Indahnya Islam, Menjauhi Sifat Sombong Islam Mengajarkan Orang Dewasa Untuk Belajar Dari Anak-Anak

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Pada hakikatnya anak merupakan buah hati, salah satu rejeki yang tak ternilai harganya dari Allah Subhanallahu wa Ta’alla serta amanah yang harus dijaga. Karena setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah yakni suci. Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya:

“Seorang bayi tak dilahirkan (ke dunia ini) melainkan ia berada dalam kesucian (fitrah). Lalu dia berkata: Bacalah oleh kalian firman Allah yang berbunyi:… tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah itulah agama yang lurus. (QS. Ar-Ruum : 30)” (HR. Muslim No.4804).

Setiap anak terlahir dalam keadaan suci, dan yang merubahnya menjadi beriman atau sebaliknya kufur ialah orang tuanya. Rasulullah bersabda bahwa setiap orang adalah pemimpin dan setiap dari kalian masing-masing akan bertanggung jawab atas segala yang dipimpinnya. Oleh karena itu orang tua harus mengajarkan anak-anaknya agar menjadi manusia yang taat pada Allah. Sebagaimana hadits yang artinya:

“Ajarkanlah anak dan keluargamu tata krama dan etiket yang baik.” (Musannaf Abdul-Razzaq)

Baca Juga : Seperti Inilah Syarat Rumah Ideal bagi Muslim yang Disenangi Rasullulah
 

Selain Islam mengajarkan agar orang tua mendidik anaknya dengan baik. Islam juga mengajarkan sisi lain tentang anak, dari sikap polos anak-anak orang tua dapat mengambil banyak pelajaran dan hikmah. Adapun pelajaran yang dapat diperoleh dari fitrah sucinya anak-anak antara lain:

Pantang menyerah

Bermula dari anak-anak yang hanya bisa berbaring di tempat tidur, setelah mereka cukup kuat untuk menopang tubuhnya sendiri anak-anak akan berusaha untuk dapat membalikkan badannya, merangkak, duduk, berdiri, sampai berlari. Tak jarang mereka gagal dan terjatuh tapi selalu mereka abaikan hambatan kegagalan itu sampai tercapai yang mereka inginkan. Hal ini mengajarkan orang dewasa untuk tidak mudah menyerah dengan hambatan-hambatan yang ada.

Ketulusan hati

Ketika anak-anak berteman dan bersahabat dengan yang lainnya, tak jarang terjadi perselisihan bahkan pertengkaran kecil yang harus mereka hadapi. Namun, mereka tidak pernah menyimpan dendam dan mudah memaafkan serta berteman lagi seperti sedia kala. Hal ini bertolak belakang dengan yang terjadi di sebagian kalangan orang-orang dewasa. Oleh karena itu, orang dewasa sepatutnya belajar meniru anak-anak untuk melupakan kesalahan orang lain serta mudah memaafkan.

Enjoy

Menurut hasil penelitian anak-anak rata-rata tertawa kurang lebih 200 kali dalam sehari, sedangkan orang dewasa tertawa kurang lebih 14 sampai 17 kali sehari. Sebagian besar orang dewasa mengidap sifat pemarah dalam setiap harinya, karenanya lebih mudah terjangkit penyakit yang membahayakan seperti darah tinggi, dan jantungan. Oleh karena itu Islam mengajarkan kita untuk menjalani hidup dengan penuh rasa syukur, dan bersabar. Hal ini dapat kita contoh dari polosnya anak-anak yang senantiasa bergembira dengan kesederhanaan permainan yang mereka lakukan.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Suka Tidur Setelah Salat Subuh? Baca Dulu Penjelasan Ini

Originally posted 2017-08-24 04:59:31.