10 Golongan Orang yang Mengerjakan Shalat, Tapi Tidak Diterima Oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala!

Sumber Foto Dari: wahdah.or.id

HIJAZ.ID – Shalat ialah tuntunan yang setiap manusia muslim wajib menjalankannya. Shalat adalah tiang dari agama, pondasi dari kehidupan seorang manusia. Lebih jauh, ibadah yang diwajibkan sebanyak lima waktu dalam sehari itu ialah kebutuhan. Sebab terbentuknya perilaku-perilaku sesuai tuntunan ke-Islaman. Karenanyalah Rasulullah menegaskan, bila baik shalatnya, maka baik pula sikap dan perilakunya. Bukankah shalat yang baik dapat menghindarikan manusia dari berbuat keji dan munkar sebagaimana firman Allah di dalam Al-Qur’an?

Jika dipahami dan dipelajari lebih dalam, shalat bukanlah ibadah yang hanya sekadar rutinitas. Ianya adalah perjumpaan antara seorang hamba yang tak berdaya dengan Sang Khalik Pemilik Segalanya. Saat shalat itulah waktu teramat istimewa, sebab manusia sedang menjalin hubungan penghambaan dengan Rabbnya.

Meski telah merasa lengkap melaksanakan shalat. Meski sudah merasa sempurna mengerjakan. Ada hal-hal yang sekiranya perlu kita pikirkan, tentang kemungkinan diterima atau tidaknya semua ibadah yang telah kita kerjakan semasa hidup. Janganlah terlalu percaya diri, tersebab hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui dan berhak menentukan, diterimanya amalan atau hanya berujung pada kesia-siaan.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan, Sesiapa yang memelihara sholatnya, maka sholat itu sebagai cahaya petunjuk dan jalan selamat baginya. Dan barangsiapa yang tidak memelihara sholatnya, maka sesungguhnya sholat itu tiada bercahaya dan tiada pula menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.”

Dalam sebuah riwayat pula, Rasulullah memberikan petunjuk tentang 10 golongan manusia yang tidak akan diterima shalatnya oleh Allah azza wa jalla.

1) Seorang laki-laki yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu pun. Jelas bahwasanya shalat merupakan perlambangan dari komunikasi yang telah ditentukan rukun serta bacannya. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Mutafaqun ‘alaihi yang menegaskan, “Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al-Fatihah.”

2) Seorang laki-laki yang mengerjakan shalat tetapi tidak menunaikan zakat. Ada hampir di seluruh ayat tentang perintah shalat dalam Al-Qur’an, bersanding dengan perintah untuk menunaikan zakat. “Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” Di masa Rasulullah dan para sahabat, para pengingkar zakat benar-benar diperangi. Sebab Allah teramat murka kepada orang-orang yang dengan sengaja ingkar pada kewajiban zakatnya. Sebagaimana sebuah hadist riwayat Imam Muslim, ““Tidaklah pemilik harta simpanan yang tidak melakukan haknya padanya (maksudnya tidak mengeluarkan zakatnya, pent), kecuali harta simpanannya akan datang pada hari kiamat sebagai seekor ular jantan aqra’ yang akan mengikutinya dengan membuka mulutnya.

Jika ular itu mendatanginya, pemilik harta simpanan itu lari darinya. Lalu ular itu memanggilnya, ‘Allah harta simpananmu yang telah engkau sembunyikan! Aku tidak membutuhkannya.’ Maka ketika pemilik harta itu melihat, bahwa dia tidak dapat menghindar darinya, dia memasukkan tangannya ke dalam mulut ular tersebut. Maka ular itu memakannya sebagaimanabinatang jantan memakan makanannya.”

3) Seorang laki-laki yang meminum arak dan tidak meninggalkannya (bertaubat). Tidak akan sah shalat seseorang yang dikerjakan sehabis menelan minuman memabukkan, beralkohol semisal arak. Meski hanya seteguk, maka Allah tidak akan catatkan pahala shalatnya selama 40 hari.

Betapa Allah mengancam para peminum arak yang tidak berhenti dan bertaubat. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Thabrani, “Barang siapa meninggal sebagai peminum arak, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti penyembah berhala.”

