Perhatikan Empat Ciri ini Ketika Hendak Berqurban

Sumber foto dari cermati.com
HIJAZ.ID Hari raya idul Adha merupakan salah satu dari hari kebahagiaan umat Islam, yang mana pada hari tersebut dilakukan qurban pada hewan. Qurban sagat dianjurkan untuk dilakukan bagi setiap muslim yang mampu melakukannya. Tidak sekedar berqurban, namun di dalamnya juga terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi orang yang berqurban. Lantas apa sajakah yang hendak diperhatikan dalam berqurban? Berikut simak ulasannya.

Dan Anjuran tentang berqurban telah disebutkan dalam ayat Al Quran, bahwasanya Allah Subhanahu wata’ala:

“Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berqurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam).” (QS. Al Hajj: 34)

Disebutkan pula bahwa menyembelih hewan qurban hendaknya setelah dilakukan sholat idul Adha. Jundab bin Sufyan mengatakan, “Aku menyaksikan Idul Adha bersama Rasulullah. Usai shalat, beliau melihat kambing yang telah disembelih, maka beliau bersabda:

 “Barangsiapa yang menyembelih sebelum shalat maka sembelihlah kambing (lain) sebagai gantinya, dan barangsiapa yang belum menyembelih maka sembelihlah dengan membaca ‘bismillah’.”

Berkaitan dengan hewan qurban, telah disebutkan empat hal yang harus diperhatikan dari hewan qurban yaitu sebagai berikut. Dalam hadits No. 1359 disebutkan bahwasanya:

Dari Al Bara’ bin ‘Azib Radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah berdiri di tengah-tengah kami dan berkata, “Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: (1) buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, (2) sakit dan tampak jelas sakitnya, (3) pincang dan tampak jelas pincangnya, (4) sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang. (Dikeluarkan oleh yang lima (empat penulis kitab sunan ditambah dengan Imam Ahmad). Dishahihkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Hibban)

Baca Juga: Bolehkah Menyimpan Daging Qurban Lebih Dari Tiga Hari?

Imam Nawawi Rahimahullah mengatakan:

 “Para ulama sepakat akan disunnahkannya dan dianggap baik memilih hewan qurban yang terbaik (sempurna). Para ulama pun sepakat bahwa empat cacat yang disebutkan dalam hadits Al Bara’, yaitu sakit, sangat kurus, buta sebelah, dan pincang tidak sah berkurban dengan hewan semacam ini. Begitu pula yang semakna dengannya atau lebih jelek cacatnya juga tidak sah, seperti kedua matanya buta, kakinya terpotong atau semacam itu.”


Dijelaskan pula bahwasanya:

“…selayaknya bagi mereka yang mampu, tidak meninggalkan berqurban. Karena dengan berqurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan, wallahu a’lam.” (Tafsir Adwa’ul Bayan, 1120)
Berkaitan dengan qurban. Ibnu Hazm Rahimahullah bahwasanya:

 “Diwajibkan atas setiap orang yang berkurban untuk memakan sebagian hewan kurbannya dan itu harus dilakukan walaupun hanya sesuap atau lebih. Juga diwajibkan bershadaqah darinya dengan sesukanya, baik sedikit atau pun banyak dan itu harus, dan dimubahkan memberi makan kepada orang kaya dan kafir dan menghadiahkan sebagiannya jika ia berkeinginan untuk itu.” (Al-Muhalla (VIII/54))
Denggan demikian, berqurban sangat dianjurkan bagi tiap-tiap jiwa yang mampu melaksanakannya, dalam melaksanakannya pun perlu diperhatikan empat perkara terkait hewan qurban yang akan disembelih. Semoga dimudahkan jalan bagi kita semua untuk bersedekah dan berqurban di jalan Allah.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Membagikan Daging Kurban, Sebaiknya Mentah atau Matang?

Originally posted 2017-08-24 08:46:57.