Benarkah Tuntunan Memotong Kuku di Hari Jum’at Dari Rasulullah?

Sumber Foto Dari: www.ummi-online.com

HIJAZ.ID – Selama ini kita ketahui bahwa memotong kuku merupakan dari salah satu sunnah yang dianjurkan pengerjaannya di hari Jum’at. Demi meraih pahala sunnah, maka sebagian muslim menjadikannya sebuah kebiasaan atau rutinitas sebelum melaksanakan ibadah Jum’at. Tetapi apakah benar pengkhususan memotong kuku di hari Jum’at bagian dari tuntunan yang secara langsung di ajarkan oleh Rasulullah?

Setidaknya terdapat dua riwayat yang umumnya dijadikan dalil untuk menganjurkan memotong kuku di hari Jum’at. Riwayat pertama menyebutkan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa memotong kuku dan kumis beliau pada hari Jumat, sebelum berangkat shalat Jum’at.”

Riwayat kedua menyampaikan, “Barang siapa yang memotong kukunya pada hari Jumat maka dia dilindungi dari kejelekan semisalnya.”

Namun kedua hadist tersebut dinilai lemah oleh Imam Al-Abani dalam Mukhtashar Silsilah Dhaifah. Hadist yang pertama beliau nyatakan dhaif, sedangkan hadist kedua beliau nilai sebagai hadist palsu.

Berdasarkan pada keterangan di atas, maka para ulama sepakat bahwa tidak ada anjuran khusus dari Rasulullah untuk memotong kuku pada hari Jum’at. Sebagaimana Al-Hafizh As-Sakhawi menjelaskan di dalam kitabnya Al-Maqasidul Hasanah, “Tidak terdapat riwayat yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara memotong kuku dan hari tertentu untuk memotong kuku.”

Baca Juga: Inilah Golongan Orang yang Kekal di Dalam Neraka!

Kemudian datanglah riwayat dari beberapa kalangan sahabat. Di antaranya disebutkan oleh AL-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra, sebuah riwayat dari Nafi, bahwa Ibnu Umar radiallahu ‘anhuma terbiasa memotong kuku dan memangkas kumis pada hari Jum’at. Kemudian disebutkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf, riwayat dari Ibrahim, beliau menceritakan, “Orang-orang memotong kuku mereka pada hari Jum’at.”

Kisah terakhir tertuang dalam riwayat Abdurrazaq pada kitabnya Al-Mushanaf, bahwa Muhammad bin Ibrahim At-Tamimi, salah seorang dari kalangan tabi’in mengatakan, “Siapa saja yang memotong kukunya pada hari Jum’at dan memendekkan kumisnya, maka dia telah menyempurnakan hari Jum’atnya.”

Maka berdasar pada riwayat dari para sahabat tersebut, sebagian ulama dari madzhab Syafi’iyah dan Hanbali menganjurkan untuk memotong kuku di setiap hari Jum’at.

Imam An-Nawawi menjelaskan, “Imam Syafi’i dan para ulama Madzhab Syafi’iyah rahimahullah menegaskan dianjurkannya memotong kuku dan mencukur rambut-rambut di badan (kumis dan bulu kemaluan) pada hari Jum’at. 

Imam An-Nawawi mengatakan dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Muhadzab, “Imam Asy-Syafi’i dan para ulama Mazhab Syafi’iyah rahimahumullah menegaskan dianjurkannya memotong kuku dan mencukur rambut-rambut di badan (kumis dan bulu kemaluan, pen.) pada hari Jumat.”

Al-Hafidz Ibnu Hajar pernah memberikan penjelasan, “Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang memotong kuku. Beliau menjawab, ‘Dianjurkan untuk dilakukan di hari Jumat, sebelum matahari tergelincir.’ Beliau juga mengatakan, ‘Dianjurkan di hari kamis.’ Beliau juga mengatakan, ‘Orang boleh milih waktu untuk memotong kuku.’” Setelah membawakan pendapat Imam Ahmad, kemudian Al-Hafizh memberikan komentar, “(Pendapat terakhir) adalah pendapat yang dijadikan pegangan, bahwa memotong kuku itu disesuaikan dengan kebutuhan.”

Baca Juga: Bagaimana Hukum Mandi Sebelum Melaksanakan Shalat Jum’at?

 

 

 

Originally posted 2017-08-25 08:01:08.