Keistimewaan Menyantuni Anak Yatim yang Harus Diketahui!

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Anak merupakan rejeki dan titipan dari Allah Subhanallahu wa Ta’alla sebagai amanah yang kelak akan dipertanggung jawabkan. Jika berhasil dalam mendidiknya, maka orang tuanya akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang telah mereka perjuangkan. Begitu pula sebaliknya, jika orang tua gagal dalam mendidik anak, maka bencana dan balasan atas segala perbuatan anak yang tidak baik akan diberikan kepada kedua orang tuanya.

Adapun anak-anak yatim yang ditinggal mati oleh ayahnya. Dalam keluarga mereka hilanglah tulang punggung keluarga sekaligus figur seorang ayah yang selalu mengayomi anaknya. Ibunya mencari nafkah menggantikan peran ayah, dan kasih sayang serta perhatian ibupun berkurang karena sibuk dengan bekerja. Oleh karena itu, sebagian besar anak yatim tampak seperti anak yang selalu mencari perhatian orang di sekitarnya. Dengan sikapnya tersebut sebagian besar masyarakat mengecap mereka sebagai anak yang nakal karena menghalalkan segala cara untuk menarik perhatian orang lain.

Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi seluruh yang ada di muka bumi. Islam mengajarkan untuk memiliki akhlak mulia. Salah satu akhlak mulia yakni menyantuni anak yatim. Karena anak yatim merupakan anak yang sangat membutuhkan kasih sayang dan pertolongan.

Baca Juga : Tidur Saat Shalat Jum’at? Bagaimana Hukum dan Apa Solusinya?

Sejalan dengan hal tersebut Allah Subhanallahu wa Ta’ala memberikan petunjuk pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam untuk menganjurkan ummatnya, agar menyantuni anak yatim, karena mereka membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang di sekitarnya agar mereka tumbuh sebagai pribadi yang baik, bukan dicela sehingga menjadi pribadi yang kurang baik. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda tentang keutamaan menyantuni anak-anak yatim.

Adapun keistimewaan seseorang yang dengan sepenuh hati menyantuni anak yatim dijelaskan dalam sebuah hadits shahih.

Dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu ‘Anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda: “Aku dan orang yang menagnggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” kemudian Rasulullah mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau serta agak merenggangkan keduanya. (HR. Al-Bukhori no. 4998 dan 5659)

Dapat ditarik kesimpulan dari hadits tersebut bahwa keistimewaan orang-orang yang menyantuni anak yatim yakni seperti yang dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata; “Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.” Maka, orang yang menyantuni anak yatim akan menjadi sahabat dekat Rasulullah kelak di surga.

Wallahu A‘lam Bisshowab
Baca Juga : Ingin Menjadi Tetangga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di Surga? Perkara Inilah Kuncinya!

Originally posted 2017-08-21 04:57:59.