Waspadalah, Ada Kampung Yang Dikuasai Syaitan!

Sumber Foto Dari: Ilmusunnah.com

HIJAZ.ID – Sebagaimana telah dituntunkan oleh baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dianjurkannya untuk melaksanakan shalat secara berjamaah. Sebagian ulama bahkan mewajibkan bagi seorang laki-laki dewasa untuk bisa menjaga jamaahnya. Meski mayoritas ulama lebih menekankan pada ganjaran yang berlipat ganda. Tetapi terlepas dari keduanya, shalat berjamaah memang memiliki dampak luar biasa bagi kehidupan seorang manusia.

Saat berjamaah, kita lebih mudah untuk mendatangkan ke-khusyu’an daripada ketika shalat sendirian. Secara spiritual akan mendapatkan ganjaran pahala bahkan hingga 27 derajat kelipatannya. Secara sosial akan menghubungkan tali persaudaraan di antara sesama manusia.

Meski begitu, baik dengan pendekatan wajib maupun berlimpahnya ganjaran, banyak manusia yang masih meremehkan. Bahkan sebagian mereka berpandangan, “untuk apa lelah-lelah berjamaah, jika masih bisa dilakukan sendiri di rumah.” Masya Allah, sungguh mudah-mudahan pandangan itu tidak lahir dari salah satu di antara kita.

Al-Qur’an telah menegaskan, sebagai seorang muslim yang beriman, orientasi kita seharusnya saling berlomba memperbanyak kebaikan. Berlomba dalam mencapai derajat ketaqwaan. Bukan justeru mengambil yang paling mudah, sedang impian teramat tinggi menggapai jannah. Shalat jamaah ditinggalkan, sedekah bukan yang terbaik, puasa hanya tersisa haus dan lapar, berharap dikumpulkan di dalam surga bersama Rasulullah?

Masih diabaikannya esensi shalat berjamaah itulah yang menjadi sebab belum kembalinya kejayaan umat Islam hingga detik ini. Bukankah Rasulullah pernah menjelaskan tentang satu tanda bangkitnya umat Islam, ialah ketika shaf di shalat subuhnya sama dengan jumlah shaf di shalat Jum’atnya.

Baca Juga: Inilah Sebab Yang Membuat Rasulullah Marah!

Mari tengok jumlah barisan di tiap lima waktu shalat berjamaah. Di sebagian masjid ada yang sudah makmur dengan shaf yang terhitung banyak. Di sebagian tempat ada yang ketika dzuhur dan subuh hanya terhitung jari jamaahnya. Bahkan ia yang adzan, ia pula yang iqamat, ia pula yang shalat sendirian. Di beberapa kampung justeru lebih mengenaskan. Masjid kosong tidak ada aktifitas berjamaah kecuali di waktu-waktu tertentu, seperti maghrib atau isya. Selain itu sama sekali tidak ada. Jangankan shalat berjamaah, adzan pun luput dikumandangkan. Ini nyata, ada di sekitar kita. Tidak melulu di kampung-kampung, bahkan di kota pun ada.

Teringat sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, yang sanadnya di hasankan oleh Al-Albani, dari Ma’dan bin Abi Thalhah Al-Ya’mari, Tidaklah tiga orang dari suatu kampung atau pelosok yang di dalamnya tidak didirikan shalat (jamaah), melainkan mereka telah dikuasai syaitan. Hendaklah kalian berjamaah. Sesungguhnya serigala hanya memakan kambing yang jauh (dari kawanannya)’.”

Hadist tersebut memberikan peringatan, bahwa syaitan akan menguasai sebuah wilayah, kampung, daerah, yang tidak didirikan shalat berjamaah di dalamnya. Lebih jauh, Rasulullah ingin menekankan pada pentingnya mengikuti shalat berjamaah bagi seorang muslim. Bahwa ketika shalat berjamaah, setidaknya syaitan telah gagal menggoda kita untuk melalaikan ganjaran pahala berlipat ganda. Setidaknya syaitan berputus asa menggoda kita untuk meninggalkan tuntunan dan keutamaan.

Pada kalimat terakhir dari hadist tersebut mengisyaratkan, bahwa orang-orang yang tidak mendatangi jamaahnya, sebagaimana kambing yang meninggalkan kawanannya. Hingga srigala akan dengan mudah menerkam kambing-kambing itu. Begitulah pula orang-orang yang dengan sengaja melalaikan shalat berjamaah, bahwa ia akan dengan mudah dikuasai oleh syaitan. Hingga tipu daya syaitan akan dengan mudah merasukinya. Godaan iblis akan dengan mudah merusak keimanannya.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Ash-Shalah menjelaskan tentang keterkaitan hadits ini dengan wajibnya shalat berjamaah, “Sisi pengambilan dalilnya ialah beliau telah memberitahukan bahwa setan akan menguasai mereka karena meninggalkan jamaah, yang syiar-syiarnya adalah azan dan iqamat shalat. Seandainya jamaah itu hanya sebuah anjuran, sehingga seseorang bebas memilih antara melakukannya atau tidak, niscaya setan tidak akan mampu menguasai orang yang meninggalkan jamaah dan syiarnya.”

Baca Juga: Inilah Tiga Harta Paling Utama Bagi Seorang Muslim di Dunia!

Originally posted 2017-09-05 07:16:18.