Hikmah Kesedihan Sebagai Penghapus Dosa & Penambah Pahala

Sumber foto dari sesawi.net
HIJAZ.ID Tak ubahnya kehidupan memiliki dua sisi, kebahagiaan dan kesedihan, yang mana keduanya merupakan ujian iman. Kebahagiaan merupakan ujian yang mana seseorang untuk memilih syukur atau kufur, juga dengan kesedihan bagi yang mengalaminya memilih meratapi lalu membenci atau memilih sabar lalu bertawakkal. Lantas apa yang kita peroleh dari kesedihan? Berikut simak ulasannya.

Dalam suatu ayat dijelaskan bahwasanya bagi orang-orang yang bersabar atas kesedihannya, maka Allah akan memberikannya balasan pahala yang tidak terbatas. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Sesungguhnya balasan pahala bagi orang-orang yang sabar adalah tidak terbatas.” (QS. Az Zumar: 10)

Selain itu dalam ayat lainnya dijlaskan bahwa kesedihan akan membawa hidayah bagi yang bersabar dan beriman. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah (bersabar) niscaya Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya. Allahlah yang maha mengetahui segala sesuatu.” (QS At-Taghaabun: 11)

“Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan serta kekurangan harta benda, jiwa, dan buah-buahan. Maka berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila tertimpa musibah mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya kami ini berasal dari Allah, dan kami juga akan kembali kepada-Nya.’ Mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan ucapan sholawat (pujian) dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh hidayah.” (QS Al Baqarah: 155-157)

Dalam Surah Ath Tholaq dijelaskan bahwa Allah akan mencukupkan keperluannnya bagi orang yang bertawakkal kepada Allah. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).

Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)
Menhenai kesedihan, kondisi tersebut juga mampu menghapuskan dosa. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannnya dosa-dosanya.” (Muttafaqun alaih)

Berkaitan dengan kesedihan sebagai penghapus dosa, Ibnu Taimiyah berkata,

“Apa pun yang dialami manusia, jika hal tersebut menyenangkannya, itu jelas merupakan sebuah nikmat dan jika menyedihkannya, maka hal tersebut tetap merupakan nikmat ditinjau dari segi menghapus kesalahan-kesalahannya dan diberi pahala apabila dia bersabar menerimanya.

Dalam hadits yang lain, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan.” (Hadits riwayat Abdu bin Humaid di dalam Musnad-nya dengan nomor 636, Ad Durrah As Salafiyyah hal. 148)

Baca Juga: Salah Satu Jalan Sederhana untuk Menggapai Rahmat Allah

Dari Anas, beliau berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada hamba-Nya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (Hadits riwayat At Tirmidzi dengan nomor 2396 di dalam Az Zuhud. Bab tentang kesabaran menghadapi musibah. Beliau mengatakan: hadits ini hasan gharib. Ia juga diriwayatkan oleh Al Haakim dalam Al Mustadrak (1/349, 4/376 dan 377). Ia tercantum dalam Ash Shahihah karya Al Albani dengan nomor 1220).

Imam Ahmad Rahimahullah berkata:

“Di dalam Al Quran kata sabar disebutkan dalam 90 tempat lebih. Sabar adalah bagian iman, sebagaimana kedudukan kepala bagi jasad. Sebab orang yang tidak punya kesabaran dalam menjalankan ketaatan, tidak punya kesabaran untuk menjauhi maksiat serta tidak sabar tatkala tertimpa takdir yang menyakitkan maka dia kehilangan banyak sekali bagian keimanan.”

Dari segala kesedihan, maka perlu ingatlah janji Allah dalam ayat ini. Bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6)

Karena janji Allah itu suatu hal yang pasti, bahwasanya setiap kesulitan, kesedihan, dan musibah dibaliknya terdapat jalan kemudahan, tugas seorang insan adalah berihktiar, berikhtiar semaksimal mungkin untuk meraih jalan keluar, untuk tetap husnudzon kepada Allah, bahwasanya Allah selalu ada bersama kita.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Karena Model Jilbab ini Seorang Wanita Tidak Bisa Mencium Bau Surga, Bagaimana dengan Kaidah Islam?

Originally posted 2017-08-20 08:36:00.