Perhatikanlah, Ini Pemahaman Yang Keliru Tentang Berqurban!

Sumber Foto Dari: blog.bukalapak.com

HIJAZ.ID – Hari raya kurban menjadi momentum bagi setiap muslim untuk merayakannya dengan menjalankan syariat penyembelihan hewan qurban. Terdapat kekeliruan dalam pemahaman secara mendasar tentang apakah seekor kambing harus berasal dari satu orang dan seekor sapi harus terdiri dari tujuh orang?

Sebagian umat memahaminya sebagai sebuah tuntunan dan keharusan. Memahami bahwa ibadah qurban mewajibkan satu orang untuk satu kambing dan satu nama untuk 1/7 ekor sapi. Padahal tidaklah demikian adanya. Islam tidak menuntunkan yang demikian itu. Pemahaman sebagaimana dijelaskan di atas hanyalah tradisi atau upaya panitia qurban untuk mengumpulkan hewan sembelihan, dan tidak ada hubungannya dengan syariat yang mewajibkan.

Dalam hadist shahih riwayat Imam Tirmidzi, dari ‘Atho bin Yasar, “Aku pernah bertanya pada Ayyub Al Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.”

Di dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi dijelaskan, “Hadist ini adalah dalil tegas bahwa satu kambing bisa digunakan untuk berqurban satu orang beserta keluarganya, walau jumlah anggota keluarganya tersebut banyak. Inilah yang benar.”

Kemudian Al Hafidz Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad berkata, “Di antara petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, satu kambing sah untuk qurban satu orang beserta keluarganya walau jumlah mereka banyak.”

Maka itulah persepsi tentang kewajiban satu ekor kambing hanya untuk satu orang tidak sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Ada kekeliruan pemahaman di tengah masyarakat yang harus segera diluruskan. Agar dalam beramal semata-mata disesuaikan pada tuntunan Nabi, berlandaskan pada pengetahuan yang shahih, bukan sekadar ikut pada tradisi dan kebiasaan semata.

Baca Juga: Ini Sebab Tertolaknya Do’a yang Sering Diabaikan Manusia!

Bahkan Nabi secara pribadi pernah menyembelih seekor kambing yang diniatkan untuk dirinya dan seluruh umatnya. Bisa dibayangkan berapa jumlah seluruh umat Nabi, sedangkan beliau hanya menyembelihkan satu ekor kambing. Peristiwa ini menjadi sebuah penegasan bahwa satu ekor kambing bisa digunakan sebagai hewan qurban untuk satu keluarga, tak berbatas jumlahnya. Tidak ada kewajiban untuk hanya satu orang atau nama. Seluruh keluarga bisa mendapatkan pahala dari qurban yang satu ekor.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Syarhul Mumthi’ menjelaskan, “Kolektif dalam pahala qurban tidaklah terbatas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berqurban untuk seluruh umatnya. Ada juga seseorang (di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang berqurban dengan satu kambing untuk dirinya beserta keluarganya walau jumlahnya 100.”

Berbeda bila kita bicara masalah kemampuan. Bila seseorang mampu berqurban dengan semisal 100 atau bahkan 1000 ekor kambing, maka yang demikian sangat dibolehkan. Bahkan menjadi lebih baik dari satu ekor. Allah dan Rasulullah tidak membatasi seseorang untuk menginfaqan hartanya di jalan kebaikan. Semakin banyak semakin baik. Justeru hati-hati bagi yang mampu, tetapi berqurban seadanya atau bahkan tidak sama sekali. Sungguh Allah Maha Adil dan tidak pernah keliru menilai setiap hamba-Nya.

Maka bila seseorang hanya mampu berqurban satu ekor kambing, peruntukkanlah hewan qurban itu untuk dirinya dan seluruh keluarganya. Dan bagi yang mampu lebih dari satu, itu lebih baik. Semoga Allah mencatat setiap amal kebaikan kita sebagai bekal terbaik kelak saat menghadap-Nya.

Baca Juga: Tidur Setelah Azhar Sebaiknya Jangan Dilakukan, Inilah Alasan Utamanya!

Originally posted 2017-08-30 06:40:38.