Sering Melakukan Kesalahan atau Lupa Dalam Sholat, Perhatikan Kewajiban ini!

Sumber foto dari fimadani.com
HIJAZ.ID Manusia merupakan tempatnya salah dan lupa, termasuk dalam perihal sholat. Sujud sahwi merupakan suatu sujud yang dilakukan ketika seseorang melakukan kesalahan yang tidak disengaja ketika sholat, misalnya lupa jumlah rakaat yang telah dikerjakan, lupa melakukan salah satu rukun sholat, dan sebagainya. Lantas bagaimana dengan hukum sujud sahwi menurut dalil? Berikut simak ulasannya.

Bedasarkan hadits, seseorang yang lupa melakukan salah satu rukun sholat atau melakukan kesalahan wajib hukumnya untuk melakukan sujud sahwi di akhir sholat. Berkaitan dengan hal tersebut, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Jika terjadi kelupaan dalam shalat, maka harus sujud dua kali.” (Muttafaq ‘alaihi: (Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (III/92 no. 1224)], Shahiih Muslim (I/399 no. 570), Sunan an-Nasa-i (III/19), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (III/347 no. 1021), Sunan at-Tirmidzi (I/242 no. 389), Sunan Ibni Majah (I/381 no. 1206))
Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Muslim no. 571)

Pun juga disebutkan dalam hadits ‘Abdullah bin Buhaina, bahwasanya:

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah melaksanakan shalat dzuhur namun tidak melakukan duduk (tasyahud awal). Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali, dan beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan seperti ini sebelum salam. Maka orang-orang mengikuti sujud bersama beliau sebagai ganti yang terlupa dari duduk (tasyahud awal).” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Baca Juga: Wow Program Penghapusan Tato Gratis dengan Imbalan Hafalan Al-Qur’an!

Berdasarkan kebiasaan yang dilakukan Rasulullah, jika beliau melaksanakan kesalahan dalam sholat maka dilakukan sujud sahwi. Hadits ‘Abdullah bin Mas’ud bahwasanya:

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah shalat bersama kami lima raka’at. Kami pun mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah engkau menambah dalam shalat?” Lalu beliau pun mengatakan, “Memang ada apa tadi?” Para sahabat pun menjawab, “Engkau telah mengerjakan shalat lima raka’at.” Lantas beliau bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia semisal kalian. Aku bisa memiliki ingatan yang baik sebagaimana kalian. Begitu pula aku bisa lupa sebagaimana kalian pun demikian.” Setelah itu beliau melakukan dua kali sujud sahwi.” (HR. Muslim no. 572)

Hadits dari Al-Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu anhu, dia mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian bangkit dari dua raka’at, dan belum berdiri dengan sempurna, maka hendaklah ia duduk. Namun, jika ia telah berdiri dengan sempurna, maka janganlah ia duduk. Dan hendaklah ia melakukan sujud sahwi dua kali.”(Shahih: (Irwaa’ul Ghaliil (II/109-110)), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (III/350 no. 1023), Sunan Ibni Majah (I/381 no. 1208))
Hadist dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu menjelaskan pula terkait dengan sujud sahwi, bahwasanya:

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah salam pada raka’at kedua. Lalu berkatalah Dzul Yadain, “Apakah engkau mengqashar shalat atau lupa, wahai Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apakah benar yang dikatakan oleh Dzul Yadain?” Orang-orang menjawab, “Benar.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bangkit dan shalat dua raka’at lagi. Setelah itu beliau salam lalu bertakbir dan sujud sebagaimana sujudnya (dalam shalat), atau lebih panjang. Kemudian beliau bangun.”(Muttafaq ‘alaihi: (Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (III/98 no. 1228)), Shahiih Muslim (I/403 no. 573), Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (III/311 no. 995), Sunan at-Tirmidzi (I/247 no. 397), Sunan an-Nasa-i (III/30), Sunan Ibni Majah (I/383 no. 1214))
Sungguh Allah selalu memberikan jalan bagi hamba-Nyauntuk mengoreksi setiap kesalahnnya, membenarkan setiap hal yang dilewatkannya, dan Allah selalu mempermudah dalam semua itu. Sungguh, tumakninah merupakan inti dari sholat dan mampu memperkecil kemungkinan terjadi kesalahan, sehingga kesempurnaan sholat pun dapat lebih terlaksana.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Hanya Mendengarkan Ghibah, Bagaimana Hukumnya?

Originally posted 2017-08-30 03:32:00.