Bagaimana Hukum Nikah Muda dalam Islam?

Sumber Foto Dari : infonyabagus.com
HIJAZ.ID Islam itu sangat indah. Allah menciptakan rasa cinta diantara dua insan yang bukan muhrim, maka Allah pun menjadikannya mulia dengan pernikahan.
Padahal pada mulanya kedua insan yang bukan muhrim merupakan fitnah yang paling besar. Sebagaimana sabda Rasulullah berikut.

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ.

Usamah bin Zaid rodhiallohu anhu meriwayatkan hadits bahwa Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda, “Tidak ada satu fitnah (ujian) sepeninggalku yang lebih berbahaya bagi seorang laki-laki daripada fitnah seorang wanita.”

Baca Juga : Menikahi Perempuan yang Lebih Tua, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Kemudian Allah jadikan rasa cinta diantara dua insan itu menjadi mulia dengan pernikahan. Hal ini merupakan salah satu tanda-tanda kekuasaan-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanallahu wa Ta’alla dalam al-Qur’an surat al-Rum ayat 21:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar-Rum [30]: 21)

Pernikahan merupakan ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Oleh karena itu, Rasulullah menganjurkan para pemuda pemudi untuk menikah. Sebagaimana hadits berikut.

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اْلبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ اَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. الجماعة

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Hai para pemuda, barang siapa diantara kamu yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekang syahwat”. [HR. Bukhari]

Rasulullah menganjurkan untuk menikah karena pernikahan merupakan ibadah yang terdapat kemuliaan di dalamnya. Berikut penjelasannya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

“Siapa saja menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (Thabarani dan Hakim)

Abdurrohman bin Nasir as-Sa’di rohimahulloh mengatakan bahwa, “Dengan menikah seseorang akan merasakan kesenangan, kenikmatan, dan manfaat dengan kehadiran seorang anak dan mendidiknya. Dengan menikah pula seseorang akan merasakan ketentraman dan kebahagiaan. Secara umum, tidak ada kebahagiaan dalam cinta kasih yang semisal dengan kebahagiaan cinta kasih pasangan suami isteri.”

Syekh Sayyid Sabiq rohimahulloh dalam kitab Fikih Sunnah menyebutkan beberapa latar belakang anjuran menikah dalam agama Islam. Di antaranya adalah:

  1. Menikah merupakan sunah para nabi dan risalah para rosul. Sebagai umat, kita berkewajiban meneladani mereka.
  2. Anjuran menikah dalam bentuk pujian. (QS. al-Nahl [16]: 72)
  3. Menikah merupakan tanda kekuasaan Alloh Ta’ala.
  4. Nikah merupakan sarana memperoleh kekayaan, mengurani beban kehidupan, dan memberinya kekuatan yang dapat menghindarkan manusia dari kemiskinan.
  5. Perempuan merupakan aset terbaik yang dimiliki oleh seorang laki-laki.
  6. Istri sholihah selalu mendatangkan kebahagiaan di dalam rumah tangga, menghiasi rumah tangga dengan keceriaan, rasa aman, dan kemuliaan.
  7. Menikah merupakan wujud ketaatan seorang muslim untuk menyempurnakan separuh agamanya. Dengan menikah, seseorang dapat menghadap Alloh dalam keadaan baik.

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Islam tidak terdapat larangan untuk menikah muda. Bahkan dianjurkan bagi para pemuda dan pemudi untuk segera menikah, agar terjaga kesucian dirinya. Menikah diusia remaja boleh selagi dirasa sudah mampu dalam menjalankan kewajiban setelah menikah.

Wallahu A’lam Bisshowab

Baca Juga : Haramkah Jika Menerima Lamaran Nikah Dua Kali?

Originally posted 2017-09-07 23:35:47.