Bagaimanakah Cara Berdo’a yang Sesuai dengan Hadits?

Sumber Foto Dari : Google
HIJAZ.ID Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam merupakan suri tauladan terbaik bagi seluruh manusia pada setiap zaman ummatnya. Begitu banyak jasa-jasanya, menuntun umat Islam yang dulu jahiliyah menjadi cerdas dan penuh dengan akhlak yang mulia. Setiap detail aktifitas hidupnya mulai dari bangun sampai tidur kembali merupakan teladan yang patut untuk kita ikuti.

Adapun amalan yang tak pernah luput dari diri Baginda Rasulullah yakni berdo’a. Dimulai dari bangun tidur diawali dengan berdo’a, dan setiap aktifitasnya dimulai dengan berdo’a. Sampai tiba waktunya untuk tidur beliaupun berdo’a.

Rasulullah mengamalkan membaca do’a dalam setiap aktivitasnya karena berdo’a merupakan amalan yang penting. Sampai-sampai dalam sebuah hadits Allah mengancam akan murka pada hamba-Nya yang tidak mau berdo’a. Berikut haditsnya.

Dalam kitab as-Sunan, Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah bersabda:

Baca Juga : Berdoa Selain dengan Bahasa Arab, Diperbolehkan?

“Barangsiapa yang tidak mau memohon kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.”

Selain mengancam Allah juga memberikan reward bagi hamba yang gemar berdo’a, sebagaimana hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam berikut ini.

“Sesungguhnya Allah mencintai orang yang terus-menerus di dalam berdoa.”

Setelah mengamalkan berdo’a, jangan lupa ketika do’a kita sudah terkabulkan. Karena diri kita sudah dalam keadaan senang kebanyakan orang menjadi lalai dan lupa. Padahal Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa hendak mendapatkan kesenangan ada padanya ketika ia mengalami penderitaan dan kesusahan karena doanya diperkenankan Allah, maka hendaklah ia memperbanyak berdoa ketika berada dalam keadaan masih baik (senang).” (HR. Tirmidzi).

Karena dunia terus berputar, dan kita sebagai hamba tidak pernah tahu takdir yang akan kita terima esok hari. Oleh karena itu, tetaplah mengamalkan berdoa memohon ampunan, perlindungan dan pertongan Allah saat dalam keadaan sehat.

Setelah memaparkan ancaman dan pemberian harapan, Rasulullah juga memberikan memberikan motivasi untuk umatnya agar senantiasa berdo’a. Berikut motivasinya.

Dalam kitab Shahih al-Hakim juga disebutkan sebuah hadits dari Anas r.a. bahwa Rasulullah bersabda:

“Jangan sekali-kali kalian lemah dalam berdoa, karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang celaka karena berdoa.”

 

Dari `Aisyah r.a. bahwasanya Nabi ketika masuk ke rumahnya kebetulan ada seorang wanita, beliau bertanya:

“Siapakah wanita ini?” Jawab `Aisyah, “Inilah fulanah yang terkenal ibadah shalatnya banyak sekali.” Nabi bersabda, “Mah, kerjakan saja menurut kemampuanmu jangan memaksakan diri. Allah tidak akan jemu menerima amalmu sehingga kamu bosan beramal. Ada pun perilaku agama yang lebih dicintai Allah adalah yang dapat kamu kerjakan secara rutin.” (HR. Bukhari-Muslim).

Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin al-‘Ash r.a. berkata, Rasulullah pernah bersabda kepadaku:

“Wahai `Abdullah, kamu jangan seperti si fulan, semula dia rajin bangun untuk shalat malam, tetapi kemudian dia meninggalkan bangun malam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian amalan do’a yang dicontohkan Rasulullah untuk kita amalkan. Amalkan saat kita dalam keadaan lapang, sedih, maupun sempit. Amalkan secara kontinyu, karena Allah menyukai amal yang dikerjakan secara rutin.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Apakah Rahasia Keutamaan Tahajud yang Nabi Contohkan?

Originally posted 2017-09-06 23:10:12.