruh setelah datangnya kematian? Simak ulasan berikut ini.

Telah dijelaskan dalam suatu ayat bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami benar-benar akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al Anbiyaa’: 35)

(QS. Al An’am: 32)

Dan dunia itu hanyalah sementara, bagi orang mukmin dunia itu layaknya penjara yang mana terdapat banyak godaan di dalamnya, dan akhirat itu lebih baik dan didambakan bagi orang-orang yang bertakwa. Dalam suatu ayat Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS. Al An’am: 32)

Baca Juga: Satu-Satunya Air yang Mampu Menjadi Penawar Penyakit Serta Memiliki Banyak Keutamaan

Dalam ayat t disebutkan bahwasanya ketika seseorang telah meninggal, maka akan diberikan ujian, mengenai amal perbuatan yang telah dilakukannya selama di dunia. Di alam kubur setelah jenazah dimakamkan maka datanglah malaikat Munkar dan  Nakir yang akan menanyai tiga pertanyaan, bagi kaum yang beriman maka dia mampu menjawabnya, namun bagi kaum yang tidak beriman maka akan sulit menjawab pertanyaan tersebut. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadits Al Barra’ bin ‘Azib bahwasanya:

 “Ketika seorang mayit telah selesai dikuburkan dan dihadapkan pada alam akhirat, maka akan datang padanya dua malaikat (yaitu malaikat Munkar dan Nakir) yang akan bertanya kepada sang mayit tiga pertanyaan.


Pertanyaan pertama, “Man Robbuka (Siapa Rabbmu)?”
Kedua,
 “Wa maa diinuka (Dan apakah agamamu)?”
Serta yang ketiga, “Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum (Serta siapakah orang yang diutus diantara kalian)?”

Berkaitan dengan pertanyaan malaikat tersebut di alam barzah, bagi orang mukmin Allah akan memberi keteguhan baginya untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan benar dan mudah. Sebagaimana yang tercantum dalam firman-Nya, bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

 “Allah Meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah akan Menyesatkan orang-orang yang dzalim dan Memperbuat apa yang Dia kehendaki.”
(QS. Ibrahim: 27)

Bagi yang tidak mampu menjawab pertanyaan malaikat tersebut, disebutkan dalam hadits bahwa dibukakan baginya pintu neraka. Hadits Al Barra’ bin ‘Azib menjelaskan tentang orang kafir, bahwasnya:

“Kemudian dibukakan baginya pintu Naar sehingga ia dapat melihat tempat tinggalnya di sana hingga hari kiamat.” (HR. Imam Ahmad)

Dijelaskan bahwa setelah ruh dicabut dari raga seseorang, maka ruh tersebut akan dibawa  naik oleh malaikat. Bagi orang yang mendustakan ayat Allah dan sombong, disebutkan bahwa ia tidak dibukakan pintu langit dan tidak pula masuk surga.  Dalam suatu ayat Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya), tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.” (QS. Al-A’raf: 40)

Dalam suatu ayat lainnya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS. Al-Haj: 31)

Dengan demkian karena adanya adzab kubur yang sangat keras, maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

 “Mintalah perlindungan kepada Allah dari adzab kubur.” Beliau ulangi dua atau tiga kali. Kemudian beliau berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur.”

Setiap perbuatan di dunia, baik buruknya manusia, sedikit banyaknya amalnya manusia telah diperhitungkan oleh Allah, bahkan sedikitpun kebaikan Allah akan menghitungnya. Allah telah memberikan kesempatan bagi manusia untuk berbenah diri selama di dunia, Allah pula telah menyediakan kesempatan seluas-luasnya bagi setiap insan untuk meraih pahala dan kebaikan sebanyak-banyaknya, bahkan amalan yang sederhana saja Allah akan memberikan kebaikan yang berlipat ganda. Tergantung bagaimana kita berikhtiar menjadi sebaik-baiknya makhluk, sebaik-baiknya umat, menjadi insan yang khusnul khotimah.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Wanita Menempuh Perjalanan Jauh, Apakah Dilarang Jika Tanpa Mahram?

Originally posted 2017-08-19 03:10:00.