Apakah Wanita Harus Menunggu Selesainya Pelaksanaan Ibadah Jum’at Untuk Shalat Dzuhur?

Sumber Foto Dari: radiotamhid.com

HIJAZ.ID – Pada sebagian masyarakat, bahkan yang selama ini mungkin menjadi dasar pengerjaan sebagian besar wanita, tentang waktu mengerjakan shalat dzuhur di hari Jum’at. Menarik untuk dibahas bersama, apakah benar ada tuntunan jelas yang memerintahkan kepada para wanita untuk menunggu selesainya ibadah Jum’at kaum laki-laki, barulah dibolehkan untuk mengerjakan shalat dzuhur.

Untuk menjelaskan perihal di atas, maka lebih dulu harus kita pahami bersama apa ukuran yang telah dijelaskan oleh Rasulullah mengenai masuknya waktu dzuhur. Dalam sebuah hadist riwayat Muslim dijelaskan, “Waktu Zhuhur dimulai saat matahari tergelincir ke barat (waktu zawal) hingga bayangan seseorang sama dengan tingginya dan selama belum masuk waktu ‘Ashar.”

Pada riwayat yang berbeda, Imam Muslim kembali menegaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat Zhuhur ketika matahari telah tergelincir ke barat (waktu zawal).”

Sebagaimana dijelaskan pada dua riwayat di atas, bahwa masuknya waktu dzuhur ialah saat matahari tergelincir ke arah barat. Dan Rasulullah pun mendirikan shalat dzuhur tepat di waktu awalnya. Pada saat yang sama, tidak ada penjelasan dari Rasulullah tentang pengecualian bagi para wanita di hari Jum’at. Karenanya, masuknya waktu dzuhur bagi wanita pada hari Jum’at ialah sama, yaitu saat adzan dikumandangkan. Sehingga pelaksanaan ibadah dzuhur pun tidak perlu menunggu selesainya jamaah Jum’at.

Baca Juga: Waspadalah, Ada Kampung Yang Dikuasai Syaitan!

Adapun kepercayaan yang mengatakan bahwa wanita baru dibolehkan mengerjakan shalat dzuhur setelah selesainya ibadah Jum’at hanya merupakan budaya masyarakat Arab era lampau. Pada masa Rasulullah hingga beberapa masa setelahnya, adzan hanya berkumandang di masjid dan tanpa pengeras suara sebagaimana saat ini. Sehingga yang mendengar pun hanya sebagian orang, dan ada petugas khusus yang tugasnya memberitahu kepada setiap muslim laki-laki, bahwa waktu Jum’at telah tiba. Sehingga para wanita yang ada di rumah tidak mengetahui apakah telah sampai waktu dzuhur.

Selepas ibadah Jum’at dikerjakan, kebiasaan para lelaki Arab pulang lebih dulu untuk istirahat. Sebab ketidaktahuan para wanita apakah sudah masuk atau belum waktu dzuhur, kepulangan para suami dan laki-laki ke rumah itulah yang dijadikan sebagai penandanya. Apabila para lelaki telah pulang ke rumahnya, maka berarti telah masuk waktu dzuhur dan kemudian para wanita mengerjakan shalatnya.

Berbeda dengan era kini yang setiap kita dapat dengan mudah mengetahui masuknya waktu shalat. Hampir di setiap masjid mengumandangkan adzan pertanda masuknya waktu dzuhur. Bila pun kita sedang berada jauh dari masjid, atau sulit mendengar berkumandangnya adzan, maka masuknya waktu dzuhur bisa diketahui dari aplikasi pada smartphone. Sehingga dengan begitu, tidaklah lagi para wanita perlu menunggu selesainya ibadah shalat Jum’at untuk mengerjakan ibadah dzuhurnya.

Laksanakanlah tetap di awal waktu, sebab fadhilahnya teramat istimewa.

Baca Juga: Mengapa Wanita Tidak Diwajibkan Shalat Jum’at?

Originally posted 2017-09-07 05:41:47.