Hati-Hati, Penggunaan Barang ini Dapat Berujung Dosa Bagi Perempuan!

Sumber foto dari caramuslim.com
HIJAZ.ID Keberadaan perempuan dalam Islam sangatlah dijaga, terdapat syari’at-syari’at sedemikian rupa yang mengatur perempuan mulai dari penampilannya hingga perihal akhlaknya, semua itu dikarenakan kaum perempuan itu istimewa dan harus dijaga. Termasuk di dalamnya penggunaan wewangian (parfum) bagi perempuan yang pada saat ini sudah dianggap wajar oleh sebagian orang. Bahkan terdapat berbagai variasi bau dan warna dari parfum yang mana menambah keterttarikan perempuan untuk menggunakannya. Lantas bagaimana Islam menghukumi perempuan yang menggunakan parfum? Apakah dilarang mutlak?  Simak ulasannya sebagai berikut.

Berkaitan dengan penggunaan parfum, dilarang bagi wanita yang menggunakannya dengan tujuan untuk menarik perhatian kaum lawan jenis. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits, bahwsanya:

Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur. (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ , No. 323 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Juga ketika wanita sholat di luar rumah dan memakai parfum yang sangat menyengat, Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

 “Perempuan manapun yang memakai parfum kemudian keluar ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga ia mandi.” (Hadits riwayat Ahmad, 2:444. Syaikh Al-Albani menilainya shahih dalam Shahihul Jami’, No.2703)

Baca Juga: Jenis Berhias Wanita yang Dilarang Dalam Islam

Disebutkan pula, bahwa wanita yang menggunakan parfum menyengat hingga dapat tercium oleh kaum laki-laki, dan mampu membangkitkan syahwat, sehingga hal tersebut dianggap zina. Dalam suatu hadits dijelaskan bahwasanya:

“Wanita jika memakai parfum kemudian melewati majelis (sekumpulan) laki-laki maka ia bisa membangkitkan syahwat laki-laki dan mendorong mereka untuk melihat kepadanya. Setiap yang melihat kepadanya maka matanya telah berzina. Wanita tersebut mendapat dosa karena memancing pandangan kepadanya dan membuat hati laki-laki tidak tenang. Jadi, ia adalah penyebab zina mata dan ia termasuk pezina.” (dari Faidhul Qadir)

Ada pun ketentuan parfum yang boleh digunakan oleh peremouan yaitu yang jelas warnanya namun samar baunya.  Berkaitan dengan hal tersebut Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

 “Wewangian seorang laki-laki adalah yang tidak jelas warnanya tapi tampak bau harumnya. Sedangkan wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak.” (HR. Baihaqi dalam Syu’abul Iman, No.7564; hadits hasan. Lihat: Fiqh Sunnah lin Nisa’, halaman 387)

Berkaitan dengan parfum yang diperbolehkan bagi perempuan, dikatakan pula bahwasanya:

“Maksud dari ‘wewangian perempuan adalah yang warnanya jelas namun baunya tidak begitu nampak’. Ulama berkata, ‘Ini bagi perempuan yang hendak keluar dari rumahnya. Jika tidak, ia bisa memakai parfum sekehendak hatinya” (Syarh Asy-Syama’il, 2:5)

Tidak hanya parfum, namun wewangian lain seperti sabun mapun deterjen yang baunya sangat mnyengat juga sebaiknya tidak digunakan. Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan:

 “Dianalogikan dengan minyak wangi (yang terlarang dipakai oleh muslimah ketika hendak keluar rumah) segala hal yang semisal dengan minyak wangi (sabun wangi dan lain-lain) karena penyebab dilarangnya wanita memakai minyak wangi adalah adanya sesuatu yang menggerakkan dan membangkitkan syahwat.” (Fathul Bari, 2: 349)

Namun seorang perempuan diperbolehkan memakai parfum yang baunya lebih kuat ketika di rumah yaitu untuk suami, dengan tujuan untuk menyenangkan hati suami. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata:

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “

Siapakah wanita yang paling baik?Jawab beliau,Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci” (HR. An-Nasai No. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

 

Islam sangat menghargai perempuan maka sudah seharusnya seorang wanita menjaga dirinya untuk dihargai. Menaati syari’at yang telah ditetapkan, mengimplementasikan syari’at tersebut dalam kehidupan, menjadi perempuan sholehah yang cantik lahir maupun bathin.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Menunda Nikah, Banyak Keutamaan Tertunda?

Originally posted 2017-08-23 08:53:43.