Pemakan Riba, Penghuni Neraka yang Kekal Didalamnya

Sumber foto dari bisnis.liputan6.com
HIJAZ.ID Secara bahasa riba merupakan harta tambahan dari harta pokok yang diperoleh dengan cara yang menyalahi kaidah agama. Allah Subhanahu wata’ala bahkan melarang secara tegas dalam ayat-ayat Al Quran, serta Rasulullah juga telah melarang adanya riba dalam suatu aktivitas perekonomian manusia. Dan tentunya dibalik larangan tersebut terdapat ancaman bagi para pelaku riba. Lantas apa sajakah ancaman bagi para pelaku riba? Berikut simak ulasan berikut.

Dalam suatu hadits, telah ditegaskan tentang larangan memakan harta riba, Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu disebabkan mereka berkata (berpendapat) bahwa sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah (2): 275)
Dalam ayat lain dijelaskan bahwasanya orang yang memakan riba akan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya. Dalam suatu ayat Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. 2 : 278 – 279)

Dan dalam suatu ayat Allah telah menegaskan terkait pemusnahan bagi seseorang yang memakan riba. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.” (QS. Al Baqarah (2): 276)

Di hadits juga disebutkan bahwa Rasulullah melaknat orang yang memakan riba. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).

Baca Juga: Takdir Bisakah Diubah? Perhatikan Hal Ini!

Bahkan disebutka bahwa melakukan riba yang diketahui maka baginya lebih berat daripada tiga puluh enam perzinaan. Dari Abdullah bin Handzalah (ghasilul malaikah) berkata, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda:

“Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang dan ia mengetahuinya, maka hal itu lebih berat dari pada tiga puluh enam perzinaan.” (HR. Ahmad, Daruquthni dan Thabrani
Pun juga dijelaskan dalam hadits dari Abdullah bin Mas’ud RA dari Rasulullah SAW beliau berkata:

Tidaklah suatu kaum menampakkan riba dan zina, melainkan mereka menghalalkan terhadap diri mereka sendiri azab dari Allah Subhanahu wata’ala.”. (HR. Ibnu Majah)

Sebagamana yang disebutkan  Al Quran, bahwasanya Allah menghalalkan jual beli, namun di dalamnya Allah dengan tegas melarang riba, karena mudharatnya sangat besar jika melakukannya. Ancaman bagi pemakan riba pun telah diulas secara tegas dalam ayat dan hadits, maka dari itu menghindarinya merupakan suatu keharusan, karena setiap perihal di dalam Islam telah diatur kaidahnya, dan kita haruslah memenuhi kaidah-kaidah tersebut.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Bolehkah Merayakan Ulang Tahun dalam Islam?

Originally posted 2017-08-19 14:21:26.