Penting, Perhatikan Hukum Serta Batasan Waktu Takbiran Saat Hari Raya Idul Adha!

Sumber foto dari ngaji.web.id
HIJAZ.ID Idul Adha merupakan suatu momen penting bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Bersama momen itulah takbir dan tahmid berkumandang, mengisi kesunyian tempat atau menggantikan kebisingan duniawi menjadi seruan untuk menuju kepada kemenangan, Allah.  Lantas bagaimana dengan hukum mengenai takbiran saat hari raya? Dan bagaimanakah hukum takbiran saat idul Adha? Yuk simak ulasan berikut.
Hukum Takbiran

Allah sangat menyukai hamba-Nya yang menyebut asma-Nya. Berkaitan dengan  takbiran, Allah Subhanahu wata’ala berfirman, bahwasanya:

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185)

Dalam suatu hadits dijelaskan pula terkait dengan takbiran, Ibn Abi Syaibah meriwayatkan, bahwasanya:

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar rumah menuju lapangan. Beliau tetap bertakbir sampai sholat selesai. Setelah menyelesaikan sholat beliau menghentikan takbir.” (HR. Ibn Syaibah dalam Al Mushannaf 5621)

Baca Juga: Perhatikan Empat Ciri ini Ketika Hendak Berqurban
Jenis Takbiran

Terdapat dua jenis takbiran saat idul Adha, yaitu sebagai berikut:

  • Tidak Terikat

Jenis takbiran ini yaitu tidak terikat waktu dan tempat dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Perbedaan hari raya idul Adha dengan hari raya idul Fitri salah satunya terletak pada rentang waktu takbiran. Pada saat hari raya Idul Fitri pada umumnya hanya dilakukan pada 1 malam saja, namun terkait dengan Idul Adha rentang waktu yang dianjurkan lebih lama yaitu dari tanggal 1 Dzulhijjah hingga tanggal 13 Dzulhijjah waktu ashar. Dalam suatu ayat Allah Subhanahu wata’ala berfirman, bahwasanya:

“…supaya mereka berdzikir (menyebut) nama Allah pada hari yang telah ditentukan…: (QS. AL Hajj: 28)

Berdasarkan hadits Ibn Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan:

“Yang dimaksud ‘hari yang telah ditentukan’ adalah tanggal 1 – 10 Dzulhijjah, sedangkan maksud ‘beberapa hari yang berbilang’ adalah hari tasyriq, tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.” (Al Bukhari secara Mua’alaq, sebelum hadis No. 969)

Hadis dari Abdullah bin Umar, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Tidak ada amal yang dilakukan di hari yang lebih agung dan lebih dicintai Allah melebihi amal yang dilakukan di tanggal 1 – 10 Dzulhijjah. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca tahlil, takbir, dan tahmid pada hari itu.” (HR. Ahmad & Sanadnya dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

  • Terikat

Yaitu takbiran yang dilakukan setelah selesai sholat wajib pada tanggal 9 sampai 13 Dzulhijjah.

Dari Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan ini Shahih dari Ali Radhiyallahu ‘anhu)

Dari hadits lain disebutkan bahwa Allah sangat mencintai kalimat takbir. Dari Samurah bin Jundub Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Kalimat yang paling Allah cintai ada 4: Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha illallah, dan Allahu akbar. Kamu mulai dengan kalimat manapun, tidak jadi masalah.” (HR. Muslim No. 2137)

Dengan demikian, maka takbiran merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan saat hari raya salah satunya yaitu Idul Adha. Dengannya, tentu banyak keutamaan yang kita dapat, pahala dan rahmat dari Allah Subhanahu wata’ala.

Wallahu A’lam Bisshawab

Baca Juga: Menuntut Ilmu Termasuk Bagian Jihad Fii Sabilillah?

Originally posted 2017-09-01 08:38:45.