Kenapa Umat Islam Rohingya Dibantai Budha Myanmar? Ini Jawaban Sejarah!

Sumber Foto Dari : merdeka.com
HIJAZ.ID Akhir-akhir ini marak dengan kekerasan dan pembantaian yang terjadi di wilayah Myanmar. Myanmar merupakan salah satu negara yang terletak di Asia Tenggara, dan termasuk anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).  Mari kita tegok bagaimana sejarahnya.

Negara Myanmar terdapat wilayah Rakhine (orang-orang Arakan) sebutan tersebut diberikan oleh penjajah Inggris. Wilayah Rakhine terletak di barat daya Myanmar, perbatasannya dengan Teluk Benggala dan Bangladesh

Myanmar memiliki lebih dari 140 suku yang mayoritasnya adalah suku Bamar/Birma. Dulu nama wilayah ini adalah Burma (Pemerintah pertama) berganti Mynamar (Sekarang). Suku lainnya adalah suku Syan, Kachin, Chin, Kayah, Magh, dan umat Islam dari suku Rohingya.

Baca Juga : Sang Mu’adzin Pertama Sepanjang Sejarah, Bilal Bin Rabah Radhiyallahu ‘Anhu

Para sejarawan menceritakan perjalanan umat Islam tiba di wilayah Arakan melalui jalan damai yakni jalan perdagangan. Saat itu bertepatan dengan masa Daulah Abbasiyah yang dipimpin oleh Khalifah Harun al-Rasyid rahimahullah.

Singkat cerita umat Islam diterima disana, dan sehingga pertumbuhan umat Islam semakin banyak. Akhirnya dibentuklah satu kerajaan Islam yang berdiri sendiri. Kerajaan tersebut bertahan selama 3,5 abad dengan 48 pergantian raja. Dalam sejarah masa tersebut tercatat terjadi antara tahun 1430 – 1784 M. Kerajaan Islam ini meninggalkan banyak sekali peninggalan Islam seperti masjid, majlis ilmu dan lain-lain.

Pembataian dan permusuhan terhadap Islam dimulai pada tahun 1784 M. Ditandai dengan penyerangan Arakan oleh raja Budha dari suku Birma yang bernama Bodawpaya (masa pemerintahan 1782-1819 M). Peninggalan-peninggalan Islam dihancurkan, para ulama dan da’i dibunuh, serta wilayah Arakan diambil alih, guna mematikan perkembangan Islam di Myanmar. Hal ini berlangsung selama 40 tahun dan berhenti saat kedatangan penjajah Inggris.

Pada tahun 1824 M Burman dikuasai oleh Inggris. Kemudian tahun 1942 M, kaum muslimin Rohingya kembali dibantai oleh orang-orang Budha Magh dengan dukungan senjata dan materi dari suku Birma dan suku-suku lainnya. Dari peristiwa tersebut lebih dari 100.000 muslim pun tewas. Adapun korban dari peristiwa tersebut sebagian besar wanita, anak-anak dan orang tua yang lemah.

Pada tanggal 4 Januari 1948, Inggris resmi memerdekakan Burma dengan beberapa syarat untuk masing-masing suku yang menginginkan merdeka dari Burma. Terkecuali untuk wilayah Arakan, Burma tetap menguasai wilayah Arakan dan tidak mendengarkan suara masyarakat muslim Rohingya dan Budha Magh yang ingin merdeka. Pembantaian dan intimidasipun kembali dilakukan terhadap muslim.

Pada tahun 1962 M, sejak militer berkuasa di Myanmar dengan cara kudeta Jendral Ne Win umat Islam Arakan mengalami berbagai bentuk kezaliman dan intimidasi. Dibunuh, diusir, diitekan hak-hak mereka, dan tidak diakui hak-hak kewarga-negaraannya.

Demikian sejarah menjawab alasan dibalik kejadian yang sedang marak di Myanmar.

 

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Sejarah Islam di Jepang Pada tahun 1900 – 1920