Hati-hati, Fitnah Akhir Zaman ini Mulai Menyerang Manusia Secara Perlahan!

Sumber foto dari metro.news.viva.co.id
HIJAZ.ID Semakin tua dunia semakin banyak pula fitnah atau ujian yang menerpa. Fitnah tersebut mulai memengaruhi manusia hingga sangat mencintai dunia dan seringkali menghalalakan segala cara untuk mencapai tujuan, bahkan terkadang mengesampingkan Tuhan sebagai Dzat Yang Maha segalanya. Sesuatu yang baik dicampuradukkan dengan keburukan, kesalahan sering dianggap benar, begitu pula sebaliknya. Suatu kejahatan yang mengatasnamakan kebenaran sudah sangat sering terjadi. Hancur, kehancuran akan terjadi seandainya seseorang tidak mampu membedakan yang haq dan yang bathil, sehingga seseorang yang belum paham terhadap fitnah perlu dipahamkan fitnah itu sendiri, sehingga mampu mencegah dari terjerumusnya kedalam bahaya fitnah yang berkelanjutan tersebut. Lantas apakah fitnah akhir zaman yang saat ini sudah mulai terjadi serta bagaimana dalail yang menerangkan fitnah akhir zaman tersebut?

Dijelaskan dalam suatu hadits bahwa fitnah akhir zaman berupa terlalu cinta dunia serigkali melalaikan seseorang dan menjadikannya seperti tidak ada artinya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Akan datang suatu masa di mana bangsa mengeroyok kalian seperti orang rakus merebutkan makanan di atas meja, ditanyakan (kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam) apakah karena di saat itu jumlah kita sedikit? Jawab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, tidak bahkan kamu saat itu mayoritas tetapi kamu seperti buih di atas permukaan air banjir, hanya mengikuti kemana air banjir mengalir (artinya kamu hanya ikut-ikutan pendapat kebanyakan orang seakan-akan kamu tidak punya pedoman hidup) sungguh Allah telah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh kamu, dan mencampakkan di dalam hatimu ‘al-wahn’ ditanyakan (kepada Rasulullah) apakah al-wahn itu ya Rasulullah? Jawabnya: wahn adalah cinta dunia dan benci mati.”

Demikian pula, disebutkan bahwa pada zaman ini banyak manusia yang lebih condong kepada dunia dan mengesampingkan urusan akhirat.  Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Demi Allah ! Bukan kefakiran yang saya khawatirkan atas kalian, namun yang saya khawatirkan adalah kalian diberi kemakmuran dunia sebagaimana pernah diberikan kepada umat sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka. Sehingga akhirnya dunia menyebabkan kalian binasa sebagaimana mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lainnya yaitu hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

“Sungguh akan datang suatu masa, saat itu manusia tidak lagi peduli dengan cara apa dia menghasilkan harta, apakah dari sesuatu yang halal ataukah haram! “ (HR. Bukhari)

Baca Juga: Keutamaan Membaca Surah Pendek ini Seperti Membaca Sepertiga Al Quran

Maka dari itu seseorang haruslah mampu membedakan mana yang benar dan yang tidak benar, mengetahui hal yang tidak benar sehingga ia mampu menghindarinya. Sayyidina Umar bin Khattab dengan kata-kata beliau:

“Sesungguhnya orang yang tumbuh besar di dalam agama Islam dan tidak mengenal zaman jahiliyah, inilah yang merusak ajaran Islam sendiri”

Dalam hadits lain juga disebutkan secara jelas fitnah zaman yang kian nampak saat ini, yang mana harta dijadikan kiblat, kemegahan dijadikan tujuan, serta maksiat menjadi suatu hal yang wajar.   Dalam suatu hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Akan datang kepada manusia di mana perhatianya adalah perutnya, kebanggaan mereka adalah harta (benda) qiblatnya adalah wanita, agama mereka adalah uang dirham dan dinar, mereka itulah makhluk paling jelek dan tidak mendapat bagian di sisi Allah.”

Hadits yang diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Iyadh Radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan, bahwa pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya masing-masing umat itu ada fitnahnya dan fitnah bagi umatku adalah harta.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Ibni Hibban dalam shahihnya)

Selain harta, wanita juga fitnah yang sangat gencar saat ini. Maksiat sering terjadi dimana-mana. Perempuan yang mengumbar aurat dijadikan suatu hal yang wajar atau bahkan dianggap keindahan, sedangkan perempuan yang berpakaian syar’i sering dianggap kuno, tua, atau malah ditakuti atau bahkan disebut sebagai aliran ekstrim. Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu, beliau Radhiyallahu anhu mengatakan, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

ِ “Saya tidak meninggalkan satu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki selain (ujian) wanita” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sungguh hanya dengan berlindung kepada Allah lah segala fitnah tersebut dapat dihindari. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

“Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia, “Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allâh berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. (Thaha:123-126)

Dengan demikian, sudah seharusnya kita mulai bermuhasabah diri, memahami setiap syariat Islam itu sendiri. Dunia memang kebutuhan namun dimainkan oleh duniawi seharusnya dihindarkan. Jika ingin dunia digenggaman di tangan,   lantas letakkan akhirat di hati, ketika kondisi berada dalam kegelapan lantas masih ada acara untuk mencari celah sinar diantaranya.  Karena dengan bersama kebenaran lah Allah bersama kita, dan hanya kepada-Nya lah tempat berlindung atas segala sesuatu.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Hikmah Kesedihan Sebagai Penghapus Dosa & Penambah Pahala

Originally posted 2017-08-25 08:43:20.