Menuntut Ilmu Termasuk Bagian Jihad Fii Sabilillah?

Sumber foto dari donipengalaman9.wordpress.com

HIJAZ.ID Menuntut ilmu merupakan kebutuhan setiap individu. Ilmu merupakan merupakan dasar yang mana seseorang mampu mengenal dunia luar. Bahkan ada hadits yang menyatakan bahwa barangsiapa yang ingin bahagia di dunia maka dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan keduanya maka dengan ilmu. Dengan sangat urgentnya ilmu, maka apakah menuntut ilmu setara dengan jihad fii sabilillah? Berikut simak ulasannya.

Ibnu Taimiyah mengartikan jihad dengan berikut:

 “Jihad artinya mengerahkan seluruh kemampuan yaitu kemampuan mendapatkan yang dicintai Allah dan menolak yang dibenci Allah” (Majmu’ Al Fatawa, 10/192-193)
Berkaitan dengan menuntut ilmu termasuk jihad fii sabilillah, Syeikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin Rahimahullah berkata bahwasanya:

Menuntut ilmu adalah bagian dari jihad di jalan Allah karena agama ini bisa terjaga dengan dua hal yaitu dengan ilmu dan berperang (berjihad) dengan senjata.

Pun juga dijelaskan lagi makna jihad dalam pernyataan yang lain, bahwasanya:

“Jihad hakikatnya adalah bersungguh-sungguh mencapai sesuatu yang Allah cintai berupa iman dan amal sholeh dan menolak sesuatu yang dibenci Allah berupa kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan” (Ibid 10/191)

Baca Juga: Allah Akan Meninggikan Derajat & Para Malaikat Menaungi dengan Sayapnya Bagi Orang yang Melakukan Hal Sederhana ini!

Dijelaskan dalam suatu ayat bahwasanya jihad itu bisa dilakukan dengan Quran, karena jihad tidak sekedar berperang. Allah Subhanahu wata’ala berfirman, bahwasanya:

Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (Rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar” (QS. Al Furqon: 51-52).
Dalam suatu hadits dijelaskan bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

 “Mujahid adalah orang yang berjihad memerangi jiwanya dalam ketaatan kepada Allah dan Muhajir adalah orang yang berhijrah dari larangan Allah.” (HR. Ahmad 6/21, sanadnya shahih)

Merupakan suatu penegasan kembali bahwa jihad tersebut bukanlah hanya berperang namun juga terkait suatu kebaikan lainnya untuk memperjuangkan jalan menuju Allah. Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘anhu yang berkata:

Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Siapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka dengan lisannya. Apabila tidak mampu juga maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemahnya iman.”(HR Muslim).

Disebutkan pula terkait keutamaan menuntutt ilmu, yaitu bahwasanya:
“Keutamaan ilmu adalah lebih baik dari pada keutamaan ibadah. Dan sebaik-baik agama kalian adalah ketakwaan.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dalam Al-Ausath (No. 3972) dan Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ Bayanil ‘Ilmi (ta’liq hadits No. 96 sebagai syahid), dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyallahu’anhu)

Dijelaskan pula tentang keutamaan menuntut ilmu, yaitu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha atas apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan yang berada di dalam air.”

Dengan demikian, menuntut ilmu sangatlah dianjurkan dan keutamaan yang sangat banyak dapat diperoleh dengan menuntut ilmu. Untuk bahagia di dunia perlu paham tentang ilmu, pun juga untuk ibadah diperlukan ilmu agar sesuai dengan syariat yang ditetapkan, karena ilmu itu dasar kehidupan, dasar kebahagiaan, kunci beribadah.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Hati-hati dengan Pengucapan Kata “Seandainya”, Bisa Jadi Diharamkan!

Originally posted 2017-08-30 22:55:32.