Hati-Hati dengan Bahaya Ambisi Ini!

Sumber Foto Dari : fariqanuz.com
HIJAZ.ID Meski hidup di dunia yang sementara, umat Islam harus berusaha dengan giat bekerja di dunia untuk mengumpulkan bekal kehidupan kekal di akhirat kelak. Oleh karena itu Allah lebih mencintai hamba-Nya yang kuat imannya, dan kuat finansialnya dari pada mereka yang lemah dan sering mengeluh. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ”

Orang mukmin yang kuat (dalam iman dan tekadnya) lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan masing-masing (dari keduanya) memiliki kebaikan, bersemangatlah (melakukan) hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mintalah (selalu) pertolongan kepada Allah, serta janganlah (bersikap) lemah…

Menjadi pribadi muslim yang kuat secara finansial agar dapat mengamalkan bersedekah, ternyata bukanlah perkara yang mudah. Selain usaha untuk menjadi kaya secara finansial, untuk mempertahankan iman dalam hati juga perlu perjuangan.

Iman dalam hati akan tergoncang karena pribadi seorang muslim yang mementingkan ambisi terhadap kehormatan. Sebagian besar umat muslim yang berhasil mengejar ambisi kaya dalam finansial dan lupa terhadap meraih ridha Allah melalui sekedah. Mereka justru malah menjadi orang yang sangat takut kehilangan harta yang mereka kumpulkan.

Baca Juga : Inilah Mualaf Paling Berpengaruh di Dunia

Padahal Rasulullah sudah memberikan peringatan untuk umat Islam, sebagaimana dalam Shahih Al-Bukhari dari sahabat Abu Hurairah dari Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الْإِمَارَةِ وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَنِعْمَ الْمُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الْفَاطِمَةُ

“Kalian bakal berambisi terhadap kepemimpinan dan itu akan menjadi penyesalan di hari kiamat. Maka senikmat-nikmat kepemimpinan adalah saat seseorang menyusu darinya (menjabat), dan secelaka-celakanya adalah saat orang melepaskan penyusuannya (mati).”

Adapun ciri-ciri orang yang berambisi buruk yang harus kita hindari, agar tidak ada dalam diri kita antara lain :

  • Senang dengan pujian, anti mendapat kritikan
  • Senang menasehati orang lain
  • Terbiasa memamerkan amalnya dan bangga atas keberhasilannya
  • Menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan
  • Gemar menggunjing, dan memfitnah orang lain
  • Sombong dan bersifat dengki
  • Lebih mengutamakan dunia dari pada akhirat

Mari kita intropeksi diri kita, agar tidak terdapat satupun ciri-ciri orang yang berambisi kekuasaan dan menjerumuskan diri menjadi calon orang-orang celaka di akhirat. Naudzubillah.

Sebagaimana Rasulullah pernah berdo’a agar terhindar dari ambisi yang membuat diri lupa dengan berdo’a sebagai berikut.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, qalbu yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak merasa puas, dan doa yang tidak didengar.” (Shahih, HR. Muslim)

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Adakah Sifat Ciri-Ciri Cinta Dunia dalam Diri Kita? Cek disini!

 

Originally posted 2017-09-04 05:04:45.