Amalan Sunnah yang Bisa Dikerjakan Saat Hari Raya Qurban

Sumber Foto Dari: ulilamrii.blogspot.co.id

HIJAZ.ID – Sebagaimana yang sudah kita pahami bersama, bahwa hari raya qurban merupakan salah satu dari dua hari besar umat Islam. Hari di mana lafadz takbir menyeluruh berkumandang. Saat-saat di mana beribu tahun silam, Nabi Ibrahim menunjukkan ketunduk-patuhannya pada perintah Allah untuk menyembelih Ismail, putera tercinta yang ditunggu berpuluh tahun kehadirannya.

Sebagai wujud dari kesungguhan penghambaan seorang manusia, peristiwa Nabiullah Ibrahim kemudian disyariatkan oleh Allah sebagai satu perintah bagi sekalian umat, untuk berqurban dengan sebagian hartanya, yang kemudian dilambangkan melalui prosesi penyembelihan hewan pada tanggal 10 Dzulhijjah.

Tersebab hari ini adalah salah satu dari dua hari istimewa, maka ada amalan-amalan yang bisa dikerjakan sebagai pelengkap dan penambah bekal pahala menuju kehidupan kelak di akhirat.

1) Mandi Sebelum Shalat. Ibnul Qayim dalam kitabnya menjelaskan, bahwa Nabi mandi pada dua hari raya. Demikian pula Ibnu Umar yang tegas dalam periwayatannya, beliau selalu mandi pada dua hari raya sebelum keluar dari rumahnya. An-Nawawi rahimahullah dalam Al-Majmu berkata, “Terkait dengan waktu sahnya mandi ini ada dua pendapat, salah satunya adalah setelah terbit fajar. Ditegaskan dalam Kitab Al-Umm. Ini yang paling kuat menurut kesepakatan ulama kalangan kami. Namun diperbolehkan juga dilakukan setelah dan sebelum fajar.”

Baca Juga: Tidur Setelah Azhar Sebaiknya Jangan Dilakukan, Inilah Alasan Utamanya!

Dalam kitab Al-Muntaqa Syarh Al-Muwatha Imam Malik dikatakan, “Dianjurkan mandi sesaat sebelum berangkat ke tampat shalat. Ibnu Habib mengatakan, ‘Sebaik-baik waktu mandi adalah setelah shalat subuh. Malik mengatakan dalam Mukhtashar, kalau mandi untuk dua hari raya setelah fajar, perkaranya luas.” 

2) Memakai Pakaian Terbaik dan Minyak Wangi. Dalam sebuah hadist hasan yang diriwayatkan oleh Hakim, dari Ali bin Abi Thalib, “Rasulullah memerintahkan kepada kami untuk memakai pakain terbaik yang kami punya dan memakai wangi-wangian terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan paling mahal yang kami punya.”

Sebagaimana tuntunan dalam persiapan menuju shalat, bahwa selayaknya seorang hamba menghadap dalam kondisi terbaiknya. Bila saat bertemu sesama manusia saja kita berupaya berpenampilan baik, memilih pakaian terbaik, apakah kemudian pantas bila untuk menghadap Dzat yang telah memberikan berjuta nikmat dengan kondisi teramat biasa saja?

3) Tidak makan sebelum shalat Idul Adha. Berbeda dengan sunnah Idul Fitri yang memberikan anjuran untuk mendahulukan makan sebelum shalat Id, saat Idul Adha justeru Rasulullah mengajarkan untuk tidak makan sebelum melaksanakan shalat sunnah Id. Dalam sebuah riwayat Imam Tirmidzi, Ibu Majah, Ibnu Hibban dan Ahmad jelas diterangkan, “Janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia shalat dulu.”

Syariat untuk menahan makan sebelum pelaksanaan shalat Id dimaksudkan untuk membedakan antara hari raya dengan sebelum hari raya. Jika saat Idul Fitri disunnahkan makan, yang menjadi pembeda dari hari-hari sebelumnya di bulan Ramadhan. Tersebab sebelum Idul Adha tidak ada kewajiban berpuasa, maka yang menjadi pembeda di hari ini ialah tidak makan atau minum sebelum dilaksanakannya shalat sunnah dua rakaat, Idul Adha.

Baca Juga: Perhatikanlah, Ini Pemahaman Yang Keliru Tentang Berqurban!

Originally posted 2017-09-01 01:05:29.