Kebenaran Tentang Ruh yang Bergentayangan Setelah Kematian

Sumber foto dari jeromelia.wordpress.com
HIJAZ.ID Kematian merupakan suatu takdir yang mutlak pasti terjadi kepada masing-masing makhluk dan merupakan kiamat sughra (kecil) bagi masing-masing makhluk bernyawa. Tinggal setiap manusia memiliki deadline yang berbeda dalam menemui takdir tersebut. Seringkali kematian disebut sebagai hal horror yang mana sering terdengar kabar tentang ruh yang bergentayangan setelah terjadi kematian, terlebih lagi jika kematian seseorang dikatakan disebabkan oleh hal yang tidak wajar maka akan sering terdengar bahwa ruh tersebut tidak tenang dan seringkali bergentayangan. Lantas apakah hal tersebut benar adanya bahwa ruh orang yang meninggal dapat kembali dan bergentayangan? Simak ulasan berikut ini.

Telah disebutkan dan dijelaskan dalam beberapa ayat Al Quran maupun hadits bahwasanya ketika kematian, ruh tersebut akan terpisah dari jasadnya dan akan kembali pada Allah, ruh tersebut menuju dalam kehidupan yang baru dan tidak dapat kembali lagi ke dunia fana. Dalam suatu ayat disebutkan bahwasanya Allah Subahanahu wata’ala berfirman:

“Nafkahkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian, lalu dia berkata: “Wahai Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat sehingga aku dapat bersedekah dan aku menjadi orang-orang yang shalih?” Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al Munafiqun: 10-11)

Tidak akan sekali-kali Allah mengembalikan ruh orang yang telah meninggal ke dunia karenanya sudah terdapat dinding pemisah alam yang berbeda, dan Allah baru akan membangkitkan sampai hari kebangkitan nantinya, seperti yang disebutkan dalam suatu ayat bahwasanya Allah Subahanahu wata’ala berfirman:

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia). Agar aku berbuat amal yang shalih terhadap apa yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada dinding barzakh sampai hari mereka dibangkitkan. (QS. Al-Mukminun: 99-100)

Dalam ayat lainnya Allah Subahanahu wata’ala berfirman:

“Jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabb mereka, (dan mereka berkata): “Wahai Rabb kami,kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia) agar kami dapat mnegerjakan amal shalih. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah: 12)

Disebutkan bahwa jika orang yang telah meninggal tersebut meminta untuk dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki amalnya maka Allah tetap tidak akan mengembalikan ruhnya. Asy Syiqinti Rahimahullah berkata dalam tafsir Adhwa’ul Bayan berkaitan dengan surah Al Mukminun ayat 99-100, dijelaskan bahwasanya:

“Sebagaimana mereka meminta dikembalikan (tidak jadi dimatikan) ketika datangnya kematian agar mereka dapat memperbaiki amalan mereka, mereka juga meminta hal yang demikian pada hari kiamat. Tentunya telah diketahui bahwasanya permintaan mereka tidak diterima.”

Dan tentang ruh hanya Allah lah yang mengetahuinya. Allah Subahanahu wata’ala berfirman:

“Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.” (QS. Al Isrâ’: 85).

Baca Juga: Hal ini yang Terjadi Pada Ruh Setelah Terjadi Kematian

Dan dijelaskan pula dalam ayat lain, bahwasanya Allah Subahanahu wata’ala berfirman:

“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (Kepada orang-orang kafir): “Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah sampai hari berbangkit, maka inilah hari berbangkit itu, akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya).” (QS.Ar-Ruum: 56)

Setelah kematian, ruh memasuki fase baru yang mana Allah telah menempatkan sendiri ruh tersebut di tempat yang sudah berbeda. Allah Subahanahu wata’ala berfirman:

”Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu tetapi kamu tidak melihat. Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar? Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat, maka dia mendapat hidangan air yang mendidih, dan dibakar di dalam jahannam. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha besar.” (QS. Al Wâqi’ah: 83-96).
Dalam suatu hadits telah dijelaskan pula bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam berkata kepada Jabir, bahawasanya:

”Maukah kamu jika aku kabarkan kepadamu apa yang dikatakan Allah kepada bapakmu?” (Allah bertanya kepada bapakmu) ”Wahai hamba, mintalah kepada-Ku, pasti Kuberi!” Sang hamba menjawab, ”Wahai, Allah! Hidupkanlah aku sehingga aku bisa terbunuh kedua kalinya karena Engkau.” Allah menjawab, ”Ketetapan-Ku sudah pasti bahwa mereka tidak dikembalikan ke dunia.” (HR. At-Tirmidzi, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih at-Tirmidzi No. 3010).

Lantas, siapakah yang sering menampakkan diri kepada orang yang mana menyerupai dengan seseorang yang telah meninggal?

Makhluk yang sering menampakkan diri di hadapan manusia tersebut adalah golongan jin dan setan yang menyerupai ruh seseorang yang telah meninggal, hal tersebut tentunya untuk menggangu iman seseorang, dan sungguh golongan mereka akan mengganggu manusia dengan tiada lelahnya. Dalam suatu hadits dijelaskan bahwasanya:

“Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah,” (HR. Bukhari Muslim).

Dengan demikian, tidak ada yang namanya ruh bangkit kembali setelah kematian dan bergentayangan, hal tersebut hanyalah tipu daya setan dan jin yang mencoba mengelabuhi iman kita dan menggoyahkan kekuatan umat manusia. Sungguh hanya pada-Nya lah kita berlindung dari godaan setan dan jin.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: “Menahan Amarah, Salah Satu Kunci Masuk Surga”

Originally posted 2017-08-25 12:17:07.