Siapakah Orang yang Paling Merugi Itu?

Sumber Foto Dari : alazhar-pssi.blogspot.com
HIJAZ.ID Setiap manusia yang terlahir ke dunia secara fitrah pasti menginginkan menjadi diri yang beruntung, baik di dunia maupun di akhirat. Bahkan manusia yang terlahir kurang sempurna pun mengiginkan menjadi manusia yang beruntung.

Setiap manusia menjalankan segala rutinitas aktifitas ibadahnya agar menjadi hamba yang beruntung, dapat kasih dan ridha dari Sang Pencipta. Adapun cara ibadah mereka lakukan dengan cara terbaik menurut mereka masing-masing. Namun, setiap rutinitas ibadah tersebut dapat menjadikan diri menjadi pribadi yang merugi. Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla dalam Al-Qur’an surat Al-Kahfi  ayat 103 sampai 105 yang artinya:

“Katakanlah, ‘Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka terhapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari Kiamat.”

Baca Juga : Tidur Setelah Azhar Sebaiknya Jangan Dilakukan, Inilah Alasan Utamanya!

Terdapat beberapa penafsiran tentang kutipan ayat tersebut. Yang pertama, ditafsirkan oleh Sa’ad bin Abi Waqash radhiyalahu ‘anhu bahwa ayat yang mengatakan ‘orang-orang yang paling merugi perbuatannya adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Ditafsirkan juga oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa orang-orang yang merugi dalam kutipan ayat tersebut yakni kaum haruriyah (Khawarij).

Adapun menurut penafsiran Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “(Kandungan) ayat ini mencakup kaum Yahudi, Nasrani, Khawarij dan lainnya. Ayat ini berlaku umum berkenaan setiap orang yang beribadah kepada Allah tidak sesuai dengan syari’at Islam, sehingga amalannya tidak diridha’i dan tidak diterima.”

Berdasarkan ayat tersebut sangat jelas bahwa orang yang merugi merupakan mereka yang kufur terhadap ayat-ayat Allah Subhanallahu wa Ta’alla dan menganggap diri mereka telah berbuat sebaik-baiknya.

Dapat kita tarik kesimpulan bahwa sebagai umat Islam sebaiknya kita senantiasa mengevaluasi diri kita, sudah benarkah niat kita dalam setiap melaksanakan ibadah, serta sudah ikhlaskah kita melaksanakan ibadah tersebut?

Teruslah mencari menggali ilmu Islam secara objektif. Terhadap suatu ilmu Islam yang baru dipelajari jangan buru-buru ditelan bulat-bulat. Sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu. Begitu juga terhadap ilmu yang asing di telinga kita, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan dan berprasangka buruk. Sebaliknya, kita harus mengkomunikasikan terlebih dahulu kepada saudara seiman kita tersebut.

Jika sudah demikian, sebaiknya dibarengi dengan usaha berdo’a kepada Allah agar senantiasa diberi petunjuk dan dijauhkan dari sifat-sifat orang yang merugi.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Isi Harimu dengan Amalan Ini Agar Terhindar dari Galau

Originally posted 2017-08-31 04:09:15.