Inilah 3 Waktu Mustajab Untuk Berdo’a!

Sumber Foto Dari: www.nu.or.id

HIJAZ.ID – Berdo’a merupakan sebuah aktivitas yang sesungguhnya menjadi kebutuhan setiap manusia. Jelas sebagai makhluk yang tak berdaya, setiap kita sangat tergantung pada Dzat Maha Kuasa. Apa-apa yang terjadi hari ini, segala sesuatu yang sedang kita miliki dan rasakan saat ini mutlak sebentuk kasih sayang Allah. Tiada daya dan upaya manusia kecuali senantiasa berharap belas kasih-Nya.

Tersebab itulah sepatutnya kita senantiasa memohonkan pada Allah, segala sesuatu yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari. Bukankah satu dari tiga jiwa kehidupan ialah do’a, selain ikhtiar dan tawakal? Tiada berarti sempurnanya ikhtiar tanpa memintakan perwujudannya pada Sang Pemilik Kehidupan. Sempurnanya perpaduan ketiganya yang menjadikan segala sesuatu menjadi terwujud dan sesuai pengharapan.

Mohonkanlah pengharapan pada waktu-waktu yang baik dan memungkinkan terkabulnya. Mengetahui dan memanjatkan sesuai yang dituntunkan ialah bagian dari menyempurnakan permohonan. Hingga kiranya Allah dengan ke-Maha Pemurahnya mengabulkan dan memberikan perwujudan.

1) Waktu sahur, sebab di waktu inilah Allah turun ke langit dunia. Inilah yang menjadi salah satu keutamaan bagi orang-orang yang berpuasa. Selain mendapatkan pahala berpuasa, rangkaian sahurnya pun merupakan waktu yang sangat baik untuk memanjatkan hajat dan permohonan. Sebab itu manfaatkanlah waktu-waktu di antara sahur dan turunnya fajar (subuh) untuk sebanyak-banyaknya memanjatkan do’a.

Sebagaimana tertuang dalam sebuah hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Allah berfirman, “Siapa saja yang berdo’a kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.”

Lebih jelas, Ibnu Hajar dalam kitab Fath Al-Bari menerangkan, do’a dan istigfar di waktu sahur mudah dikabulkan.”

Melengkapi keterangan di atas, Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim berkata, “Pada waktu itu adalah waktu tersebarnya rahmat, banyak permintaan yang diberi dan dikabulkan, dan jula nikmat semakin sempurna kala itu.”

Baca Juga: Siapa Sangka, Ternyata Amalan-Amalan Sederhana Ini Pembuka Jalan Menuju Surga!

2) Pada hari Jum’at, duduknya imam di antara dua khutbah dan waktu antara azhar hingga tenggelamnya matahari. Hari ini istimewa bagi umat Islam, sebab diibaratkan sebagai hari raya kecil yang di dalamnya terkandung banyak keutamaan. Salah satu dari keutamaan itu ialah menjadi waktu mustajab untuk memanjatkan do’a-do’a.

Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan suatu do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.” Dan beliau berisyarat dengan tangannya akan sebentarnya waktu tersebut.”

Ada dua waktu yang mustajab di hari Jum’at, ialah saat khatib duduk di antara dua khutbah dan waktu azhar hingga tenggelamnya matahari. Sebuah hadist dari Imam Muslim menerangkan perihal yang pertama, dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, berkata ia, “Abdullah bin  ‘Umar bertanya padaku, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai waktu mustajabnya do’a di hari Jum’at?” Abu Burdah menjawab, “Iya betul, aku pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khutbah hingga imam menunaikan shalat Jum’at.”

Waktu kedua ialah dari Azhar hingga tenggelamnya matahari. Sebagaimana hadist yang diriwayatan oleh Abu Dawud dan An-Nasa’i, disahihkan oleh Al-Hafidz Abu Thahir, (Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.”

3) Antara adzan dan iqamah. Waktu mustajab berikutnya ialah di antara adzan dan iqamah. Tersebab itulah sebaiknya kita mengisi waktu ini dengan shalat dua rakaat yang kemudian dilanjutkan dengan berdoa. Hindarilah berbicara atau melakukan aktivitas lain. Sebaiknya manfaatkan untuk meninggikan pengharapan pada apa-apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan. Sandarkan semuanya pada Allah, semoga kelak apa-apa yang dipanjatkan berubah perwujudan.

Sebuah hadist dari Annas bin Malik, yang diriwayatkan oleh Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth, Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).”

Baca Juga: Hati-Hati, Beberapa Dosa Besar Banyak Dilakukan Tanpa Sadar!

 

 

Originally posted 2017-08-20 01:54:27.