Tidur Setelah Azhar Sebaiknya Jangan Dilakukan, Inilah Alasan Utamanya!

Inilah Kerugian Bagi Yang Memilih Tidur Setelah Subuh!
Sumber Foto Dari: google.com

HIJAZ.ID – Dua waktu yang disukai syaitan, ialah saat matahari berada di pertengahan hari dan ketika tergelincirnya di ufuk barat menjelang waktu maghrib. Pada waktu selepas azhar banyak sebagian manusia yang karena letihnya memilih untuk tidur. Meski tidak ada pelarangan langsung dari Rasulullah, dan beberapa hadist yang masyhur tentang larangan berkedudukan lemah, tetapi tidur sehabis azar tetap memiliki dampak yang kurang baik baik keberlangsungan hidup manusia.

Aku heran dengan orang yang terbaring dan tidur sesudah ‘Ashar.”

“Barangsiapa yang tidur setelah ashar kemudian akalnya hilang, maka janganlah ia menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”

Kedua hadist di atas dhaif, hingga para ulama mengambil fatwa tentang hukum tidur sehabis azhar. Adanya dua pendapat di kalangan ulama, yaitu menetapkan hukum makruh dan membolehkan.

1) Memakruhkan. Sebagian ulama memakruhkan tidur selepas azhar dengan beberapa di antaranya melandaskan hukum pada dalil-dalil di atas, dan sebagian lain berlandaskan pada tinjauan kesehatan.

Khawat bin Jubair, salah seorang dari kalangan sahabat mengatakan dalam Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, jika tidur di sore hari merupakan satu tindakan bodoh. Sedangkan Makhul dari kalangan Tabi’in membenci tidur sesudah Azhar dan khawatir orangnya akan tergena gangguang was-was.

Ibnu Muflih dalam al-Adab al-Syar’iyyah dan Ibnu Abi Ya’la dalam Thabaqat al-Hanbilah menukil keterangan, Imam Ahmad bin Hanbal memakruhkan bagi seseorang tidur sesudah Azhar, beliau khawatir akan (kesehatan) akalnya.

Baca Juga: Seburuk-Buruknya Pencuri Ialah Mencuri Dalam Shalat!

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaad al-Ma’ad, siang hari adalah buruk yang bisa menyebabkan berbagai penyakit dan bencana, menyebabkan malas, melemahkan syahwat kecuali pada siang hari di musim panas. Dan yang paling buruk, tidur di pagi hari dan di ujung hari sesudah Azhar.

Merujuk pada tinjauan kesehatan, tidur di sore hari akan berdampak pada terganggunya sistem biologis pada tubuh. Tidakkah kita seringkali merasa kebingungan membedakan waktu saat bangun? Perhatikanlah kita sedang mengalami satu gejala disorientasi waktu. Saat bangun, kita sulit membedakan hari sudah malam atau pagi, sebab sore hari adalah waktu bergantinya suasana dari terang menjadi gelap. Akibatnya saat bangun otak dipaksa untuk berpikir, pagi atau malam?

Padahal saat tidur, otak kita bekerja dalam alam bawah sadar dan mengatakan bahwa kita bangun saat pagi hari. Tetapi secara pikiran sadar, kita merasa bangun saat malam hari. Kejadian ini mengakibatkan otak tidak sinkron lagi. Jika hal ini diulangi terus menerus, maka kemungkinan otak akan mengalami disorientasi waktu.

2) Membolehkan. Dalam pandangan ulama yang membolehkan, merujuk langsung pada kedudukan dalil yang melarang tidur setelah Azhar. Dari sebagian dalil yang terkemuka, kesemuannya berkedudukan lemah. Sehingga sebagian ulama yang membolehkan menyepakati bila tidak ada pelarangan khusus dari Rasulullah terkait dengan tidur selepas Azhar.

Sebab itulah dibolehkan. Para ulama tidak melarang bagi orang-orang yang terbiasa tidur setelah azhar.

Berbeda penekanan sesungguhnya, para ulama yang memakruhkan lebih mengedepankan tinjauan atau dampak buruk dari sisi kesehatan. Jelas terbukti, bila tidur selepas Azhar dapat mengakibatkan kebingungan yang dalam jangka panjang berdampak pada disorientasi waktu.

Dalam sebuah penelitian menyebutkan, bahwa tidur selepas Azhar dapat menyebabkan meningkatnya hormon negatif. Sehingga tidak jarang saat tidur, seseorang lebih mungkin untuk terserang mimpi buruk.

Dengan alasan kesehatan, maka sebaiknya hindari tidur selepas Azhar. Bukankah Rasulullah telah mengajarkan untuk menyegerakan tidur setelah Isya? Maka lakukanlah aktivitas lain hingga terhindar dari tidur selepas Azhar.

Baca Juga: Ini Sebab Tertolaknya Do’a yang Sering Diabaikan Manusia!

 

Originally posted 2017-08-29 09:12:46.