Siapa Sangka, Ternyata Amalan-Amalan Sederhana Ini Pembuka Jalan Menuju Surga!

Sumber Foto Dari: www.notigatos.es

HIJAZ.ID – Setiap ada satu pintu keburukan di muka bumi, sesungguhnya ada berkali lipat pintu kebaikan yang bisa diupayakan. Itulah sebagian dari bukti Maha Pemurahnya Allah, sebab menyediakan begitu banyak kesempatan untuk bisa menjadi hamba-hamba yang tergolong baik di sisi-Nya. Bahkan di setiap detik waktu kita, selalu ada amalan-amalan sederhana yang bisa dilakukan sebagai bekal menuju Allah. Bahkan di setiap sisi kehidupan kita, selalu ada saja perkara-perkara yang bisa semakin mendekatkan diri pada Sang Maha Pencipta dan Kuasa.

Hanya saja sebagian manusia lebih mengutamakan hawa nafsunya dari sisi taatnya pada Allah. Ditambah pula dengan godaan syaitan yang tak henti-hentinya membisikkan keburukan dan kemaksiatan. Mendorong kita agar selalu lalai berbuat kebaikan. Mengarahkan pikiran agar terus-menerus fokus pada kehidupan dunia. Khawatir pada masa depan hidup di alam yang teramat sementara, hingga lupa jika sebaik-baik persiapan ialah menuju kehidupan selepas kematian.

Banyak dari kita yang belum mengatahui, atau bila pun sudah, seringkali dengan mudah mengabaikan amalan-amalan yang sesungguhnya sederhana, tetapi mengandung nilai pahala teramat istimewa. Amalan yang bisa jadi hanya dikerjakan dalam waktu sangat singkat. Benar-benar sederhana, hingga sebagian manusia tidak sadar bila di selanya ada jalan-jalan surga yang terbuka.

1. Memberi minum binatang. Manusia era kini sudah semakin kehilangan rasa empati pada sesamanya. Jangankan pada hewan, pada sesamanya pun seringkali terabaikan. Rasa peka pada sesama makhluk yang bernyawa. Setiap manusa telah sibuk pada urusan hidupnya masing-masing. Hingga seolah tidak lagi memiliki waktu dan kesempatan untuk memikirkan manusia lain, atau bahkan makhluk selain dirinya sendiri.

Akhlak dan perilaku semakin terasa degradasinya. Menuju sisa usia dunia ini, banyak manusia yang kehilangan hati nuraninya. Berperilaku tidak baik pada manusia, terlebih pada hewan. Padahal akhlak yang terjaga pada hewan saja telah dijanjikan surga, apalagi pada makhluk lain, utamanya kepada sesama manusia.

Salah satu akhlak pada hewan yang dapat membukakan jalan menuju surga ialah memberikan minum. Terkisah jelas dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Ketika sedang melakukan perjalanan, seorang laki-laki merasa haus, lalu ia menuju ke sebuah sumur dan minum air. Setelah ia keluar, ternyata ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dan memakan pasir karena kehausan. Lelaki itu bergumam, ‘Anjing ini telah merasa kehausan seperti yang telah aku rasakan’.

Ia pun kembali menuju sumur dan memenuhi sepatunya dengan air, lalu memberikan minum anjing tersebut. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuni segala dosanya. Mereka (para sahabat) bertanya: Wahai Rasullullah, apakah kita akan mendapatkan pahala dengan memberi minum binatang? Beliau menjawab: “Pada setiap limpa yang basah, terdapat pahala”.

Baca Juga: Apa Hikmah Berpuasa Sebelum Dilaksanakannya Shalat Idul Adha?

2. Menyingkirkan batu dari jalan. Setiap kita pasti pernah mengalami atau menemukan kejadian sebagaimana judul pada poin ini. Terdapat batu atau benda-benda yang berkemungkinan membahayakan orang-orang di jalan. Meski banyak orang menyaksikan, tapi sedikit dari mereka yang tergerak hatinya, sadar akan tuntunan baginda Nabi untuk sekiranya mencoba menyingkirkan. Ada banyak manusia yang tidak menyadari betapa pahala yang Allah sediakan bagi mereka yang bersedia mengerjakan amalan teramat sederhana itu; menyingkirkan batu dari jalan.

Tidak banyak pula manusia yang paham keutamaan, hingga godaan syaitan untuk memalingkan pandangan dan hatinya terasa demikian besar. Padahal dalam sebuah riwayat, Imam Bukhari menerangkan, “Barangsiapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan, maka ia akan masuk surga” 

3. Menjenguk orang sakit. Kepedulian datangnya dari hati, bukan dari yang lainnya. Meski punya sejuta teman, tapi tidak banyak dari mereka yang memilih peduli saat kita sedang jatuh atau dalam kondisi yang tidak baik. Tidak perlu membayangkan yang terlampau berat, saat kita sakit pun, berapa dari jumlah teman yang bersedia meluangkan waktu menjenguk? Berapa dari mereka yang di tengah sibuknya, memilih untuk menyisakan waktu, tenaga dan kesempatan untuk mendatangi kita, memberikan semangat.

Sudah bisa dipastikan, tidak akan sebanyak semestinya – hanya beberapa. Begitu pula dengan yang terjadi pada kita. Jika ada teman yang sedang sakit, apakah dengan menyegerakan diri kita tergerak menjenguknya? Atau kita justeru mencari-cari alasan agar dinilai sibuk dan tidak ada waktu. Lagi-lagi, kepedulian datangnya dari hati. Sesibuk-sibuknya kita, jika bersedia meluangkan waktu, tidak akan pernah keluar kata-kata; tidak ada waktu. Terlebih jika kita paham pada ganjaran yang akan diberikan pada orang yang bersedia menjenguk saudaranya di saat sakitnya.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Abu Hurairah, “Barang siapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru: “Engkau adalah orang yang baik, langkahmu adalah langkah yang baik, dan engkau telah mendapatkan suatu posisi di surga”.

Baca Juga: Tidur Saat Shalat Jum’at? Bagaimana Hukum dan Apa Solusinya?

Originally posted 2017-08-18 23:06:28.