Bolehkah Membaca Al-Qur’an Sembari Berbaring?

Sumber foto dari google.com
HIJAZ.ID  Sebagai seorang muslim, kita patut berbangga diri dan memperbanyak rasa syukur kepada Allah Ta’alaa atas nikamt mukjizat yang diberikan ini, mukjizat itu adalah Al-Qur’an yang mana merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melalui malaikat Jibril.

Sebagai wujud rasa syukur dan iman kepada kitab-kitab Allah Ta’alaa, bacalah dan pelajari Al-Qur’an. Ketika membaca, upayakan dilakukan dengan tartil dan jangan pula terburu-buru.

As Sa’di menjelaskan:

{وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلا} فإن ترتيل القرآن به يحصل التدبر والتفكر، وتحريك القلوب به، والتعبد بآياته، والتهيؤ والاستعداد التام له

“‘dan bacalah Al Qur’an dengan tartil‘, karena membaca dengan tartil itu adalah membaca yang disertai tadabbur dan tafakkur, hati bisa tergerak karenanya, menghamba dengan ayat-ayat-Nya, dan tercipta kewaspadaan dan kesiapan diri yang sempurna kepadanya” (Taisir Karimirrahman, 892).

Terkait membaca Al-Qur’an, ada diantaranya yang membacanya sambil berbaring atau tiduran. Mengenai hal tersebut, bagaimana hukumnya dalam Islam? Berikut ini penjelasan dari Ustadz Ammi Nur baits.

Allah berfirman memuji orang yang rajin berdzikir dalam setiap kesempatan,

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ‏

“Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring.” (QS. Ali Imran: 191).

Allah juga memerintahkan kita untuk berdzikir dalam semua keadaan,

فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ

“Apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.” (QS. an-Nisa’: 103)

فالأمر في هذا واضح، وذكر الله يشمل القرآن ويشمل أنواع الذكر من التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير، فالله -جل وعلا- وسَّع الأمر

Perintahnya dalam ayat ini sangat jelas. Dzikrullah mencakup al-Quran dan mencakup semua bentuk dzikir, baik tasbih, tahlil, tahmid, maupun takbir. Allah Ta’ala memberi kelonggaran dalam masalah dzikir. (Fatawa Ibnu Baz – http://www.binbaz.org.sa/noor/2388)

Baca Juga : Yaumul Qor, Inilah Hari Istimewa yang Tak Banyak Diketahui oleh Banyak Orang!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah membaca al-Quran sambil berbaring. Aisyah bercerita,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَتَّكِئُ فِى حَجْرِى وَأَنَا حَائِضٌ ، ثُمَّ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbaring di pangkuanku ketika aku sedang haid, lalu beliau membaca al-Quran. (HR. Bukhari 297 & Muslim 719)

An-Nawawi mengatakan,

فيه جواز قراءة القرآن مضطجعا ومتكئاً

Hadis ini menunjukkan bolehnya membaca al-Quran sambil tiduran dan bersnadar. (Syarh Shahih Muslim, 3/211).

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Apakah Makan Menyebabkan Wudhu Menjadi Batal?

Originally posted 2017-09-04 01:25:24.