Amalan Yang Paling Disukai Rasulullah!

Sumber Foto Dari: rungaku.com

HIJAZ.ID – Sebagai umat yang meyakini bahwa tuntunan Rasulullah adalah pintu bagi kebaikan-kebaikan menuju kehidupan kelak di akhirat, sudah seharusnya kita turut meneladani setiap ajaran yang disyariatkan. Kepada siapa lagi kita mencari tahu tentang cara memahami agama ini bila tidak pada apa-apa yang sudah dijelaskan secara menyeluruh oleh Rasulullah.

Dalam kehidupan, tidaklah Allah memberikan suatu beban di luar batas kemampuan umatnya. Termasuk pada kewajiban menjalankan ibadah kepada-Nya. Tersebab itulah ada perintah yang bersifat wajib dan ada pula yang sunnah. Berkaitan dengan yang wajib, maka tidak ada pilihan selain mengerjakan. Tetapi jika suatu amalan bersifat sunnah, maka tidak ada dosa jika meninggalkan.

Sebagai seorang manusia yang berharap surga, tidak pantas bila mental kita terbangun atas pemikiran bahwa bila meninggalkan tidak mendapatkan dosa. Seharusnya berbalik, orientasi seorang muslim ialah sebanyak-banyaknya mengumpulkan bekal, dan bukan seenak-enaknya meninggalkan amalan. Terus menerus meningkatkan kualitas ibadah fardhu, dan tidak luput menyertainya dengan keseriusan menegakkan yang sunnah.

Lantas amalan apa yang paling baik dikerjakan? Jawabannya ialah semua amalan yang didasari pada tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah baik, dan semua berkedudukan sama untuk diutamakan. Namun dalam sebuah riwayat Imam Bukhari, dari Aisyah, Rasulullah menjelaskan, bahwa terdapat amalan yang paling disukai olehnya, Amal yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang dikerjakan secara terus menerus oleh pelakunya.”

Baca Juga: Hati-Hati, Ada Motif Yang Dirancang Untuk Merusak Keutuhan Umat Islam!

Amalan yang paling disukai Rasulullah dan dicintai oleh Allah ialah yang dikerjakan secara terus-menerus; istiqamah. Pada dalil inilah ditekankan betapa keistiqamahan teramat penting dalam ibadah seorang muslim. Tidak ada paksaan dalam menjalankan setiap tuntunan. Meski kecil tapi dikerjakan secara terus-menerus, lebih baik dari besar yang terputus-putus.

Inilah yang seringkali dilupakan. Bahwa keistiqamahan pada sebuah amalan teramat pentingnya di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab itu mari mulai belajar untuk konsisten mengerjakan suatu amalan kecil. Sedikit demi sedikit meranjak naik lebih baik dari sekali besar tapi dikerjakan putus-putus. Keistiqamahan dapat membantu kita untuk terjaga dari derajat iman yang bergejolak. Membantu untuk mengupayakan kadar iman yang terus naik, hingga sampai pada derajat taqwa di sisi Allah azza wa jalla.

Dalam riwayat yang berbeda, Imam Bukhari kembali menegaskan, “Muhammad bin Ar’arah menuturkan kepadaku. Dia berkata; Syu’bah menuturkan kepada kami dari Sa’d bin Ibrahim dari Abu Salamah dari Aisyah radhiyallahu’anha, dia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Amal apakah yang paling dicintai Allah?’. Maka beliau menjawab,”Yaitu yang paling istiqamah, meskipun hanya sedikit.” Beliau juga bersabda, “Bebanilah diri kalian dengan amal-amal yang mampu untuk kalian kerjakan.” 

Baca Juga: Jangan Sampai Dinilai Sombong Oleh Allah, Betapa Mengerikan Ancamannya!

Originally posted 2017-09-04 14:08:45.