Inilah Tiga Harta Paling Utama Bagi Seorang Muslim di Dunia!

Sumber Foto Dari: www.tipsciamik.com

HIJAZ.ID – Bila ditanya tentang harta, sebagian manusia langsung tertuju pada kuantitas materinya. Berapa pendapatan, berapa harta kekayaan, berapa tumpukan emas perhiasan. Inilah gejala yang tidak pernah luput dihembuskan syaitan. Memperlihatkan tentang indahnya dunia, sehingga manusia tergila-gila dan berlomba mengejarnya. Syaitan dengan tipu dayanya memalingkan manusia dari tujuan penciptannya. Hingga banyak dari kita yang lupa bahwa ada yang lebih penting dari habisnya waktu untuk mengejar terkumpulnya harta benda. Ada yang jauh lebih berharga dari lembaran uang, kilauan perhiasan. Ialah wujud penghambaan kita pada Allah.

Untuk apa kita terus mencari harta, bila nyatanya tidak terlalu dibutuhkan. Bahwa seluas-luasnya rumah, yang mampu membuat kita lelap istirahat hanya berukuran dua kali tiga. Bahwa sebanyak-banyaknya makanan yang terhampar di meja makan, hanya satu atau dua piring yang membawa kenikmatan. Lantas sisanya mau kita apakan? Akankah adanya justeru akan menjadi bahan bakar kelak di neraka bila tidak digunakan pada yang semestinya?

Habis waktu digunakan untuk urusan dunia, padat kerja hingga habis tenaga untuk mencukupi kebutuhan dunia. Lagi-lagi dunia, adakah kita sudah memikirkan untuk setidaknya menyeimbangkan antara kesibukan mencari kehidupan dunia dan kesibukan mencari bekal kelak di akhirat? Atau karena sibuknya, menunggu masa tua untuk mulai memikirkan kehidupan setelah kematian. Akankah ada jaminan kita sampai pada masa tua? Siapa yang bisa memastikan umur akan cukup?

Wahai saudara, sesungguhnya Rasulullah telah memberikan pengetahuan kepada kita tentang tiga harta paling utama bagi seorang muslim di dunia. Dalam sebuah riwayat Imam Tirmidzi menerangkan adanya tiga harta paling utama bagi seorang muslim di dunia, “Harta yang paling utama adalah lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu bersyukur, dan istri yang beriman yang selalu membantunya menjaga imannya.”

Baca Juga: Amalan Yang Paling Disukai Rasulullah!

1) Lisan yang selalu berdzikir. Sungguhlah Rasulullah memberikan peringatan agar manusia senantiasa ingat pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mengangungkan-Nya dengan lafadz-lafazd kebesaran-Nya. Memuji Allah sebab tiada Dzat yang pantas dipuji selain Dia. Berdzikir di setiap hela nafas akan membantu kita agar selalu ingat pada apa-apa yang diperintahkan Allah, dan apa yang menjadi larangan-Nya. Agar setiap laku dan perbuatan kita terjaga dari yang dilarang, senantiasa berjalan pada tuntunan yang dibenarkan.

Selain itu, basahnya lisan tersebab dzikir yang memohonkan ampunan pada Allah atas segala dosa-dosa dapat membantu kita menyadari bahwa selalu ada peluang berbuat kesalahan. Karena itu berhati-hatilah dalam berucap, berbuat dan bertindak. Agar tidak datang dari ketiganya dosa-dosa yang bisa membawa kita pada siksanya esok di akhirat.

2) Hati yang selalu bersyukur. Sedikit yang disyukuri jauh lebih baik dari banyak tapi tidak pernah merasa cukup. Bukankah Allah dengan tegas mengingatkan dalam sebuah ayat Qur’an, bahwa dengan syukur maka Dia akan menambah kenikmatan. Tetapi bila kufur pada nikmat, maka Allah akan membalasnya dengan adzab yang teramat pedih.

Syukur memang bukan pekerjaan mudah. Bersyukur disaat lapang mungkin bisa dilakukan banyak orang. Tetapi tetap mengutamakan syukur dari mengeluh di saat sempit amat sulit diterapkan. Karena itulah, sungguh indah manusia yang mampu tersenyum meski keadaan tiada jeda menekan. Meski kehidupan sangat sulit dijalankan. Sungguh betapa kebahagiaan tidak hilang hanya tersebab kondisi ekonomi yang mencekam. Sebagian orang-orang yang dengan keadaan terbatasnya justeru mampu melampaui kita pada kualitas syukur dan sabarnya. Sedang kita yang hingga kini masih sangat mapan kehidupan, tidak perlu pusing memikirkan kebutuhan, segala sesuatu sudah tersedia dihadapan, bahkan masih mengedepankan mengeluh dari memanjatkan syukur.

Maka sungguh harta yang sangat berharga, bila seseorang sudah tertanam di hatinya sifat syukur. Sehingga dalam keadaan dan takdir apa pun, ia selalu menjaga prasangka baiknya pada Allah. Selalu diutamakannya rasa syukur kepada-Nya. Sebab bila ingin dibandingkan, sungguh tiada sebanding antara ujian dengan nikmat yang telah Allah limpahkan kepada setiap manusia.

3) Istri yang beriman. Dalam sebuah hadist Rasulullah memberikan tuntunan, bila salah seorang di antara laki-laki memilih wanita, maka utamakanlah agamanya. Bukankah perhiasan paling berharga ialah istri yang shalihah? Yang dengan keimanannya dapat membantu suaminya istiqamah memimpin rumah tangga. Sabar dalam membimbing keluarga. Senantiasa mengutamakan Allah, menjaga syariat dan sunnah Rasulullah.

Betapa indahnya keluarga yang di dalamnya hadir nilai-nilai ke-Islaman. Segala sesuatu dikerjakan sesuai dengan yang dituntunkan. Suami meneladai bagaimana Rasulullah memimpin keluarga. Istri belajar bagaimana seorang Aisyah senantiasa mendampingi, mendukung dan menjadi tempat terbaik bagi segala urusan dan keluh kesan Nabi.

Sungguh istri yang shalihah akan membawa keluarga pada ketentraman, melahirkan generasi-generasi rabbani. Pengingat suami dikala lupa, pendamping suami dikala rapuh. Maka apalah arti segunung harga benda, bila urusan rumah tangga hancur beranakan? Maka apalah arti se-samudera mutiara, bila sepulang dari kerja istri tidak menghadirkan bahagia? Maka apalah arti kedudukan setinggi raja, bila rumah tidak menjadi sebaik-baik tempat berpulangnya?

Baca Juga: Inilah Sebab Yang Membuat Rasulullah Marah!

Originally posted 2017-09-05 05:18:24.