Berdoa Selain dengan Bahasa Arab, Diperbolehkan?

Sumber foto dari viva.co.id
HIJAZ.ID Doa merupakan perantara antara seorang makhluk dengan Allah. Allah telah memberikan kesempatan bagi setiap makhluk-Nya untuk meminta, untuk mengungkapkan kebutuhan ataupun keinginan. Karena merupakan media perantara dialog dengan-Nya, dalam berdoa pun terdapat adab yang harus dipenuhi, diantaranya dengan menggunakan bahasa yang halus, perkataan yang baik, serta tumakninah, dan yang utama adalah yakin, husnudzon kepada Allah. Pada umumnya doa yang sering tercantum dalam tuntunan merupakan doa yang menggunakan bahasa Arab, lantas bagaimana dengan doa yang menggunakan bahasa selain bahasa Arab? Apakah hal tersebut diperbolehkan? Yuk simak ulasannya.

Dalam suatu pernyataan dijelaskan bahwasanya berdoa dengan menggunakan bahasa apapun sah-sah saja hukumnya, karena pada dasarnya Allah Maha Mengetahui, bahkan sebelum seorang makhluk mengucapkan doa, Allah sudah mengetahui niat dan tujuan hati makhluk-Nya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menerangkan bahwasanya:

“Berdoa boleh dengan bahasa Arab dan bahasa non Arab. Allah Subhanahu wa a’ala tentu saja mengetahui setiap maksud hamba walaupun lisannya pun tidak bisa menyuarakan. Allah Maha Mengetahui setiap do’a dalam berbagai bahasa pun itu dan Dia pun Maha Mengetahui setiap kebutuhan yang dipanjatkan”. (Majmu’ Al Fatawa)

Berkaitan dengan doa, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

Kemudian pilihlah doa pada Allah yang disukai, berdoalah.”  (HR. Bukhari No. 835 dan Muslim No. 402).

Baca Juga: Bahasa Arab, Bahasa Ahli Surga

Namun dijelaskan pula, bahwasanya doa yang terbaik tetaplah dianjurkan dengan menggunakan bahasa Arab, yaitu berdasarkan ayat-ayat dalam Al Quran dan As Sunnah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan:

 “Sudah sepatutnya setiap hamba berdoa dengan doa yang syar’i yang disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Karena do’a yang berasal dari keduanya tidak diragukan lagi keutamaannya dan kebaikannya. Do’a yang ada pada keduanya termasuk doa’ para Nabi, para shidiqin, para syuhada’, orang-orang sholih yang menjadi teman terbaik yang tentu berada di jalan yang lurus. ”

Meskipun Terdapat pendapat lain yang berkebalikan, namun berkaitan dengan diperbolehkannya berdoa dengan bahasa selain bahasa Arab dijelaskan pula dalam Ibnu Hajar Al Asqolani bahwasanya:

“Boleh saja berdoa di dalam sholat dengan doa yang tidak terdapat dalam Al Quran. Hal ini berbeda dengan pendapat ulama Hanafiyah.” (Fathul Bari, 2: 230)

Sungguh Allah tidak mempersulit hamba-Nya dalam beribadah, dalam berdoa untuk menyampaikan beban yang ada dalam hatinya. Bahkan Allah sangat menganjurkan bagi makhluk-Nya untuk berdoa dan meminta. Allah telah menciptakan dan memberikan berbagai jalan kemudahan bagi makhluk-Nya untuk menuju jalan-Nya, Allah Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Agar Doa Segera Dikabulkan, Perhatikan Waktu yang Tepat ini!

Originally posted 2017-08-20 14:11:20.