4) Seorang laki-laki yang menjadi imam, padahal ada orang yang menjadi makmum membencinya. Inilah alasan mengapa menjaga hubungan dengan sesama manusia punya nilai keutamaan yang lebih dari sekadar menegakkan ibadah shalat. Sebab kehidupan ini tercipta dari dua poros, ialah hubungan vertikal juga horizontal. Sebagai makhluk sosial, sudah sepatutnya manusia menyadari kewajibannya untuk menjaga hubungan baik, menjalin silaturahmi pada sesamanya.

At-Tirmidzi menandaskan,“Sebagian ulama menganggap makruh seseorang menjadi imam bila jamaahnya tidak menyukainya. Kalau imamnya sendiri tidak berbuat zhalim, dosanya ditanggung oleh orang yang membencinya.” Ahmad dan Ishaq menegaskan, “Bila yang membencinya hanya satu, dua atau tiga orang saja, boleh saja ia tetap menjadi imam. Kecuali bila yang membencinya adalah mayoritas jamaah shalat.” 

Baca Juga: Tidak Wajib Melaksanakan Shalat Fardhu Bagi Orang-Orang Yang Begini!

5) Anak laki-laki yang melarikan diri dari rumah tanpa izin ibu dan bapaknya, atau hamba sahaya yang lari dari tuannya. Sebagaimana penjelasan yang tertuang dalam sebuah hadist dari Abu Umamah, “Ada tiga jenis orang yang shalatnya hanya sampai ke batas telinganya saja: Hamba sahaya (yang minggat) hingga ia pulang. Wanita yang tidur sementara suaminya dalam keadaan marah kepadanya. Imam shalat yang dibenci oleh jamaahnya.”

6) Istri yang durhaka pada suaminya. Betapa banyak wanita yang seringkali menenun dosa di dalam rumahnya sendiri. Tersebab ketidakpahamannya akan kewajiban menaati suaminya, mendengarkan perintahnya, santun dan hormat kepadanya. Bahkan wanita lebih banyak di neraka tersebab gagal menjalankan kewajibannya sebagai istri yang shalehah bagi suaminya.

Jelas tertuang dalam sebuah hadist riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, ” ” Tidaklah seorang perempuan menunaikan hak Tuhannya sehingga ia menunaikan hak suaminya”

7) Imam atau pemimpin yang sombong serta dzalim dan menganiaya. Betapa pemimpin diberikan amanah luar biasa, diwajibkan untuk bersikap adil pada semua yang dipimpinnya. Tidak mudah memegang amanah itu, maka Allah janjikan ganjaran yang berlaki lipat banyaknya. Agar setiap pemimpin terpicu untuk meraih keutamaannya, bukan justeru memanfaatkan wewenangnya untuk bersikap sekehendak hatinya. Sebab Allah telah menyediakan balasan teramat mengerikan, yang salah satu di antaranya tidak akan diterima shalatnya selagi ia berbuat dzalim kepada rakyatnya.

8) Perempuan yang mengerjakan shalat, tapi tidak menutup auratnya. Sebagaimana jelas tertuang dalam firmah Allah, bila seorang wanita diwajibkan untuk menjaga setiap sisi di tubuhnya. Menutup auratnya, kecuali pada sesama muhrimnya. Tidak akan diterima shalat seorang wanita, yang disaat mengerjakannya terbuka auratnya. Sebab itu perhatikanlah kesempurnaan persiapan sebelum memulai takbiratul ihram, jangan sampai hanya tersebab sehelai benang yang membuka sebagian tubuh, Allah tidak akan menerimanya sebagai pahala kebaikan.

9) Orang yang suka makan riba. Dosa riba ialah satu dari sekian dosa yang Allah sendiri akan memeranginya. Betapa berat dan besarnya dosa ini. Tidakkah manusia menyadari, bahwa sekecil-kecilnya dosa riba setara dengan menyetubui ibu kandung. Karenanyalah teramat wajar bila Allah tidak akan menerima shalatnya orang-orang yang gemar memakan harta riba. Sebagaimana kelak mereka akan dibangkitkan di hari kiamat seperti berdirinya orang yang terkena penyakit gila.

10) Orang yang dengan shalatnya tidak mampu menahannya dari perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana jelas tertuang dalam sebuah hadist, “Barang siapa yang sholatnya tidak dapat menahan daripada melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemungkaran Allah SWT dan jauh dari Allah SWT.”

Baca Juga: Inilah 4 Tanda Orang Yang Shalatnya Diterima, Sudahkah Kita Termasuk di antaranya?

Originally posted 2017-08-22 09:13:46.