Apakah Semua Muslim Akan Masuk Surga?

Sumber Foto Dari: internetpositif.uzone.id

HIJAZ.ID – Surga ialah tujuan utama, yang Allah berikan kesempatan untuk mengumpulkan bekal menujunya selama hidup di dunia. Meski tidak ada dzat yang bisa disepadankan dengannya, percaya bahwa kelak akan tiba suatu masa di mana semua manusia diadili berdasarkan amal perbuatannya. Kemudian dimasukkanlah sesuai bekal yang telah dikumpulkannya di dunia, menujulah ia pada surga atau justeru harus menahan pedihnya siksaan di dalam neraka.

Sebagai seorang beriman, kita hanya perlu percaya pada firman Allah, bahwa dengan ke-Maha Kuasaannya telah menyiapkan tempat-tempat terbaik kelak di akhirat. Bagi orang-orang muttaqien surgalah tempat berdiamnya. Bagi orang-orang kafir dan mungkar, nerakalah tempat pembalasan terbaiknya. Kehidupan akhiratlah sejatinya perjalanan. Selepas hari akhir, kehidupan ini akan selama-lamanya ditentukan dari apa-apa yang telah kita upayakan di dunia.

Tersebab itulah, sebaik-baik bekal dunia ialah yang bermanfaat bagi kehidupan kelak di akhirat. Hakikat lahirnya manusia di muka bumi hanyalah untuk mempersiapkan diri pulang ke rumah sejatinya. Hanya saja, banyak manusia yang lebih memilih, tergelincir pada tipu daya syaitan yang membukakan jalan menuju neraka-Nya.

Lantas banyak manusia bertanya, apakah semua muslim akan masuk surga?

Sesungguhnya tidak ada yang salah dari pertanyaannya. Hanya saja, sebagian yang bertanya justeru menggunakan pertanyaan itu untuk mengamankan diri. Merasa aman dari upaya yang sedikit, dari perlakuan dosa yang tak henti dikerjaan. Dari ikhtiar yang seadanya, dari ibadah yang sekadarnya.

Meski begitu, dengan Maha Penyayang dan Pemurahnya Allah, tiada sedikit pun keimanan yang tertanam di dalam hati manusia yang tidak diberikan ganjaran. Bahwa iman sekecil biji sawi pun akan bernilai kelak saat hati perhitungan. Sebagaimana tertuang dalam hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim, “Bila ahli surga telah masuk surga dan ahli neraka telah masuk neraka, maka Allah SWT akan berkata, “Orang yang di dalam hatinya ada setitik iman, hendaklah dikeluarkan. Maka mereka pun keluar dari neraka.”

Baca Juga: Inilah Fadhilah Puasa Senin Kamis yang Jarang Diketahui Manusia!

Sesungguhnya tidak perlu mempertanyakan bahwa setiap muslim akan masuk ke dalam surga. Cukup fokus saja terus berusaha menjadi hamba yang taat dan istiqamah menjalankan perintah. Ikhtiarkan saja yang terbaik, berpikir agar terhindar dari sehari pun berada di neraka. Sebab satu hari di akhirat, sama dengan seribu tahun pada kehidupan di dunia. Maka betapa pedihnya satu hari di neraka, sedang panasnya matahari siang pun sudah sengit membakar kulit.

Dalam riwayat yang berbeda, Imam Bukhari dan Muslim lebih dalam menjelaskan, Dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan (Laa Ilaaha Illallah) dan di dalam hatinya ada seberat biji dari kebaikan (iman).

Maka terjawab sudah pertanyaan apakah setiap muslim akan masuk ke dalam surga. Karenanya bukan itu lagi yang seharusnya dipikirkan manusia. Tapi seberapa lamakah waktu kita di dalamnya. Apakah kelak kita akan langsung dimasukkan ke dalamnya atau lebih dulu harus dibersihkan di neraka?

Sebab dalam riwayat lain Imam Bukhari lebih terang menjelaskan, “Demi Izzah-Ku, demi Jala-Ku, demi Kesombongan-Ku dan demi Keagungan-Ku, Aku pasti keluarkan (dari neraka) orang yang mengucapkan (Laa ilaaha illallah). 

Bahwa bagi siapa pun orang Islam yang meski begitu banyak dosanya, bertumpuk maksiatnya, tak kunjung memperbaiki diri, selagi bersaksi bila tiada Tuhan melainkan Allah, maka akan dikeluarkan dari dalam neraka untuk diberikan ganjaran kenikmatan di daam surga.

Tidakkah kita ingin langsung dimasukkan ke dalam surga, tanpa lebih dulu disiksa di neraka? Bukankah setiap manusia mengimpikan kenikmatan surga, tapi tidak semua dari mereka menyiapkan bekal menujunya. Tidak cukupkah janji Allah bahwa setiap kita akan masuk ke surga-Nya. Tidakkah kita termotivasi oleh ke-Maha Penyayang dan Pengasihnya Allah. Masihkah kita terus menyia-nyiakan waktu, menyibukkan diri dengan perara dunia yang sementara ini. Tidakkah kita lupa bahwa tujuan sesungguhnya ialah kehidupan di akhirat yang sejati dan selamanya.

Dalam sebuah riwayat, Imam Bukhari menerangkan, “Setiap ummatku pasti akan masuk surga, kecuali yang tidak mau. Shahabat bertanya, “Ya Rasulallah, siapa yang tidak mau?” Beliau menjawab, “Mereka yang mentaatiku akan masuk surga dan yang menetangku maka dia telah enggan masuk surga.”

Baca Juga: Inilah Shalat yang Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya!

Originally posted 2017-08-24 10:47:26.