Subhanallah, Menyikapi Kekerasan yang Dialami Muslim Rohingya PonPes Tasikmalaya Nyatakan Siap Membantu

Sumber Foto Dari : internasional.republika.co.id
HIJAZ.ID Akhir-akhir ini marak terjadi tindakan kekerasan dan pembantaian pada muslim rahingya. Peristiwa tersebut terjadi diberitakan dengan alasan agama yang yakini. Namun kali ini bukan hanya menyangkut soal agama tertentu saja, namun tentang kemanusiaan atau Hak Asasi Manusia (HAM).

Lewat beberapa media masa dengan begitu cepatnya informasi duka dan prihatin tersebut menyebar ke seruluh negara. Salah satunya negara berpenduduk muslim terbesar yakni Indonesia.

Ketika sampainya berita tersebut ke telingga penduduk Indonesia. Terdapat beberapa orang yang simpati, ada pula yang sebaliknya. Rasa simpati ditunjukan dengan berbagai macam cara, mulai dari berdo’a sampai mengumpulkan sumbangan guna membantu finansial pengungsi.

Baca Juga : Sejarah Islam di Jepang Pada tahun 1900 – 1920

Rasa simpati terhadap para pengungsi muslim rohingya pun ditunjukan oleh salah satu pondok pesantren di kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, jika orang lain hanya bisa memberikan do’a dan bantuan berupa secara tidak langsung. Pondok pesantren ini mengaku siap untuk menampung pengungsi muslim rohingya yang mengalami kekerasan dan ketidak adilan.

Para perwakilan pesantren dan organisasi masyarakat Islam se-Kota Tasikmalayapun menggelar musyawarah menyikapi persoalan yang menimpa pengungsi muslim Rohingya di Myanmar. Mereka merasa prihatin atas kejadian yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar.

Ini adalah salah satu wujud bentuk solidaritas atau kepedulian terhadap sesama muslim. KH Aminuddin Bustomi seperti dikutib di Antara hari Senin kemarin, sebagai salah satu perwakilan pondok pesantren di Tasikmalaya mengatakan bahwa tidak ada alasan tolak pengungsi ditampung ke ponpes (pondok pesantren), mereka terzalimi, jadi banyak berkah kalau menampung mereka.

Beliau juga menambahkan bahwa mereka juga telah mendapat informasi beberapa pengungsi muslim Rohingya telah sampai di wilayah Provinsi Aceh. Para pengungsi muslim rohingya tersebut pasti tidak hanya ditampung di Aceh, tetapi akan disebar ke beberapa daerah di Indonesia. Sebagai salah satu perwakilan pondok pesantren Tasikmalaya beliau menyatakan pondok pesantren di Tasikmalaya siap kapanpun juga untuk menampung para pengungsi muslim Rohingya.

Adapun nanti teknik pengungsiannya akan dikoordinasikan bersama pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kementerian Sosial agar penyebaran pengungsi muslim Rohingya merata ke setiap daerah. Tasikmalaya memiliki 264 pesantren yang siap menampung ribuan orang pengungsi.

Beliau pun menegaskan kembali bahwa ini merupakan bentuk rasa kemanusiaan, dan menambahkan bahwa nanti untuk kebutuhan para pengungsi muslim Rohingya akan ditanggung oleh lembaga.

Aminuddin juga menyampaikan bahwa menanggapi masalah kemanusiaan ini muslim di Indonesia jangan hanya berdiam diri. Sebaliknya tingkatkan rasa solidaritas dan kepedulian kita terhadap muslim Rohingya.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Siapakah Orang yang Paling Merugi Itu?