Akad Nikah di Masjid, Bagaimanakah Hukumnya?

Sumber foto dari tandapagar.com
HIJAZ.ID Pernikahan merupakan suatu hal yang sakral, maka dalam melakasanakannya pun diperlukan persiapa yang matang, baik persiapan lahir maupun batin. Termasuk tempat akad nikah yang menjadi unsur penting dalam suatu pernikahan, pada uumnya orang menilai masjid sebagai tempat strategis bagi mempelai yang akan melangsungkan akad pernikahan. Lantas apakah terdapat hukum atau sunnah yang menjelaskan tentang akad nikah dimasjid? Berikut simak ulasannya.

Selain sebagai sunnah, pernikahan telah ditegaskan anjurannya dalam suatu ayat Al Quran, bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

Dalam hadits juga disebutkan tentang pernikahan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha)

Terkait dengan sunnah melangsungkan akad nikah dimasjid, sebagian bersandar pada hadits dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Umumkan pernikahan, adakan akad nikah di masjid, dan meriahkan dengan memukul rebana.” (HR. At-Tirmidzi 1:202, Baihaqi 7:290). Namun hadits ini dinilai dhaif (lemah), tidak shahih.

Baca Juga: Menunda Nikah, Banyak Keutamaan Tertunda?

Terkait tidak adanya hadits yang shahih terkait akad nikah di masjid, Syaikh Amr bin Abdul Mun’im Salim mengatakan:

“Siapa yang meyakini adanya anjuran melangsungkan akad nikah di masjid memiliki nilai lebih dari pada di tempat lain maka dia telah membuat bid’ah dalam agama Allah.” (Adab Al-Khitbah wa Al-Zifaf, Hal.70).

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin Rahimahullah berkata:

“Aku tidak mengetahui (menemukan) dasar dan tidak pula dalil dari Nabi  Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: tentang anjuran akad nikah di masjid. Tetapi jika kebetulan ada seorang suami dan wali ada di masjid lalu dilangsungkan akad maka tidak apa-apa. Karena masalah ini bukan bagian dari jenis jual beli. Sebagaimana diketahui, jual beli di masjid adalah haram. Tetapi akad nikah bukan termasuk bagian dari jual beli. Maka jika dilaksanakan akad nikah di masjid, maka itu tidak apa-apa. Adapun menganjurkannya dengan mengatakan; “Keluarlah dari rumah menuju masjid”, atau membuat kesepakatan di masjid untuk pelaksanaan akad nikah maka ini membutuhkan dalil, dan aku tidak mengetahui satu dalilpun.” (Liqa’ al-Bab al-Maftuh: No. 12)

Dalam suatu pernyataan ditegaskan lagi, bahwasanya:

“Perkara dalam melangsungkan akad nikah di masjid dan tempat selainnya dalam tinjauan syar’i adalah luas. Tidak ada dalil satupun yang pasti yang kami ketahui untuk melangsungkannya di masjid secara khusus sebagai sunnah. Maka mengharuskannya pelaksanaannya di masjid adalah bid’ah. (Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Abdul Razzaq ‘Afifi, Syaikh Abdullah bin Ghadiyan/ Fatawa Lajnah daimah: 18/110-111)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menurut beberapa pendapat menikah di masjid diperbolehkan, namun terkait sunnah tentang melangsungkan akad di masjid hal tersebut belum ditemukan haditsnya yang shahih.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Golongan Wanita inilah yang Tidak Bisa Mencium Bau Surga

Originally posted 2017-08-21 23:43:19.