Inilah Shalat yang Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya!

Sumber Foto Dari: www.catatanfiqih.com

HIJAZ.ID – Terkandung berjuta keutamaan dalam tiap-tiap shalat yang disyariatkan kepada manusia. Hanya masalahnya, tidak banyak dari kita yang sadar dan berusaha mengambilnya. Semisal ada satu pohon berbuah lebat, yang sebagian banyak manusia ambil hanya yang seadanya saja, bukan buah-buah terbaiknya. Sebagaimana itu juga dalam beribadah. Bukankah banyak di antara manusia, termasuk diri sendiri, yang menjalankan ibadah sekadarnya. Hanya yang ringan-ringan saja, sebatas yang dikehendaki saja.

Meski kita sangat paham jika masa depan kelak di akhirat belum pasti, masih sepenuhnya misteri. Surga belum jelas, neraka masih menakutkan. Tapi yang kita lakukan pun teramat jauh mencerminkan sebagaimana orang-orang yang dengan sangat menginginkan surga. Shalat seadanya, yang penting telah gugur kewajiban. Sedekah jarang, puasa hanya di saat Ramadhan. Kita ingin surga, tapi beribadah sekadarnya?

Kebanyakan manusia sibuk pada dunianya. Khawatir jika esok belum pasti akan makan apa. Cemas tentang kecukupan materi sebagai bekal di masa depan. Hingga di tiap waktunya dipenuhi oleh kesibukan pekerjaan. Mengumpulkan sebanyak-banyaknya materi, menggapai kenikmatan-kenikmatan duniawi. Hingga banyak lupa bahwa di antara waktu itu ada hak-hak Allah. Ada kebutuhan kita untuk menyiapkan bekal menuju Allah.

Padahal Allah dengan ke-Maha Besarannya telah menjanjikan, barang siapa yang terus berusaha mengejar akhiratnya, maka akan dicukupkan pula dunianya. Ketaatan dan ketaqwaan sebagai bekal utama banyak ditinggalkan. Sebagian besar manusia hanya memikirkan kecerdasan pikirannya, tanpa menyeimbangkan bahkan mengutamakan kualitas ketaqwaannya.

Tidak perlu bermimpi menyamai Rasulullah, sebab teramat sulit bahkan hampir tidak mungkin. Cukup ikhtiarkan terus menerus untu mengambil satu demi satu keutamaan yang Allah telah sediakan. Sebagaimana yang terdapat pada salah satu shalat sunnah dua rakaat. Teramat ringan sesungguhnya, hanya yang selalu memberatkan ialah godaan syaitan untuk lalai terhadapnya.

Baca Juga: Siapakah yang Paling Bernilai di antara Kita?

Ialah shalat sunnah fajr, shalat dua rakaat yang di kerjakan antara adzan dan iqamah di waktu subuh. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadist, bahwa tidak ada shalat yang paling dijaga oleh Rasulullah kecuali shalat dua rakaat sebelum subuh. Dalam riwayat Imam Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menjaga shalat sunnah yang lebih daripada menjaga shalat sunnah dua raka’at sebelum Shubuh.”

Rasulullah teramat bersemangat bila telah tiba waktu ini. Beliau kemudian melaksanakan dua rakaat yang ringan, tentu ringan versi Rasulullah jauh berbeda dengan ringan versi manusia biasa. Beliau senantiasa istiqamah mengerjakan dua rakaat ini dengan perasaan hati yang teramat bersemangat. Imam Muslim menerangkan dalam sebuah riwayatnya, “Aku tidaklah pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat sunnah yang lebih semangat dibanding dengan shalat sunnah dua raka’at sebelum Fajar

Rasulullah pun mengajarkan dengan dua rakaat yang ringan. Pengibaratan ini seperti ingin menyampaikan pada semua manusia, bahwa sesungguhnya tidak berat bagi kita jika ingin mengambil keutamaan yang teramat besarnya dari Allah di waktu subuh. Hanya dengan dua rakaat yang ringan, seorang hamba telah mencatatkan ganjaran teramat istimewa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dijelaskan, bahwa dalam dua rakaatnya Rasulullah hanya membaca surah Al-Kafirun dan Surah Al-Ikhlas, jauh berbeda ketika beliau mengerjakan shalat-shalat sunnah yang lainnya. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ketika shalat sunnah qobliyah shubuh surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas”.

Mengapa begitu terjaganya shalat dua rakaat ini, hingga Rasulullah teramat bersemangat mengerjakannya. Apa yang sesungguhnya terkandung di dalamnya, hingga dua rakaat ringan ini teramat dicintai Rasulullah.

Ternyata meski hanya dua rakaat dan dikerjakan dengan ringan, shalat fajr mengandung keutamaan luar biasa istimewa. Hanya dengan mengerjakan dua rakaat, seorang hamba telah mencatatkan keutamaan di waktu subuh yang nilainya melebihi dunia dan seisinya.

Hanya dengan shalat fajr, dunia dan seisinya seolah-olah tak bernilai apa-apa. Sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat Imam Muslim, Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”

Baca Juga: Tidak Wajib Melaksanakan Shalat Fardhu Bagi Orang-Orang Yang Begini!

Originally posted 2017-08-24 04:38:32.