Tidur Saat Shalat Jum’at? Bagaimana Hukum dan Apa Solusinya?

Sumber Foto Dari: yatimmandiri.org

HIJAZ.ID – Mungkin ini dirasakan oleh banyak orang, terkhusus laki-laki muslim yang melaksanakan ibadah shalat di tengah hari Jum’at. Saat khatib mulai menaiki mimbar, seperti ada saja godaan untuk tidak mendengarkan dan menyimak dengan baik apa-apa yang dinasihatkan khatib. Banyak dari kita yang tetiba merasakan kantuk luar biasa, padahal sebelumnya tidak. Sebagian yang lain tergoda untuk bicara pada sesama teman, padahal khatib sedang menyampaikan nasihat-nasihat kehidupan.

Lagi-lagi, syaitan selalu berusaha membuat manusia lalai pada keutamaan dan kesempatan mencari ganjaran. Penting diketahui, jika ibadah shalat Jum’at sudah terhitung sejak khatib naik mimbar, dan setiap jamaah diwajibkan menyimak dan mendengarkan – tidak bersuara dan berbicara. Tersebab itulah, syaitan menggoda dengan meniupkan tipu daya agar manusia merasakan kantuk hingga tak kuat menahannya.

Seringkali kita lihat, atau bahkan dialami sendiri, sebelum Jum’atan sama sekali tidak merasakan kantuk, namun saat duduk mendengarkan khatib menyampaikan nasihatnya, kantuk serasa teramat sulit dicegah. Hingga banyak dari kita yang pulas tertidur, tak sadar dan tak sama sekali menyimak apa-apa yang diceramahkan oleh khatib.

Berhati-hatilah saudara, sebab tidurnya orang yang sedang melaksanakan ibadah Jum’at termasuk ke dalam perkata yang tidak dibenarkan. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu ‘Aun, dari Ibnu Sirin, Mereka (para ulama) tidak menyukai tidur pada saat imam berkhutbah dan mereka memperingatkan tentang itu dengan peringatan yang keras.

Bayangkan saja, ibadah Jum’at sudah dimulai sejak khatib naik mimbar, tentu akan hilang banyak keutamaan jika kita tidur dan terbangun sesaat sebelum ibadah inti shalat dilaksanakan. Begitulah syaitan, selalu tidak membiarkan manusia mendapatkan satu ganjaran dengan mudah.

Baca Juga: Apa Hikmah Berpuasa Sebelum Dilaksanakannya Shalat Idul Adha?

Keadaan ini jelas dirasakan oleh banyak orang. Bahkan parahnya, sepulang dari menunaikan ibadah shalat Jum’at, kantuk seketika hilang dan seperti tidak ada sama sekali. Apalagi jika tidak tipu daya yang demikian itu? Karenanya sudah semestinya kita memohon dan terus berupaya memberikan perlawanan.

Jika kantuk mendera kita saat khatib di atas mimbar, hendaklah melakukan sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tertuang dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dari Ibnu ‘Umar, “Jika salah seorang kalian mengantuk di masjid pada hari Jum’at, hendaknya dia pindah dari tempat duduknya itu ke tempat lain.

Jika tetiba merasakan kantuk yang sulit ditahan, Rasulullah menganjurkan agar hendaknya kita pindah dari satu tempat ke tempat duduk lainnya. Demikian ialah upaya kita agar terhindari dari godaa syaitan yang terus menerus meniupkan hawa-hawa kantuk. Berpindahnya dari satu tempat berarti meninggalkan tipu daya, berikhtiar untuk melawan godaan syaitan.

Tidak ada salahnya mencoba solusi yang jelas sumber keshahihannya dari manusia terbaik di muka bumi. Mudah-mudahan kita dapat terhindar dari terjerumusnya ke dalam jebakan syaitan. Semoga kita dapat dimudahkan untuk melawan dan mengambil keutamanaan.

Baca Juga: Bolehkah Menyimpan Daging Qurban Lebih Dari Tiga Hari?

Originally posted 2017-08-18 06:55:34.