Ternyata Inilah Alasan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam Mencintai Kucing

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Kucing merupakan salah satu hewan mamalia yang diistimewakan dalam Islam. Kucing memiliki beberapa fakta unik antara lain, kucing memiliki otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing juga dapat beradaptasi dengan sentuhan otot manusia. Pada permukaan lidahnya terdapat beberapa benjolan kecil yang runcing. Bentuk benjolan pada lidah kucing ini sangat membantunya untuk membersihkan kulit. Dan uniknya setiap kali kucing minum tidak ada setetespun cairan yang jatuh dari lidahnya.

Pada nyatanya kucing pada zaman jahiliyah dulu kucing dianiaya, karena dianggap sebagai sebagai simbol kejahatan iblis. Bahkan pada jaman jahiliyah dulu orang-orang percaya bahwa dengan membunuh kucing dan wanita pemiliknya dapat menghentikan kejahatan dan penyakit. Maka kucing dan wanita disiksa, dibakar dan dibunuh pada masa itu.

Kejamnya perlakuan manusia jaman jahiliyah dulu bertolak belakang dengan Islam. Pada masa Islam datang sebagai rahmat bagi seluruh alam, kucing menjadi hewan yang istimewa, dan para wanita pun diangkat derajatnya.

Baca Juga : Ketika Kucing Diperjual Belikan, Bagaimanakah Hukumnya dalam Islam?

Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam pun memiliki seekor kucing peliharaan yang diberi nama Mueeza. Rasulullah sangat menyayangi kucingnya tersebut. Hingga pada saat Rasulullah hendak mengambil jubahnya, sedang Mueeza sedang terlelap tidur di atas jubahnya. Nabipun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza, karena tidak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu.

Adapun alasan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam sangat menyayangi kucing dijelaskan dalam riwayat berikut ini. Dalam beberapa hadits diriwayatkan tentang kedudukan kucing yang istimewa, yang artinya;

“Aku (Aisyah) dan Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam berwudhu dari satu benjana yang sebelumnya telah dijilat kucing.” (HR. Ibnu Majah)

Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa segala yang ada pada diri kucing yakni kulit, lidah, air liur, keringat dan hidungnya itu suci. Bukti bahwa kucing merupakan hewan yang suci pun telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah mengenai kucing, yang sempat disinggung dalam paragraf pertama.

Dalam sebuah penelitian terhadap kucing membuktikan bahwa bagian luar kulit kucing negatif berkuman, dan ini telah dilakukan penelitian berulang-ulang. Cairan di dinding mulut kucing pun tidak mengandung kuman. Meskipun ditemukan kuman dalam proses penelitian tersebut, kuman itu termasuk kelompok kuman yang biasa yang terdapat pada tubuh manusia. Maka disimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman serta mikroba. Bahkan liur kucing bersih dan dapat memberihkan.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Dzikir Ini Bisa Membuat Dunia Berada dalam Genggaman Kita, Hanya dalam 10 Menit!

Originally posted 2017-08-18 00:58:11.