Hati-hati dengan Nadzar dan Apabila Lupa Melaksanakannya!

Sumber foto dari aliancacrista.com
HIJAZ.ID Ketika seseorang menginginkan sesuatu yang amatsangat biasanya orang cenderung berniat untuk melakukan sesuatu jika keinginannya tersebut tercapai. Dan hal yang diniatkan untuk dilakukan setelah keinginan tercapai tersebut dinamakan dengan nadzar. Misalnya, jika saya diterima di suatu perguruan tinggi ternama saya akan berpuasa berturut-turut selama satu bulan. Terkadang seseorang mengaggap remeh terhadap nadzar sehingga dengan mudahnya nadzar tersebut terucap tanpa tahu nadzar tersebut bisa ia lakukan atau tidak. Atau mungkin juga terdapat seseorang yang niat bernadzar akan suatu hal namun setelah keinginannya tercapai ia lupa melakukan nadzar tersebut. Lantas bagaimana dengan hal yang berkaitan dengan nadzar? Bagaimana jika seseorang lupa melaksanakan nadzar? Berikut simak ulasannya.
Hukum Tentang Nadzar

Dalam suatu ayat disinggung tentang nadzar, bahwa nadzar haruslah dilaksanakan. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, bahwasanya:

“Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.”

Dan juga bahwa nadzar merupakan hutang, apalagi jika nadzar kita berhubungan dengan ibadah tertentu maka sama saja kita berhutang kepada Allah, sehingga nadzar wajib dilaksanakan. Dalam suatu ayat Allah Subhanahu wata’ala berfirman, bahwasanya:

“Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka.” (QS. Al Hajj: 29)

Dalam hadits lain, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda bahwasanya:

 “Tidak boleh menunaikan nadzar dalam rangka bermaksiat kepada Allah.”( HR. Muslim No 1641, dinukil dari Taudlihul Ahkam 7/135)

Disebutkan jika seseorang lupa melakukan nadzar maka hendaknya orag tersebut membayar kaffarah sumpah. Dalam suatu hadits, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda bahwasanya:

 “Barangsiapa yang bernadzar dalam rangka bermaksiat kepada Allah, maka (hendaknya dirinya membayar) kaffarah sumpah” (HR. Abu Dawud No 3322)

Baca Juga: Pemakan Riba, Penghuni Neraka yang Kekal Didalamnya
Jenis Nadzar

Jenis nadzar dibedakan menjadi dua, yaitu nadzar mutlak serta nadzar muqayyad, yaitu sebagai berikut:

  • Nadzar Mutlaq : Yaitu benadzar untuk beribadah tanpa mengharapkan imbal balik.

Misalnya: saya bernadzar untuk bersedekah kepada fakir miskin karena Allah Ta’ala.

  • Nadzar Muqayyad

    : Yaitu bernadzar untuk beribadah dengan harapan Allah akan memberi ganti imbalan sesuai dengan yang dia inginkan. Misalnya: jika saya mendapat nilai bagus saya akan berpuasa senin kamis. Berdasarkan jenis nadzar ini Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Sesungguhnya nadzar hanyalah berfungsi agar orang yang pelit beramal mau untuk beramal.” HR. Muslim No 3095

“Sesungguhnya nadzar tidaklah mendatangkan kebaikan.” HR. Muslim No 3095
Berdasarkan hadits-hadits tersebut Nadzar ini kurang disarankan untuk diniatkan. Karena akan lebih baik jika seseorang melakukan suatu ibadah murni karena ikhlas, Lillahi Ta’ala, bukan karena suatu hal tertentu apalagi hanya untuk urusan duniawi.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Salah Satu Jalan Sederhana untuk Menggapai Rahmat Allah

Originally posted 2017-08-28 22:59:49.