Seperti Apa Suami Idaman Para Muslimah?

Sumber Foto Dari : keluargacinta.com
HIJAZ.ID Maha Suci Allah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan. Menjadikan pernikahan sebagai karunia dan ibadah yang mulia. Sehingga yang dulu hampir semua haram menjadi hampir semua halal bagi sepasang suami istri yang sudah sah menikah. Begitulah indahnya Islam mengatur kehidupan manusia dalam ikatan yang suci.

Setiap manusia menginginkan berjodoh dengan orang yang terbaik. Orang yang terbaik akan bersama-sama berjalan dalam ridha-Nya. Orang yang terbaik tersebut kerap kali disebut sebagai suami idaman bagi para muslimah.

Artikel ini akan membahas pembahasan sebagai bahan pertimbangan muslimah dalam memilih pasangan, dan sebagai bahan acuan muslim agar menjadi suami yang diidamkan istrinya. Bukan sebagai bahan membandingkan suaminya dengan suami orang lain.

Berikut ini ciri-ciri suami idaman para muslimah.

.: Pria yang kaya iman

Pria yang shalih memiliki iman yang kokoh dalam hatinya. Baginya tiada hari tanpa mengingat Sang Pencipta. Segala perbuatan dan keputusan yang diambilnya semata-mata hanya karena mengharap ridha Allah.

Baca Juga : Menikah dengan Mahar Tidak Dibayar Tunai, Bolehkah?

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi ALLAH tuhan semesta alam” (QS. Al-An’aam [6]:162).

 

.: Memiliki sifat Bertangung jawab

Sebagaimana hadits berikut ini.

(كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه البخارى

Artinya : “Kamu semua adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)

Laki-laki shalih dan diidamkan para muslimah adalah laki-laki yang memiliki kepribadian yang bertangung jawab tinggi.

.: Lembut dan Penyayang

Sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah sebagai orang yang ramah dan lemah lembut. Allah Ta’ala berfirman.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Dengan sebab rahmat Allah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauh dari sekelilingmu” [Ali Imran : 159]

.: Memuliakan Muslimah
اِسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada para wanita.” (HR Muslim: 3729)

 خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al Albani dalam “ash-shahihah”: 285)

.: Laki-laki yang berakhlak baik

Yang paling sempurna imannya di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya. Dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik kepada istri-istrinya.” (HR. Turmudzi)

.: Mampu Mengendalikan Hawa nafsu

“Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)

.: Mampu menjaga pandangannya

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur ayat 30)

.: Maslahat untuk ummat

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir)

.: Dermawan

Dari Ibnu Mas’ud r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya: “Tiada kehasudan yang dibolehkan melainkan dalam dua macam perkara, yaitu: seorang yang dikarunia oleh Allah akan harta, kemudian ia mempergunakan guna menafkahkannya itu untuk apa-apa yang hak -kebenaran- dan seorang yang dikaruniai oleh Allah akan ilmu pengetahuan, kemudian ia memberikan keputusan dengan ilmunya itu -antara dua orang atau dua golongan yang berselisih- serta mengajarkannya pula.” (Muttafaq ‘alaih)

.: Bergaul dengan orang-orang sholeh

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Permisalan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah ibarat penjual minyak kasturi dan pandai besi. Si penjual minyak kasturi bisa jadi akan memberimu minyaknya tersebut atau engkau bisa membeli darinya, dan kalaupun tidak, maka minimal engkau akan tetap mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan si pandai besi, maka bisa jadi (percikan apinya) akan membakar pakaianmu, kalaupun tidak maka engkau akan tetap mendapatkan bau (asap) yang tidak enak.” (HR. al-Bukhari no. 5534, Muslim no. 2628).

 

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Akhwat Hati-Hati Jangan Memilih Calon Suami Karena Karir dan Gajinya?

Originally posted 2017-09-03 23:17:08.